Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 19 Januari 2026

Nelayan Kerang Tanjungbalai Ditembak OTK di Perairan Riau, 1 Tewas 2 Kritis

* Didesak Massa, Wali Kota Bentuk Tim Advokasi
- Rabu, 12 September 2018 11:07 WIB
512 view
Nelayan Kerang Tanjungbalai Ditembak OTK di Perairan Riau, 1 Tewas 2 Kritis
SIB/Usni Pili Panjaitan
TEWAS : Jasad Manggor nelayan kerang yang tewas ditembak OTK di tengah laut dievakuasi petugas ke ambulance, Senin (10/9), sesaat kapal yang membawa korban dari Panipahan Riau, tiba di Tanjungbalai.
Tanjungbalai (SIB) -Kapal nelayan kerang Tanjungbalai ditembak orang tidak dikenal (OTK), Minggu (9/9) sekira pukul 22.40 WIB di perairan Bagan Siapi-api Provinsi Riau, 1 tewas 2 kritis.

Peristiwa itu dibenarkan Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai. "Benar, TKP di laut Dumai Provinsi Riau. Korbannya nelayan Teluk Nibung," ujar Irfan.

Pantauan SIB, Senin (10/9) sekira pukul 09.00 WIB di tangkahan swasta pasiran Kecamatan Tanjungbalai Selatan, puluhan warga dan kerabat korban menunggu kedatangan ketiga korban yang diangkut menggunakan kapal penumpang dari Panipahan, Riau.

Sekira pukul 09.40 WIB, kapal yang membawa ketiga korban tiba di tangkahan pasiran Tanjungbalai. Sejumlah aparat TNI, Polri dan petugas kesehatan yang menunggu kedatangan jenazah nelayan dan yang kritis akibat diberondong peluru OTK, mengevakuasi korban ke Ambulance. Ketiga korban dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Tengku Mansyur Tanjungbalai.

Seorang rekan korban, Hery yang dikonfirmasi SIB mengatakan, penembakan berawal, Minggu (9/9) malam di sekitar perairan Bagan Siapi-api, Riau. "Sekitar jam 11 malam di tengah laut Bagan Siapi-api, kapal kami ditembak kapal lain. Awalnya kapal kami disenter pakai lampu suar, lalu kami ditembak, tembakannya beruntun tanpa peringatan. Kami berusaha menghindar dan menyelamatkan diri sampai hampir ke perbatasan Malaysia. Karena sudah merasa aman, kami pulang menuju Panipahan untuk mengobati rekan kami yang tertembak. Pelaku penembakan tak kami kenal karena gelap, mati lampu orang itu," kata Hery mengisahkan kejadian yang merenggut nyawa rekannya.

Ketiga korban yakni Manggor tewas terkena tembakan OTK pada bagian dada, Agus menderita luka tembak di bagian kepala kanan dan Iwan luka tembak pinggul kanan.

Agus dan Iwan yang tiba di tangkahan tampak dipapah petugas dibantu warga dari kapal ke atas tangkahan. Agus dan Iwan mengerang kesakitan akibat peluru yang bersarang di kepalanya. "Yang tewas Manggor jabatannya kuanca, korban saat ditembak duduk di samping tekong. Kalau Agus dan Iwan anggota kapal," terang Hery dan rekannya.

Belum diketahui identitas pelaku penembakan dan motif penembakan. Lokasi penembakan dikabarkan berada di sekitar perairan Pulau Panipahan Kecamatan Palika dengan perairan Pulau Halang Kecamatan Kubu Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Riau. Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai belum bersedia memberikan keterangan meski membenarkan kejadian tragis yang merenggut nyawa nelayan Tanjungbalai itu. Diduga untuk mengeluarkan proyektil peluru yang bersarang di tubuh kedua korban, kedua korban dirujuk ke RS Bhayangkara Medan. "Kedua korban dibawa ke RS Bhayangkara Medan," kata Irfan menambahkan kasus tersebut ditangani Polda Riau.

Informasi dihimpun SIB di lapangan, kapal penangkap kerang asal Tanjungbalai itu dinakhodai Sumiran alias Sumpel (41) beranggotakan 11 nelayan yakni, Manggor (tewas),  Agus dan Iwan (kritis luka tembak), Izil alias Geleng (34), Nuryadin Syahputra alias Putra (23), Zulkifli alias Ikip (24), Hery, Herman alias Eman (25), Karlan alias Alan dan Syafruddin alias Udin (45). Seluruh nelayan warga Pematang Pasir Kecamatan Teluk Nibung Tanjungbalai.

Bentuk Tim Advokasi
Sementara itu, Pemko Tanjungbalai akan membentuk tim advokasi untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut. Hal itu disampaikan Wali Kota HM Syahrial SH MH di depan ratusan massa yang berunjukrasa di depan rumah dinas Wali Kota setempat, Selasa (11/9), menuntut pemerintah segera bertindak dengan membentuk tim advokasi agar persoalan nelayan kerang tersebut segera dituntaskan. 

"Saya bersedia menerima permohonan masyarakat. Untuk itu saya rencanakan besok siang kita akan bertemu kembali dalam rangka pembentukan tim advokasi dimaksud. Hal ini juga tentunya bagian dari komitmen Pemko Tanjungbalai untuk terus berusaha hadir di tengah-tengah masyarakat dalam menyelesaikan setiap persoalan warganya," ujar HM Syahrial.

Sesuai amatan SIB, ratusan masyarakat yang tergabung dalam beberapa elemen, aktivis serta pemuda setempat berunjuk rasa menuntut persoalan nelayan yang tertembak segera ditindaklanjuti. 

Aksi massa itu berawal dari bundaran PLN Jalan Jenderal Sudirman Tanjungbalai yang dilanjutkan di depan Mapolres dan rumah dinas Wali Kota.

Dalam orasinya, massa menuntut Wali Kota Tanjungbalai membentuk tim advokasi terkait kasus penembakan tersebut. Pemko juga diminta untuk berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Sumatera Utara guna mengawal masalah ini dan meminta kepada Pemko Tanjungbalai memberi perhatian dan bantuan kepada keluarga korban yang tertembak. (E08/E09/BR5/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru