Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026
Observasi di Natuna Berakhir

238 WNI Bersih dari Corona, 4 dari Sumut

Jokowi Minta Warga Diterima Apa Adanya
Redaksi - Minggu, 16 Februari 2020 09:26 WIB
182 view
238 WNI Bersih dari Corona, 4 dari Sumut
Foto: Ant/Muhammad Adimaja
DIPULANGKAN: Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (keempat kiri) menyapa sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah selesai menjalani masa observasi usai dievakuasi dari Wuhan, Provinsi Hubei, China di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Rade
Natuna (SIB)
Sebanyak 238 warga negara Indonesia dari Wuhan, China, yang selesai menjalani observasi di Natuna, Kepulauan Riau, diterbangkan ke Halim Perdanakusuma untuk kembali ke daerah asal. Saat prosesi pelepasan, WNI yang dinyatakan bersih dari virus corona (COVID-19) ini diingatkan untuk tetap menjaga kesehatan. Dari 238 WNI tersebut, 4 di antaranya berasal dari Sumut
"Jadi jaga kesehatan kalian semua, terus olahraganya, yang ringan-ringan saja yang penting bisa tetap bergerak. Makan yang gizi cukup supaya tetap sehat. Jangan lupa minum jamu," kata Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sebelum melepas pulang WNI di Natuna sebagaimana dilansir Antara, Sabtu (15/2).

Total 243 orang dikarantina selama dua pekan setelah proses evakuasi warga negara Indonesia dari Wuhan, China dilakukan dengan 238 di antaranya adalah WNI yang tinggal dan berada di pusat mewabahnya corona.
Menkes Terawan bersama Menko PMK Muhadjir Effendy serta KepalaBNPB Doni Monardo datang ke Natuna untuk secara simbolis mengembalikan mereka ke daerah asal mereka masing-masing.

Beberapa WNI tampak meneteskan air mata ketika berbaris rapi mendengar sambutan. Mereka semua berbaris rapi sambil membawa bendera merah putih

Senyum juga tampak mengembang di wajah mereka dan ketika Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan bahwa mereka sehat dan terbukti bebas dari COVID-19.

"Kalian ceritakan bagaimana anda bisa sehat agar mereka bisa mencontoh kalian semua," kata Menko PMK Muhadjir.
WNI dari Natuna dibawa ke Lanud Halim Perdanakusuma menggunakan pesawat milik TNI AU. Pesawat yang digunakan ke Halim sama dengan pesawat yang menjemput WNI dari Batam ke Natuna, yakni dua Boeing 737 dan 1 Hercules.
Penerbangan dibagi dalam tiga waktu. Pesawat pertama yang terbang ialah Hercules.

Pesawat tersebut bergerak untuk lepas landas dari Lanud Raden Sadjad di Natuna sekitar pukul 13.10 WIB. Dua pesawat lainnya bergerak untuk lepas landas juga. Pesawat tersebut juga mendarat di Lanud Halim.

Diketahui, 238 WNI tersebut terdiri dari 158 orang perempuan dan 80 orang laki-laki. Di antara mereka usia termuda yaitu 5 tahun dan usia tertua 64 tahun. Selain itu, ada 5 orang tim dari KBRI juga dibawa.

238 WNI berasal dari 28 daerah di seluruh Indonesia. Rinciannya, Aceh (13 orang), Bali (2), Bangka Belitung (1), Banten (5, Bengkulu dan DIY (2) dan Gorontalo 1 orang.DKI Jakarta 16 orang, Jambi (4), Jawa Barat (9), Jawa Tengah (10) dan Jawa Timur yang terbanyak 65 orang. Kalimantan Barat 4 orang, Kalimantan Timur (15), Kalimantan Selatan (8), Kalimantan Tengah (4) dan Kepulauan Riau (2).Lalu, Lampung (1), NTB (4), Papua (5), Papua Barat (9), Riau (6), Sulawesi Barat (2), Sulawesi Selatan (16). Sulawesi Tengah (2), Sulawesi Tenggara (4), Sumatera Utara (4), dan Sumatera Barat (1).

Isak Tangis
Isak tangis dan tepuk tangan meriah serta kibaran bendera Merah Putih terjadi dalam upacara pelepasan untuk warga negara Indonesia (WNI) asal Wuhan yang akan kembali ke daerah masing-masing setelah diobservasi selama dua pekan di Natuna.
"Dengan keceriaan dan kebahagiaan ini mereka dalam kondisi sehat. Karena sejak kemarin pagi dan tadi dibuktikan tenaga medis bahwa mereka semuanya 243 terdiri dari 79 pria dan 176 wanita, 3 anak dalam keadaan sehat wal afiat," kata Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I Yugo Margono dalam sambutan di hanggar tempat karantina para WNI tersebut di Kepulauan Natuna, Kepri, dikutip Antara, Sabtu (15/2).

Beberapa WNI tampak meneteskan air mata ketika berbaris rapi mendengar sambutan. Mereka semua berbaris rapi sambil membawa bendera Merah Putih.

Senyum juga tampak mengembang di wajah mereka. Saat Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan mereka sehat dan terbukti bebas dari corona (COVID-19) tepukan tangan riuh terdengar.
"Kalian ceritakan bagaimana anda bisa sehat agar mereka bisa mencontoh kalian semua," kata Menko PMK Muhadjir yang berbicara di depan para WNI dari Wuhan dan staf kesehatan yang memantau mereka.

Warga Natuna Ikut Melepas
Warga Natuna, Kepulauan Riau, ikut melepas 238 orang WNI dari Wuhan, China, yang selesai menjalani observasi.
Dilihat dari siaran langsung CNN Indonesia TV, tampak banyak warga duduk di tenda yang disediakan di Lanud Raden Sadjad, Natuna, Sabtu (15/2). Mereka memegang bendera Merah-Putih berukuran kecil.

"Jadi sekali lagi kami ucapkan selamat, saudara kita WNI dari Wuhan setelah 14 hari masa observasi, saudara kita dinyatakan sehat. Kami bersyukur sekali, hari ini hari terakhir (observasi)," kata warga Kampung Pering, Ali, dalam wawancara dengan CNN Indonesia TV.

Ali menyebut warga yakin 238 WNI yang sebelumnya dievakuasi dari Wuhan karena wabah virus Corona (COVID-19) dalam kondisi sehat setelah observasi selama 14 hari di Lanud Raden Sadjad.

Sementara itu, Jokowi meminta kepada masyarakat untuk menerima semua Warga Negara Indonesia (WNI) yang baru saja pulang dari karantina di Natuna karena Virus Corona apa adanya. Ia menjamin WNI tersebut tidak ada masalah.

Jaminan ia berikan terkait proses karantina selama 14 hari yang sudah dijalani WNI tersebut. Dari hasil karantina tersebut, masyarakat itu dinyatakan aman.

“Karantina di Natuna juga di sana ketat, diawasi, ketat dicek, harian dicek. Sekarang sudah 14 hari, memang protokolnya seperti itu,” katanya dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, Sabtu (15/2).

Sebanyak 238 warga negara Indonesia yang menjalani observasi di Natuna karena wabah Virus Corona, pada Sabtu (15/2) tiba di Jakarta. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan ke-238 WNI tersebut telah dinyatakan bebas infeksi Virus Corona
“Kami bersama WHO melengkapi dengan sertifikat kesehatan, mereka sehat semua,” katanya.

Kepulangan tersebut disambut gembira oleh Muhammad Cik Anang, orang tua dari Yusuf Azhar salah satu WNI yang menjalani karantina.
“Senang sekali bisa menjemput anak saya,” ujarnya. (detikcom/CNNI/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru