Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026
Kasus Dugaan Penganiayaan Wartawan

Gelar Olah TKP, Polres Nias Diharap Objektif dan Tahan Pelaku

- Rabu, 10 Oktober 2018 11:35 WIB
714 view
Nias Utara (SIB) -Setelah tertunda hingga beberapa kali melakukan olah TKP kasus penganiayaan wartawan SIB di Nias Utara (Nisut), akhirnya Sat Reskrim Polres turun ke lokasi kejadian, Senin (8/10).

Pantauan wartawan, selain mengecek lokasi, penyidik Bripka Iskandar, Putra Tanjung dan Bripda Gamal Ginting mencari barang bukti berupa gelas yang digunakan pelaku melempar korban.

Anehnya, ketika dikonfirmasi tindakan polisi selanjutnya, penyidik yang sebelumnya menyampaikan akan menggelar perkara usai olah TKP, justru berubah dan surat panggilan yang hendak diberikan kepada pelaku dibawa pulang dengan alasan tiga orang lagi saksi teman pelaku yang duduk semeja saat minum tuak akan diperiksa dulu.

Menyikapi hal itu, penggiat LSM Nisut Eli Juni Rahmat Zega mengapresiasi polisi sudah tepati janji. Namun ia meminta penuntasan kasus penganiayaan wartawan SIB di Nisut harus obyektif dan pelakunya ditahan.

"Ini kasus sederhana. Kalau proses penanganannya semacam ini, bagaimana dengan kasus besar seperti skandal korupsi dan lainnya, bisa saja sampai bertahun-tahun karena kasus penganiayaan saja sudah berbulan-bulan belum tuntas," katanya.

Sebelumnya, kasus tersebut dilaporkan korban Fabooni Zai ke Polres Nias pada Juli 2018 dengan nomor STLP/171/VII/2018/NS. Penganiayaan terjadi Jumat (17/7) sore, saat itu Fabooni selesai melakukan liputan singgah di warung milik Heri di sekitar Lotu untuk membeli minuman dingin sembari menunggu temannya datang. Warung itu tempat berkumpul wartawan di Nisut.

Di warung, WG (terlapor) bersama temannya terlihat meminum minuman diduga tuak. Melihat kedatangan korban, pelaku menegur korban dan menanyakan mengapa mempersoalkan postingan Facebook yang dibuatnya beberapa bulan lalu.

Pelaku tiba-tiba emosi dan mengambil gelas minumannya lalu melemparkan ke arah wajah korban, beruntung korban sempat menangkis, sehingga gelas mengenai punggung tangan korban hingga mengalami luka dan memar.

Korban yang terkejut refleks berdiri langsung dihampiri teman WG bernama Tenniatto Gea. Gea beralasan melerai namun merangkul dan memegang leher korban dengan kuat dari arah belakang, sehingga ia sulit bernafas hingga ia jatuh. Merasa terancam, korban berusaha berdiri sekuat tenaga. Korban mengalami luka di telapak tangan, memar di punggung kedua tangan dan badan terasa sakit. Fabooni melakukan visum di RSUD Gunungsitoli. (Dik-SN/Dik-FZ/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru