Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 19 Januari 2026

Kapolri: Dilarang Demonstrasi Selama Asian Games

* Vape dan Drone "Haram"
- Minggu, 19 Agustus 2018 11:54 WIB
375 view
Jakarta (SIB)- Kepolisian Republik Indonesia mengeluarkan maklumat pelarangan demonstrasi selama penyelenggaraan Asian Games 2018 pada 18 Agustus hingga 2 September.

Maklumat itu, kata Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, bisa menjadi dasar hukum untuk melakukan penindakan.

"Kami paham bahwa ada kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum. Tapi ada juga aturan lain... keputusan kepolisian mengeluarkan maklumat untuk kepentingan publik. Maklumat sudah ditandatangi oleh Kapolda dan didukung oleh Gubernur dan Pangdam," kata Tito dalam konferensi pers di Media Center Asian Games, JCC, Sabtu (18/8).

Tito juga memastikan takkan ada demonstrasi ojek online dan pihaknya telah berkomunikasi dengan para pengemudi agar menunda aksi protes.
"Sudah kami lalukan komunikasi sehingga rekan-rekan bisa memahami tidak ada demo. Bapak Kapolda dan Pangdam, serta Gubernur juga sudah mengeluarkan maklumat," katanya.

"Sabar sabarlah, kalau Asian Games selesai monggo. Tapi saat ini nama besar bangsa kita dipertaruhkan di mata dunia," tutupnya.

Sebelumnya, Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia memutuskan menunda aksi unjuk rasa yang rencananya akan dilakukan saat pembukaan Asian Games 2018, Sabtu (18/8). Sebagai gantinya, pengemudi ojek online akan mematikan aplikasi selama satu hari tersebut.

Penanggungjawab aksi dari Garda Indonesia, Yohannes Ben, mengatakan penundaan unjuk rasa itu untuk menghargai berjalannya gelaran Asian Games yang membawa nama Indonesia di mata dunia. 

Vape, Drone 'Haram' 
Sementara itu, selain tiket masuk dan informasi area parkir kendaraan, ada sejumlah peraturan yang wajib dipatuhi penonton.

Yang utama, penonton dilarang membawa makanan dan minuman---juga yang memabukkan, hewan peliharaan, senjata api dan tajam, serta benda beracun dan berbahaya.

Mengenai foto dan video, panitia melarang penonton membawa alat perekam langsung. Jadi penonton hanya boleh membawa telepon genggam berkamera dan kamera bukan profesional ke dalam stadion.

Yang gemar menerbangkan drone juga sebaiknya tak nekat melakukannya di sekitar Stasion GBK, karena sinyal akan diacak sehingga drone yang tak terdaftar bakal gagal beroperasi.

Penggemar kegiatan mengisap rokok dan vape juga harus menunda kebiasaannya selama upacara berlangsung.

Aksesoris keriaan seperti laser, kembang api, spanduk, peluit, terompet atau drum ikut dilarang digunakan.

Penonton juga sebaiknya tak membawa cairan dalam botol berbahan plastik atau kaca dalam bentuk besar.

Sebagai saran ada baiknya untuk tak nekat membawa barang-barang yang dilarang untuk digunakan di dalam stadion, menghindari kemungkinan penyitaan dan berdebat dengan petugas keamanan di pintu masuk. (CNNI/f) 
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru