Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 11 Maret 2026

Iran Tangkap 30 Tentara yang Terlibat Penembakan Pesawat Sipil Ukraina

* Presiden Rouhani: Siapapun yang Lalai Harus Dihukum
Redaksi - Rabu, 15 Januari 2020 11:27 WIB
241 view
Iran Tangkap 30 Tentara yang Terlibat Penembakan Pesawat Sipil Ukraina
Okezone
Ilustrasi
Teheran (SIB)
Aparat penegak hukum Iran dilaporkan menangkap 30 tentara yang diduga terlibat dalam insiden salah tembak. Insiden itu menyebabkan pesawat Boeing 737 maskapai Ukraine International Airlines nomor penerbangan PS752 yang membawa 176 orang jatuh di pinggiran Teheran, pada 8 Januari lalu.

Pengumuman itu disampaikan di tengah merebak aksi unjuk rasa di Iran sebagai protes atas perbuatan militer di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat. "Penyelidikan menyeluruh telah dilakukan dan sejumlah orang sudah ditangkap terkait proses tersebut," kata juru bicara aparat penegak hukum Iran, Gholamhossein Esmaili, seperti dilansir Associated Press, Selasa (14/1).

Esmaili menerangkan, sepanjang malam komisi yudisial bergerak meneliti dokumen, dan menggelar investigasi di area kecelakaan. "Kami sudah mendapat beberapa kesimpulan. Namun, kami harus memperlebar semua opsi hingga mendapat kebenarannya," katanya.

Sebelumnya, Presiden Hassan Rouhani dalam pernyataannya di televisi menegaskan bahwa semua orang yang bertanggung jawab atas ditembak jatuhnya pesawat maskapai Ukraina, harus dihukum. Rouhani juga menyerukan dibentuknya pengadilan khusus untuk mengadili pihak-pihak yang bertanggung jawab itu. "Siapa pun yang pantas dihukum harus dihukum. Penting bagi publik agar tahu siapa pelakunya. Dunia memperhatikan," tegas Rouhani dalam pernyataan terbaru, seperti dilansir AFP, Selasa (14/1).

Militer Iran baru mengakui salah sasaran tiga hari setelah kejadian. Bahkan, dilaporkan sempat ada upaya untuk menutupi kejadian tersebut. Presiden Iran, Hassan Rouhani, mengklaim insiden tersebut terjadi karena faktor kesalahan manusia. Dia juga menjanjikan akan menyeret seluruh pelaku ke pengadilan.

"Penegak hukum harus membentuk pengadilan khusus terdiri dari sejumlah hakim dan pakar. Ini bukan kasus biasa. Seluruh dunia akan menyoroti perkara ini," kata Rouhani.

Rouhani mengatakan insiden tersebut sangat menyakitkan dan sulit dimaafkan. Dia juga menyatakan seluruh pihak yang terlibat harus bertanggung jawab. "Tanggung jawab itu dipikul bukan hanya satu orang. Yang lainnya juga. Dan saya mau persoalan ini diselesaikan dengan jujur," kata Rouhani. Meski begitu, Rouhani memuji sikap militer Iran yang mau mengakui kesalahannya.

Pesawat nahas itu singgah di Iran dan hendak melanjutkan penerbangan ke Kiev, Ukraina. Insiden itu terjadi usai Iran meluncurkan rudal untuk menggempur dua markas pasukan AS di Irak.

Hal itu dilakukan sebagai balasan atas serangan udara AS di Bandara Baghdad, Irak, yang menewaskan seorang jenderal Iran, Qasem Soleimani. Komandan Kesatuan Angkasa Korps Garda Revolusi Iran, Jenderal Amir Ali Hajizadeh, menyatakan bertanggung jawab penuh terkait insiden tersebut. Dia bahkan sempat berujar ingin mati ketika mendengar peristiwa salah tembak itu.

Penyidik Kanada Diberi Akses
Sementara itu, penyidik Kanada diberi akses terhadap kotak hitam pesawat maskapai Ukraina yang ditembak jatuh di Iran. Kanada juga mendapatkan akses untuk memeriksa langsung puing pesawat dan lokasi jatuhnya pesawat di pinggiran Teheran.

Seperti dilansir Associated Press, Selasa (14/1), Badan Keselamatan Transportasi Kanada (TSB) menyebut otoritas Iran mengundang pihaknya untuk berpartisipasi dalam proses analisis rekaman suara dan data penerbangan yang ada pada kotak hitam pesawat yang dijatuhkan rudal Iran pada 8 Januari lalu.

Militer Iran telah mengakui secara tidak sengaja menembak jatuh pesawat maskapai Ukraine International Airlines, beberapa jam setelah melancarkan serangan rudal terhadap markas pasukan Amerika Serikat (AS) di Irak sebagai balasan atas serangan drone AS yang menewaskan Komandan Pasukan Quds, Qasem Soleimani. Total 176 penumpang dan awak, termasuk 57 warga Kanada, tewas dalam insiden tersebut.

Otoritas Kanada mengirimkan tim ke Teheran untuk membantu penyelidikan yang sedang dilakukan Iran. Kepala TSB, Kathy Fox, dalam pernyataan terbaru mengungkapkan bahwa Iran telah mengundang pihaknya untuk ikut terlibat sebagai pemantau dalam proses pengunduhan dan analisis kotak hitam pesawat jenis Boeing 737-800 itu, kapan saja dan di mana saja nantinya akan dilakukan.

Fox menyatakan harapan agar TSB bisa berperan besar dalam proses itu. "Kami bekerja sangat keras untuk membangun kepercayaan setiap hari agar kami dilibatkan," ucap Fox. "Peran Kanada masih berkembang. Masih harus dilihat seberapa jauh itu akan terjadi," imbuhnya.

Natacha Van Themsche selaku direktur penyelidikan pada TSB, menuturkan bahwa para pakar Kanada juga diundang untuk memeriksa langsung bangkai dan puing pesawat, serta mengunjungi langsung lokasi jatuhnya pesawat. Undangan semacam itu tergolong langkah tidak biasa karena pesawat yang jatuh tidak dirakit di Kanada dan insiden tidak terjadi di Kanada.

Dua penyidik Kanada telah mendapatkan visa untuk bepergian ke Iran dan tim kedua dengan keahlian dalam pengunduhan rekaman dan analisis data penerbangan akan segera dikerahkan ke Teheran. Ditambahkan Van Themsche bahwa pihaknya juga akan menyelidiki soal mengapa wilayah udara Iran tidak ditutup untuk pesawat sipil ketika Iran melancarkan serangan rudal terhadap markas pasukan AS di Irak.

Diketahui bahwa Kanada memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran sejak tahun 2012. Namun Perdana Menteri (Kanada) Justin Trudeau dan Menteri Luar Negeri Kanada, Francois-Philippe Champagne, mulai menjalin komunikasi dengan Iran sejak jatuhnya pesawat maskapai Ukraina.

Iran secara tidak sengaja menjatuhkan pesawat penumpang itu saat dalam kondisi waspada menanti balasan dari AS, usai menyerang dua markas pasukan AS di Irak pada 8 Januari lalu. Trudeau menyebut jatuhnya pesawat maskapai Ukraina itu sebagai tragedi bagi Kanada karena 138 penumpang di dalamnya hendak melanjutkan penerbangan ke Kanada. Mereka terdiri atas mahasiswa, pengantin baru, dokter dan orangtua. Korban paling muda disebut berusia 1 tahun.

Menlu Kanada dan utusan dari negara-negara lainnya yang warganya menjadi korban kecelakaan pesawat itu, akan bertemu di London, Inggris pada Kamis (16/1) mendatang untuk saling berbagi informasi. Selain Kanada, para korban kecelakaan itu diketahui berasal dari Iran, Swedia, Afghanistan, Ukraina, Inggris dan Jerman. (AFP/dtc/CNNI/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru