Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Maret 2026
ASEAN

Jokowi: Tarik Menarik Kepentingan Jadi Ancaman

* Minta Putin Dukung Kampanye Positif Minyak Sawit
- Kamis, 15 November 2018 10:20 WIB
420 view
Jokowi: Tarik Menarik Kepentingan Jadi Ancaman
SIB/Sputnik/Alexei Druzhinin/Kremlin via Reuters
BERSALAMAN: Presiden Joko Widodo bersalaman dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela KTT ASEAN di Singapura, Rabu (14/11). Jokowi meminta bantuan Putin untuk mendukung dan mempromosikan kampanye positif terhadap minyak sawit Indonesia.
Jakarta (SIB)- Presiden Joko Widodo mengatakan ASEAN yang berada di tengah kawasan Indo-Pasifik harus mampu menjadi poros, memainkan peranannya dan mengubah potensi ancaman itu menjadi sebuah peningkatan kerja sama.

"Dunia kita dipenuhi banyak ketidakpastian. Tarik menarik kepentingan juga kita rasakan di kawasan kita. ASEAN harus tetap menjadi motor bagi perdamaian dan kesejahteraan. ASEAN harus dapat mengubah potensi ancaman menjadi kerja sama, potensi ketegangan menjadi perdamaian," kata Jokowi saat bicara dalam KTT ke-33 ASEAN di Singapura.

Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (14/11), Indonesia kembali menyampaikan perkembangan konsep kerja sama di kawasan Indo-Pasifik dalam KTT ke-33 ASEAN di Singapura.

Kepala Negara mengatakan konsep Indo-Pasifik sangat penting artinya bagi ASEAN untuk tetap relevan dan menjaga sentralitasnya.

Ketidakpastian dan besarnya tantangan yang dihadapi kawasan Indo-Pasifik berpotensi untuk menimbulkan ancaman bagi perdamaian, stabilitas dan kemakmuran di kawasan tersebut dalam kaitannya dengan tarik-menarik konstelasi kekuatan dunia.

Lebih jauh, Presiden mengatakan konsep Indo-Pasifik dapat dikembangkan dengan peningkatan kerja sama dengan mengedepankan prinsip keterbukaan dan penghormatan terhadap hukum internasional.

"Pada KTT April lalu, saya telah menjelaskan pentingnya ASEAN mengembangkan kerja sama di kawasan Indo-Pasifik yang mengedepankan prinsip-prinsip keterbukaan, inklusivitas, transparan, menghormati hukum internasional dan menghargai sentralitas ASEAN," kata Presiden.

PERDAMAIAN DUA KOREA
Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan dukungan bagi perdamaian Korea Selatan dan Korea Utara saat KTT Ke-20 ASEAN-Korea Selatan di Singapura.

"Di tengah banyak ketidakpastian, muncul beberapa harapan. Antara lain harapan akan terwujudnya Semenanjung Korea yang aman dan stabil. Harapan baru tersebut tidak akan terjadi jika tidak terdapat tekad kuat Presiden Moon untuk mengupayakan perdamaian," kata Presiden.

Menurut Presiden, Indonesia menyambut baik perkembangan proses perdamaian di Semenanjung Korea dan hal itu sangat diapresiasi oleh dunia.

Indonesia adalah negara yang bersahabat baik dengan dua Korea, yakni Korea Selatan dan Korea Utara sejak puluhan tahun lalu.

"Indonesia mendukung sepenuhnya proses perdamaian ini. Pesan dukungan ini telah disampaikan secara konsisten antara lain pada saat pertemuan saya dengan PM Korea Selatan dan Utusan Khusus Korea Utara menjelang pembukaan Asian Games 18 Agustus lalu," demikian Presiden dalam keterangan Deputi Protokol, Pers dan Media Setpres Bey Machmudin.

Kendati demikian, tambah Presiden, upaya perdamaian masih membutuhkan waktu hingga tercipta perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.

Indonesia, tegas Presiden, akan tetap berkomitmen untuk mendukung dan turut andil dalam upaya perdamaian di Semenanjung Korea.

Secara khusus Presiden Joko Widodo juga menyampaikan usulan untuk mengundang pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, dalam peringatan 30 tahun kerja sama ASEAN dan Korea Selatan yang akan berlangsung pada 2019 mendatang, jika semua perkembangan positif terus terjadi.

"Semoga dengan pertemuan tersebut maka komitmen Korea Utara akan semakin kuat untuk melakukan langkah menuju Semenanjung Korea yang bebas nuklir. Ke depan, Insya Allah kita akan melihat ASEAN dan dua Korea menjadi pilar penting arsitektur perdamaian dan kemitraan di kawasan demi stabilitas, keamanan dan kesejahteraan bersama," jelas Presiden dalam pertemuan tertutup itu.

Presiden Jokowi hadir dalam pertemuan KTT Ke-20 ASEAN-Korea Selatan yang dipimpin oleh Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong bersama Presiden Moon Jae-in.

Selain itu, Kepala Negara juga telah mengikuti beberapa KTT ASEAN dengan negara mitra sejak Rabu pagi seperti dengan Australia, RRT dan Rusia.

SOAL PALESTINA
Di sela rangkaian acara pertemuan ASEAN, Presiden Jokowi menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison, di Suntec Convention Centre, Singapura, Rabu pagi.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menjelaskan, dalam pertemuan itu kedua kepala pemerintahan membahas secara intensif mengenai kerja sama yang dilakukan kedua pihak dalam beberapa bulan belakangan. Salah satu di antaranya ialah mengenai kerja sama di bidang penanggulangan terorisme.

"Indonesia dan Australia dalam pertemuan bilateral tadi membahas kemajuan kerja sama yang dilakukan sejak bulan Agustus lalu. Termasuk di antaranya ialah penyelenggaraan subregional meeting on counter terrorism yang diselenggarakan di Jakarta pada 6 November 2018 lalu," kata Menlu usai mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan itu.

Selain Menlu Retno Marsudi, dalam pertemuan dengan PM Australia itu, Presiden Jokowi juga
didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Presiden Jokowi dan PM Morrison juga membahas soal peningkatan kerja sama mengenai dialog antarumat beragama untuk mendorong hubungan kedua negara ke arah yang lebih baik. Dalam hal ini, Indonesia dijadikan sebagai sebuah percontohan mengenai kerukunan di tengah keragaman yang dimiliki Indonesia.

"Keduanya juga membahas soal interfaith dialogue di mana Indonesia dinilai sebagai contoh  bagi kemajemukan," tutur Retno.
Selain itu, pihak Indonesia kembali menegaskan posisinya terutama mengenai upaya menciptakan perdamaian Palestina-Israel berdasarkan prinsip two-state solution.  Retno menegaskan, Indonesia memandang bahwa solusi dua negara (two-state solution) merupakan cara yang tepat untuk menyelesaikan konflik secara adil.

"Presiden Republik Indonesia kembali menyampaikan posisi Indonesia dan mengharapkan Australia dapat membantu mewujudkan perdamaian Palestina dan Israel berdasarkan two state solution," ujarnya.

Dalam pertemuan, PM Australia juga menyampaikan kembali dukungan Australia terhadap pengembangan konsep kerjasama Indo-Pasifik, yang diprakarsai Indonesia, dengan mengedepankan sentralitas ASEAN.

"Indonesia menyampaikan penghargaan atas dukungan Australia terhadap pengembangan Indo-Pasifik yang mengedepankan sentralitas ASEAN," pungkas Menlu.

KAMPANYE POSITIF
Setelah bertemu PM Morrison, Presiden Jokowi menggelar pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam pertemuan itu, Jokowi meminta meminta bantuan Putin untuk mendukung dan mempromosikan kampanye positif terhadap minyak sawit Indonesia. "Kami memohon dukungan untuk promosi dan kampanye positif bagi CPO (Crude Palm Oil) Indonesia," kata Presiden Jokowi melalui keterangan tertulisnya setelah bertemu dengan Putin.

Isu ini menjadi sorotan setelah Uni Eropa menerapkan kebijakan yang dianggap diskriminatif untuk membatasi impor minyak sawit. Jakarta dan Moskow sendiri saat ini terikat kesepakatan perdagangan berupa pertukaran hasil perkebunan Indonesia dengan 11 pesawat tempur jenis Sukhoi SU-35 yang diproduksi Rusia.
Menurut Jokowi, dukungan kampanye positif ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan dan memperkuat perdagangan antara Indonesia dan Rusia.

Nilai perdagangan bilateral kedua negara pada tahun 2017 tercatat meningkat sebesar 14,34 persen atau senilai US$2,5 miliar. "Saya menyambut baik kenaikan hubungan perdagangan kita. Di data kami, perdagangan bilateral meningkat 14,34% di tahun 2017 atau senilai US$2,52 miliar. Saya berharap target perdagangan US$5 miliar akan dapat tercapai di tahun 2020," ujarnya.

Guna mencapai target itu, Jokowi juga mendorong Rusia meningkatkan volume impornya terhadap produk-produk perikanan dan buah tropis Indonesia. Jokowi juga turut menyampaikan pandangannya soal perdagangan Indonesia dengan kerja sama ekonomi kawasan Eropa Timur dan Asia Tengah (EAEU).

"Saya harap Rusia sebagai Ketua EAEU dapat membantu mempercepat keputusan kolektif terhadap dimulainya perundingan persetujuan perdagangan bebas (FTA) antara Indonesia dengan EAEU, terutama untuk menanggapi prosedur pengajuan yang telah kami sampaikan sejak 2017," ucap Jokowi.

BERTEMU PRESIDEN CILE
Selain PM Australia dan Presiden Putin, Presiden Jokowi juga melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Cile Sebastian Pinera.

Pertemuan itu dilaksanakan di Pusat Konvensi Suntec, Rabu siang.

Dalam pertemuan itu, Presiden menyambut ketibaan Pinera didampingi oleh sejumlah menteri di salah satu ruangan lantai 3.

"Saya sangat menghargai pertemuan kita kali ini," kata Presiden dalam sambutan pembukanya.

Presiden juga menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya kembali Pinera sebagai Presiden Cile.

Pinera didampingi oleh sejumlah pejabat antara lain Penasehat Hubungan Internasional Cile Benjamin Salas, Duta Besar Cile untuk Singapura James Sinclair, serta Konsul Cile untuk Singapura Andres Borlone.

Sebelumnya Presiden telah mengikuti makan siang resmi ASEAN bersama kepala negara dan pemerintahan negara anggota ASEAN, Direktur IMF Christine Lagarde, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, dan Presiden Cile Sebastian Pinera. (Ant/Setpres/VoA/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru