Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026
Tewas Saat Penangkapan

Kapolres Frido Sarankan Keluarga Otopsi Jenazah Suheri

- Selasa, 09 Oktober 2018 10:31 WIB
916 view
Kapolres Frido Sarankan Keluarga Otopsi Jenazah Suheri
SIB/Dok
SARANKAN OTOPSI: Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang diwawancarai wartawan terkait tewasnya Suheri alias Eri Lantong (43), Senin (8/10). Kapolres menyarankan keluarga mengotopsi almarhum Eri supaya jelas apa penyebab kematiannya pada Sabtu dini har
Rantauprapat (SIB)  -Kasus tewasnya Suheri alias Eri Lantong (43) menjadi perhatian keluarga, masyarakat dan kalangan jurnalis di Rantauprapat. Apalagi, Eri disebut keluarga sangat sehat sebelum ditangkap polisi dari Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu. Namun setelah 3 jam dibawa tim polisi mencari barang bukti sabu milik tersangka lain, Eri dipulangkan sudah jadi mayat. Berbagai opini pun muncul dan berkembang di masyarakat. 

Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang menyarankan keluarga korban untuk melakukan otopsi terhadap jenazah Eri, supaya diketahui jelas apa penyebab kematian ayah 4 anak itu. 

"Saya meminta kepada istri almarhum, supaya kita membuktikan ini. Penyebab meninggalnya apa, nanti biar medis atau dokter yang membuktikan. Kalau kita lihat visual yang dikirim sejumlah media kepada saya, ada merah-merah di tubuh korban. Tapi apakah akibat merah-merah tersebut korban meninggal, kita tidak tahu. Saya tidak bisa beropini," kata Frido Situmorang menjawab sejumlah wartawan saat mengunjungi rumah duka di Jalan Pindoan Rantauprapat, Senin (8/10) siang.

Frido menyebut tujuan kedatangannya ke rumah almarhum, untuk menyarankan keluarga almarhum Eri mengotopsi jasad Eri. 

"Itulah tujuan kedatangan saya ke rumah duka. Selain mengucapkan berbelasungkawa kepada istri korban, juga menyarankan agar keluarga korban melakukan otopsi," sebut Frido.

"Jadi, kami menyarankan kepada keluarga korban agar melakukan otopsi, untuk mencegah opini-opini yang berkembang di masyarakat," ujarnya.

Katanya, secara prosedur Seksi Propam Polres Labuhanbatu maupun Propam Polda Sumatera Utara akan turun melihat proses penangkapannya, kenapa Eri bisa meninggal dunia (3 jam setelah ditangkap dan dibawa anggota Satresnarkoba) . 

"Nanti teman-teman dari Propam Polres maupun Polda akan turun melihat proses penangkapannya, (kenapa) sehingga almarhum bisa meninggal," jelasnya.
Saat ditanya, apakah ada rencana Polres Labuhanbatu untuk melakukan otopsi terhadap jenazah korban? Frido menyebut pihaknya menyarankan istri korban untuk melakukan otopsi.

Kemudian, ketika ditanya mengenai apa penyebab sejumlah luka memar di tubuh korban, apakah anggotanya melakukan kekerasan, Frido menampiknya.

"Tidak. Saya sudah tanya ke anggota. Saya berkeinginan, biar dokter yang membuktikan agar tidak berkembang isu-isu yang tidak benar di masyarakat," tandasnya.

Dari jawaban yang disampaikan, Kapolres  Frido sangat yakin anggotanya tidak melakukan penganiayaan terhadap korban. Memang untuk membuktikannya hanya otopsi. 

Sementara, istri korban sangat kehilangan dengan kematian suaminya yang  meninggal setelah ditangkap polisi. Ia juga belum bersedia berkomentar terkait masalah ini.

Keluarga korban masih berunding apakah melakukan otopsi dan menempuh jalur hukum atas kematian Eri. 

Pada Jumat (5/10) malam sekira pukul 23:00 WIB, Eri dan temannya, Gunawan alias Jeka ditangkap dari rumah Eri di Pindoan. Namun pada Sabtu (6/10) sekira pukul 02:00 WIB, abang kandung korban, Ramlan, dikabari bahwa adiknya telah meninggal dunia, dan berada di RSUD Rantauprapat. 

"Jam dua malam dikabari pihak kepolisian bahwa adik saya sudah meninggal. Saya dan keluarga datang ke rumah sakit mengambil jenazah adik saya," sebut Ramlan. (BR6/c) 
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
BBM Mulai Langka di Saribudolok

BBM Mulai Langka di Saribudolok

Simalungun(harianSIB.com)Bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dan solar mulai langka di daerah Saribudolok, Kecamatan Silimakuta, Kabupa