Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Maret 2026

Yenny Wahid dan Gusdurian Dukung Jokowi-Ma?ruf

* TKN Harapkan Yenny Masuk Timses
- Kamis, 27 September 2018 09:17 WIB
478 view
Yenny Wahid dan Gusdurian Dukung Jokowi-Ma?ruf
SIB/Ant/Muhammad Adimaja
DUKUNGAN KONSORSIUM: Putri almarhum Gus Dur, Yenny Wahid (keempat kiri), berfoto bersama kyai, ulama dan habib yang tergabung dalam Konsorsium Kader Gus Dur usai pembacaan deklarasi dukungan pada Pilpres 2019 di Rumah Pergerakan Gus Dur, Jakarta, Rabu (26
Jakarta (SIB) -Putri Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid, sudah menentukan sikap politiknya. Yenny memilih mendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Deklarasi disampaikan Yenny dalam acara Konferensi Pers Konsorsium Kader Gus Dur di Jalan Kalibata Timur I, Jakarta Selatan, Rabu (26/9). Yenny juga berbicara atas nama 9 konsorsium kader Gus Dur.

"Ada banyak kelompok-kelompok lain di luar sana. Bahwa keluarga Gus Dur, saya wakili dalam sifat politiknya. Ibu saya sendiri tidak akan ikut-ikutan karena beliau ibu bangsa, beliau tugasnya 'menjewer' kalau ada yang bandel dari kedua kubu," ujar Yenny.

Yenny lalu berbicara soal Indonesia yang memiliki kekayaan berlimpah. Selain itu, menurutnya, Indonesia memiliki anak-anak bangsa yang bertalenta.

"Pemimpin yang kami cari adalah yang mau gerak. Pemimpin yang dekat dengan masyarakat. Pemimpin yang sederhana cara berpikirnya. Bahwa bangsa ini harus dipenuhi hak kebutuhan dasarnya," sebutnya.

Gusdurian, menurut Yenny, adalah yang bisa menghadirkan keadilan sosial dengan menghadirkan kebutuhan dasar bagi mereka yang jarang tersapa. Ia lalu menyebut Gusdurian mendukung Jokowi-Ma'ruf ketimbang pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Oleh karena itu, dengan mengucap bismillah, dengan ini kami menyatakan mendukung pasangan nomor 01, bismillah Presiden Jokowi akan kembali memimpin negeri ini," tutur Yenny. 

TIMSES BUKA PINTU
Sementara itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf menyambut Yenny bila berkenan tergabung dalam timses.

"Apakah Mba Yenny masuk TKN atau kelompok atau masuk pada sayap relawan, kami kembalikan pada Mba Yenny," ujar Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding.

TKN Jokowi-Ma'ruf mengaku akan sangat senang bila Yenny bersedia masuk ke dalam struktur timses. Namun Karding menyebut tetap menyerahkan keputusan itu kepada Yenny.

"Kami senang kalau beliau masuk dalam salah satu jajaran TKN, tapi sekali lagi kembali pada beliau nyaman bekerja dan bergerak di mana, itu yang terpenting," ucapnya.

"Yang terpenting adalah dukungan ini bisa memberi dampak elektoral kepada Pak Jokowi dan yang penting Mba Yenny dan teman-teman Gusdurian bisa bekerja secara nyaman bersama-sama dengan kita," tambah Karding.

Sekjen PKB itu mengaku sangat senang atas dukungan Yenny dan Gusdurian untuk Jokowi-Ma'ruf pada Pilpres 2019. Karding mengatakan deklarasi Yenny bersama kelompok Gusdurian merupakan kekuatan baru bagi kubu Jokowi-Ma'ruf.

"Satu energi positif dan tambahan kekuatan jaringan kita dan kita ketahui kelompok-kelompok Gusdurian adalah kelompok yang terus berkembang dan besar dan memiliki banyak pengikut dan juga jadi influencer di tengah-tengah masyarakat," ucap Anggota Komisi III DPR itu.

Karding mengatakan, dukungan Yenny menjadi tanda perjuangan Gus Dur dan Jokowi sama. Ia menjamin, Jokowi-Ma'ruf akan meneruskan perjuangan yang telah dilakukan Gus Dur.

"Ini bukti bahwa kedekatan perjuangan atau kesamaan perjuangan antara Pak Jokowi dan cita-cita Gus Dur dan komitmen Gus Dur dan legacy Gus Dur itu semakin terlihat dengan dukungan ini," sebut Karding. 

WALI
Dalam deklarasinya, Yenny menyinggung pentingnya pemimpin yang dekat dengan rakyat. Mengutip kata-kata dari Imam Syafi'i, Yenny mengatakan kedudukan seorang pemimpin terhadap rakyatnya ibarat kedudukan seorang wali terhadap anak yatim. "Pendapat ini menunjukkan betapa dekat sesungguhnya hubungan seorang pemimpin dengan rakyatnya," kata Yenny.

Yenny melanjutkan salah satu tugas terberat seorang pemimpin adalah memastikan hidup rakyatnya terpelihara. Kedekatan pemimpin dengan rakyatnya dapat dibangun saat pemimpin tersebut mampu berpikir sederhana.

"Bahwa tugasnya tidak lain dan tidak bukan untuk menghadirkan keadilan dan kesetaraan. Keadilan dan kesetaraan dalam kedudukan di mata hukum keadilan dan kesetaraan untuk mendapat akses untuk hidup makmur," tuturnya.

Selain itu, kata Yenny, pemimpin harus menghadirkan keadilan dan kesetaraan agar rakyatnya memperoleh pendidikan untuk masa depan yang cerah.

"Serta keadilan dan kesetaraan untuk mendapat perlindungan dari kesewenangan sesama bangsa, yang sering mengintimidasi atas nama agama dan sukunya," ucap Yenny. 

PAMER LUKISAN JOKOWI
Seusai deklarasi, Yenny lalu memamerkan sebuah lukisan bergambar Jokowi.

"Ini yang bikin Butet, maknanya mungkin melanjutkan perjuangan," kata Yenny setelah membacakan deklarasi.

Lukisan itu menampilkan sosok Jokowi dari belakang. Jokowi digambarkan bertelanjang dada ketika tengah menuliskan 'NKRI' dengan kuas cat.

Yenny sendiri tidak mengetahui makna lukisan sesungguhnya yang dibuat oleh pelukis. (detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru