Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Mahfud Md: Kita Memilih untuk Hindari Orang Jahat Pimpin Negara

- Selasa, 21 Agustus 2018 11:17 WIB
327 view
Jakarta (SIB)- Mahfud Md berbicara soal kepemimpinan negara. Dia menyatakan, peran warga dalam keikutsertaan di Pileg dan Pilpres 2019 bisa berdampak pada siapa yang akan memimpin negara.

Awalnya Mahfud berbicara soal isu Golfud yang akan golput. Isu tersebut tengah menjadi tren di media sosial usai Mahfud Md gagal menjadi cawapres Joko Widodo. Golfud kerap diasosiasikan sebagai 'Golongan Mahfud' atau mereka yang mendukung Mahfud.

"Sekarang ini saya baca di medsos ada gerakan Golfud. Golfud itu bukan golput saudara, nggak boleh golput karena alasan 'saya mau golput karena nggak ada calon yang bagus baik Presiden dan DPR', jangan," ujar Mahfud.

Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri acara pembekalan 750 bakal calon legislatif (bacaleg) PSI di Balai Sarbini, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (20/8). Kemudian, Mahfud mengimbau agar seluruh warga yang sudah memiliki hak pilih bisa berpartisipasi di Pilpres 2019 agar negara terhindar dari orang jahat sebagai pemimpin.

"Kita memilih ini bukan untuk memilih yang bagus betul tapi menghindari orang jahat untuk pimpin negara," sebutnya.

Menurut Mahfud, golput merugikan diri sendiri. Untuk itu dia mengimbau semua warga untuk memilih pasangan calon yang terbaik. Namun dia tak menyebut siapa pasangan calon yang didukungnya.

"Kalau tak dia gunakan haknya pasti akan terpilih orang yang lebih jelek lagi yang dia bayangkan tak bisa dipercaya. Kemudian yang milih orang yang tak baik dan tak punya harapan, yang jelas terhadap masa depan bangsa ini, maka dari itu nggak perlu golput," tutur Mahfud.

"Di legislatif banyak, di eksekutif banyak, silahkan pilih saja, bahwa ada mekanismenya melalui parpol itu nggak bisa dihindari, itu konstitusional juga, justru parpol itu harus ada, tetapi harus sehat, maka dari itu saya hadir di partai ini," imbuh eks Ketua MK itu.

Ingkar Janji
Menyikapi pernyataan Mahfud Md itu, Gerindra menyebut, pemimpin jahat adalah orang yang tak bisa menjalankan amanah rakyat.

"Pemimpin jahat itu adalah definisi pemimpin yang berjanji kepada rakyat tapi tidak menepati janjinya. Kan itu pemimpin yang jahat, kan," ujar Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade saat dihubungi.

Tafsir di atas ditegaskan Andre merupakan pendapat pribadinya. Pemimpin jahat, menurut Andre, adalah pemimpin yang tak tepat janji.

"Pemimpin jahat itu ingkar janji," cetusnya.

Meski saat ini Mahfud berada di kubu Jokowi secara kenegaraan, Andre tak merasa Mahfud sedang menyerang pasangan Prabowo-Sandi. Bagi Andre, dua calon pemimpin jagoan Gerindra-PD-PAN-PKS itu jauh dari sifat jahat.

Prabowo-Sandi, kata Andre, punya niat baik untuk bangsa. Fokus seperti memperbaiki ekonomi yang-menurut Gerindra--terpuruk, menciptakan lapangan pekerjaan, memastikan harga-harga kebutuhan bahan pokok bisa terjangkau dan stabil jadi fokus.

"Soal siapa yang pemimpin jahat versi Pak Mahfud silakan ditanyakan ke Pak Mahfud. Tapi yang pasti kalau Prabowo dan Sandi tidaklah termasuk pemimpin jahat karena Prabowo dan Sandi tidak punya niat menipu rakyat," ucap Andre.

Rekam Jejak Jokowi Jelas
Sementara itu, PPP pamer rekam jejak capres petahana Joko Widodo (Jokowi) selama memimpin.

"Kalau Jokowi sudah jelas rekam jejaknya dengan beragam prestasi selama empat tahun memimpin," kata Wasekjen PPP Achmad Baidowi kepada wartawan.
Baidowi atau Awiek juga menyebut cawapres KH Ma'ruf Amin merupakan sosok panutan. Awiek mengatakan Ma'ruf ialah figur yang menguasai ekonomi.

"Begitu pun KH Ma'ruf merupakan sosok panutan yang juga menguasai ekonomi syariah dan menjadi figur sentral yang bisa mengayomi," ujarnya.

Soal imbauan untuk tak golput, Awiek menyatakan PPP sepakat dengan Mahfud. Ia mengatakan golput bukan sebuah pilihan bijak dalam demokrasi.

"Golput itu bukan pilihan bijak, meskipun tidak haram dalam alam demokrasi. Keaktifan warga dalam pemilu untuk memastikan mereka tidak salah pilih pemimpin maupun caleg. Kontestan pilpres maupun pileg saat ini merupakan orang pilihan, minimal telah terseleksi melalui parpol masing-masing. Persoalan ada yang belum sesuai ekspektasi, tapi bukan berarti tidak layak," sebut Awiek.

Anggota DPR itu yakin Pilpres 2019 diikuti putra terbaik bangsa. Awiek meminta masyarakat memilih sesuai hati tanpa melupakan rekam jejak calon yang dipilih.
"Terkait dengan pilpres, dua bakal paslon ini sama-sama merupakan di antara putra terbaik bangsa. Tentu saja warga memiliki alasan dan bebas menentukan pilihan sesuai hati nuraninya, dan tentu saja yang terpenting adalah melihat rekam jejak calon," tuturnya. (detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru