Lombok Utara (SIB) -Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berencana menyalurkan logistik untuk korban gempa Lombok di daerah Gunung Rinjani dengan helikopter. Hadi menuturkan pengiriman logistik via udara adalah pilihan paling tepat karena akses ke area puncak sulit dilalui.
"Presiden sudah memerintahkan kepada saya untuk segera membantu para penduduk yang masih ada di ketinggian karena infrastruktur ke sana, jalan sangat susah. Sehingga yang paling tepat adalah kita menggunakan helikopter," kata Hadi di Lapangan GOR Pemenang, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (14/8).
"(Faktor desa terisolasi) yang jelas hanya masalah infrastruktur saja, karena sepeda pun nggak mampu masuk ke sana. Sehingga hanya heli yang mampu masuk ke sana," imbuh Hadi.
Hadi menjelaskan helikopter TNI akan terbang ke desa-desa terisolasi di area puncak Gunung Rinjani. Personel TNI akan mengambil data korban gempa dan mengirimkan makanan serta obat-obatan.
"Hari ini Dansatgas (Komandan Satuan Tugas) sudah merencanakan untuk mengirim helikopter untuk mendata dan memberikan bantuan makanan maupun obat-obatan karena Dansatgas juga sudah punya data wilayah-wilayah mana saja yang belum tersentuh," ujar Hadi.
"Menurut data, warga terisolir ada di beberapa tempat, hanya di dekat perbukitan, khususnya di wilayah utara. Semuanya sudah ter-detect oleh Dansatgas. Tinggal kita menuju ke sana," sambung Hadi.
Hadi menerangkan ada dua teknik penyaluran bantuan yang menjadi pilihan saat ini, yaitu dengan cara melempar logistik yang sudah dikemas dalam karung dari ketinggian ke daerah yang terisolasi atau mengikat logistik yang akan disalurkan pada tali.
"Ada kemungkinan teknik yang digunakan dengan helikopter, dia bisa hoper, dicari agak dekat kemudian memberikan bantuan dengan dilempar. Tapi dilempar menggunakan satu karung, kalau tidak dia akan terbang," terang Hadi.
"Atau kedua menggunakan sling, (bantuan logistik) dengan jaring akan dikirim ke sana. Tinggal yang di bawah akan terima. Dua teknik itu yang akan dihitung untung ruginya," lanjut Hadi.
Hadi menambahkan, menurutnya, teknik paling efektif adalah dengan hoper. "Kalau sling, mulai dari tempat pemberangkatan sampai ke sana akan terus menggantung. Kalau dengan hoper, itu mungkin jauh lebih efektif," tuturnya.
1.300 TNI Dikerahkan
Hadi Tjahjanto juga mengatakan 1.300 personel Batalyon Zeni Konstruksi dan Zeni Tempur telah sampai di Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka akan membantu proses pemulihan infrastruktur pascagempa seperti rumah hingga fasilitas umum (fasum).
"Kompi Batalyon Zeni Konstruksi sudah hadir di sini sebanyak 1.300 personel. Zeni Tempur juga ada di sini. Nah mereka dilengkapi alat berat (untuk rekonstruksi infrastruktur)," kata Hadi.
Hadi menuturkan para personel TNI itu akan berkoordinasi dengan pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Mereka bakal bekerja sama merehabilitasi infrastruktur yang rusak akibat gempa.
"Termasuk nanti akan koordinasi dengan KemenPUPera. Mungkin bisa juga mengoperasikan alat-alat KemenPUPera untuk segera membantu dalam tahap rehabilitasi," ujar Hadi.
Suplai Besar-besaran
Sementara itu rekonstruksi fasilitas umum dan rumah warga pascagempa 7,0 SR di NTB membutuhkan ketersediaan semen dan baja. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Menteri BUMN Rini Soemarno untuk memastikan kecukupan semen dan baja di NTB.
"Tadi malam saya sudah telepon ke Menteri BUMN, yang berkaitan dengan semen hari ini akan mulai disuplai besar-besaran ke sini. Harga tidak akan naik serupiah pun, langsung dari pabrik. Baja juga sama, sudah saya perintahkan tadi malam untuk langsung disuplai. Hari ini sudah berangkat," ujar Jokowi di Dusun Trengan, Pemenang Timur, Kab Lombok Utara, dalam keterangan yang disampaikan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Selasa (14/8).
Sebab dikhawatirkan, ada lonjakan harga akibat meningkatnya permintaan akan semen dan baja di NTB. Oleh sebab itu, Jokowi meminta Rini memastikan terpenuhinya kebutuhan akan semen dan baja selama proses rekonstruksi berlangsung.
Jokowi juga memerintahkan jajarannya segera membangun kembali pasar-pasar yang roboh akibat gempa. Ia berharap aktivitas ekonomi warga setempat berjalan pulih.
Jokowi sebelumnya menyampaikan Pemerintah akan membantu perbaikan rumah warga yang rusak diguncang gempa. Untuk rumah yang mengalami rusak berat, akan diberi bantuan Rp 50 juta, sementara yang rusak sedang akan diberi bantuan Rp 25 juta.
Tangkap Spekulan
Di bagian lain Kapolri Jenderal Tito Karnavian memerintahkan Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Brigjen Brigjen Achmat Juri menyelidiki spekulan harga sembako. Tito mengatakan para spekulan menjual barang dengan harga tinggi pascagempa Lombok.
"Saya sudah perintahkan kapolda, kalau ada spekulan yang beli, tangkap, jangan ragu-ragu. Itu yang Satgas Pangan lakukan selama ini. Itu Undang-Undang Pangannya ada," kata Tito di Lapangan GOR Pemenang, Lombok Utara, NTB.
Tito mengaku mendapat informasi adanya spekulan yang memborong barang pangan, dan menjualnya kembali ke masyarakat dengan harga tinggi.
"Ini saya dapat informasi ada spekulan masuk nih. Ada barang masuk, dibeli mereka, dijual mahal. Hari ini harus sudah bergerak terutama sembako-sembako," ujar Tito.
"Dalam konteks makanan, peran Polri adalah membantu pengamanan Operasi Pasar, jangan sampai rusuh dan jangan sampai dibeli spekulan," tutur dia.
Tito menyampaikan saat ini stok makanan untuk di daerah terdampak gempa berkurang karena suplai makanan juga berkurang. Kata Tito, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan pihak Bulog dan Kementerian BUMN untuk menggelar Operasi Pasar.
"Ini juga kekurangan tenda, makanan, harga (bahan pangan) yang naik karena suplai kurang. Bapak Presiden sudah memerintahkan Bulog dan BUMN untuk lakukan Operasi Pasar. Karena dengan itu akan memotong mata rantai spekulan-spekulan," jelas Tito. (detikcom/c)