Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Akhirnya Ratu Kerajaan Ubur-ubur Mengaku Khilaf

- Kamis, 16 Agustus 2018 11:14 WIB
602 view
Serang (SIB)- Ratu Kerajaan Ubur-ubur Aisyah Tusalamah mengaku khilaf telah menyebarkan ajaran yang dinilai menyimpang dari ajaran Islam. Hal ini terungkap saat polisi memeriksa Aisyah.

"Si AS ini mengatakan khilaf dan mengaku tidak akan melakukannya lagi," ujar Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin kepada wartawan di Banten, Rabu (15/8).

Saat diperiksa, Aisyah mengaku ajarannya datang dari yang ia sebut sebagai Sang Tunggal dari alam gaib. Dari situ, ia kemudian menyebarkan ajaran ke 10 kelompoknya bahwa nabi tidak hanya lelaki, menyebut Hajar Aswad mirip kelamin perempuan, Kakbah bukan kiblat, sampai mengaku sebagai Maria.
"Katanya dia didatangi sama yang gaib, kalau menurutnya itu adalah Sang Tunggal," paparnya.

Menurutnya, Rudi Chairil Anwar selaku suami Aisyah juga sering menegur apa yang diajarkan tersebut. Katanya, Aisyah sering sembunyi-sembunyi dalam menyebarkan ajaran.

"Suaminya kondisinya memprihatinkan karena tunanetra. Katanya dia tidak terlibat kegiatan ini, bahkan sering berkelahi karena masalah ini," tegas Komarudin.
Atas masalah Kerajaan Ubur-ubur ini, kepolisian bersama MUI dan Bakorpakem (Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat) akan menyimpulkan apakah kelompok ini telah melakukan penistaan agama. Hasil musyawarah, menurutnya, akan disampaikan pada Kamis (16/8).

"Nanti akan kita simpulkan besok hasilnya," ujarnya.

Salah Tafsir Alquran
Sementara itu, Aisyah Tusalamah mendirikan Kerajaan Ubur-ubur menggunakan kitab tafsir Alquran untuk menyebarkan ajarannya. Tafsir tersebut merupakan cetakan ke-5 yang disusun oleh Zainuddin Hamidy tahun 1957.

"Sementara ibu itu banyak membaca tafsir Alquran terjemahan yang disusun Zainuddin Hamidy. Di dalam Alquran tersebut ada poin-poin yang ditandai beliau," ujar Kapolres Serang Kota AKBP Komaruddin.

Di tafsir tersebut, Aisyah menandai ayat-ayat dan kemudian menyimpulkan sendiri tafsirannya. Dari situ, ia kemudian menyebarkan tafsirannya kepada 10 pengikutnya.

"Setelah koordinasi dengan kasepuhan dan MUI Kota Serang, menyimpulkan bahwa beliau salah dalam menafsir," ujarnya. (detikcom/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru