Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Zarkasih Gifari, Siswa SMAN 13 Medan Idap Tumor Otak

Redaksi - Sabtu, 15 Februari 2020 17:48 WIB
921 view
Zarkasih Gifari, Siswa SMAN 13 Medan Idap Tumor Otak
SIB/Dok
Kondisi terkahir Zarkasih saat berbaring di atas kasur di kontrakan rumahnya, Jalan Karya Perbatasan Sebelum Masjid Al Furqon, Medan Polonia, Jumat (14/2). 
Medan (SIB)
Empat bulan lamanya sudah Zarkasih Gifari Dongoran siswa kelas XII IPS 2 SMAN 13 Medan menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Siapa sangka nasib malang menimpa hidupnya, yang dikira hanya mengalami penyakit pusing dan mual biasa, ternyata setelah diperiksa melalui CT Scan, dokter menemukan ada penyakit ganas lengket di kepalanya, tumor otak.

Tubuh yang sebelumnya kekar dan kuat serta wajah yang dikenal ramah dan riang oleh teman-temannya kini tidak lagi terlihat di wajahnya. Zarkasih terkulai lemah di atas kasur rumah kontrakannya Jl Karya Perbatasan Sebelum Masjid Al Furqon sebelah Ayam Penyet Arul, Medan Polonia tanpa bisa menggerakkan badannya dan berkomunikasi dengan siapapun. Matanya bengkak dan tertutup sebelah serta kepala yang kadang membengkak dan lembek.

Kondisi seperti ini membuat Zarkasih yang merupakan anak kedua dari pasangan Ramli Dongoran dan Zuhairia Nasution, sudah beberapa bulan tidak masuk sekolah.

Musibah yang dialaminya membuat keluarga besar SMAN 13 Medan prihatin dan ikut merasakan kesedihan, apalagi Zarkasih merupakan siswa berstatus aktif yang akan mengikuti Ujian Nasional (UN) Maret mendatang. Namun demikian kepala sekolah, guru dan siswa percaya Zarkasih akan cepat pulih dan sehat.

Kepala SMAN 13 Medan Mukhlis menceritakan, awal mula sakit siswanya yaitu terjatuh saat main bola kaki di lapangan dekat rumah. Keningnya terbentur dengan kening temannya yang mengakibatkan ia jatuh dan kepalanya terbentur ke tanah.

Ia sempat pingsan dan setelah sadar kembali bermain lagi. Namun hari demi hari ia mengalami rasa sakit sehingga dibawa ke Rumah Sakit Mitra Sejati dan oleh dokter didiagnosis penyakit asam lambung, keadaannya membaik. Tapi selang beberapa bulan ia kembali mengeluhkan rasa sakit dan dibawa ke RSUP Adam Malik di sana dilakukan CT Scan ternyata ditemukan darah membeku di kepala dan pada akhirnya dia didiagnosis mengalami tumor otak.

"Sejak itu keadaannya mulai melemah, ia harus mengonsumsi obat-obatan yang diberikan dokter, dalam sehari ia bisa mengalami kejang-kejang 3 sampai 4 kali. Bahkan dokter menganjurkan agar segera dilakukan tindakan operasi, namun mengingat operasi membutuhkan biaya sangat besar, kedua orangtua Zarkasih hanya bisa pasrah dan berusaha apa adanya karena keterbatasan biaya.

Sementara pihak sekolah sendiri sudah berupaya sebisa mungkin membantu biaya pengobatan, mulai dari menggalang dana sukarela dari sekolah, guru dan siswa yang sudah beberapa kali hingga sempat teman-temannya turun ke jalan meminta donasi dari pengendara jalan," katanya kepada SIB, Jumat (14/2).

Lanjut dia, sementara untuk statusnya di sekolah jika nanti memungkinkan ia sanggup mengikuti ujian maka tim dari sekolah akan membantunya dengan mendatanginya ke rumah untuk menolong sebisa mungkin.

"Teman-temannya Zarkasih begitu sangat sayang kepadanya, hingga mereka juga meminta bantuan kepada orangtuanya masing-masing untuk bisa ikut berpartisipasi menolong dana yang dibutuhkan. Itulah mengapa sekolah sangat mendukung Zarkasih agar tetap kuat biar keadaannya cepat sembuh dan pulih. Benar memang, dana yang dibutuhkan tidaklah sedikit, untuk itu pihak keluarga sangat berharap ada pihak-pihak yang bersedia membantu biaya operasi. Kami melalui SMAN 13 Medan siap menjadi mediator bagi siapapun yang ingin menyumbangkan sedikit bantuannya kepada siswa kami. Dan juga melalui link
https://kitabisa.com/campaign/bantuzarkasih. Saat ini untuk berobat Zarkasih mengandalkan biaya dari BPJS dan bantuan dari kerabat dan saudara. Berharap melalui pemberitaan di Harian SIB, banyak pihak yang memberikan bantuannya," katanya. (M20/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru