Jakarta (SIB)
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) menduga ada pihak yang sengaja membuang limbah radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel). Pihak Batan menyerahkan ke Bapeten untuk melakukan investigasi.
"Kewenangan penyelidikan terkait adanya paparan radiasi di perumahan Batan Indah menjadi kewenangan Bapeten," ujar Kepala Biro Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Kerja Sama Batan Heru Umbara lewat pesan singkat, Minggu (16/2).
Batan memastikan radioaktif di Perumahan Batan Indah bukan dari aktivitas reaktor nuklir. Bila ada kebocoran dari reaktor, tak mungkin radioaktif hanya berada di lokasi tersebut.
"Jadi kita bisa memastikan bahwa adanya peningkatan paparan di sini itu bukan dari atau mungkin sumbernya dari reaktor. Karena tidak mungkin ada bocoran atau gitu dari reaktor yang hanya daerahnya sini saja," kata Heru.
Selanjutnya, pihak Bapeten akan kembali memetakan paparan radioaktif di Perumahan Batan Indah. Bapeten saat ini menduga ada pihak yang sengaja membuang limbah radioaktif di perumahan tersebut.
"Jadi intinya begini, perlu ditegaskan bahwa ini bukan kebocoran atau kejatuhan atau fall out, gitu. Semata-mata mungkin ini memang ada yang meletakkan, menaruh, membuang, atau apa pun. Kita akan menginvestigasi lebih lanjut," kata Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Bapeten Indra Gunawan, Sabtu (15/2).
Ada 27 Drum
Petugas sedang mengambil limbah radioaktif di Perumahan Batan. Limbah ini ditaruh di dalam drum dan diangkut memakai truk ke PLTR (Pusat Teknologi Limbah Radioaktif).
Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Heru Umbara mengatakan ada 28 petugas yang terbagi dalam empat kelompok untuk mengambil limbah radioaktif di Perumahan Batan. Kelompok ini, lanjutnya, bekerja tiap 1 jam.
"(Bekerja) dengan cara memasukkan tanah ke drum. Kelompok pertama tadi sudah bekerja menghasilkan 27 drum. Selama 1 jam, kelompok pertama mengumpulkan 27 drum tanah yang nanti akan dibawa ke PTLR," kata Heru di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangsel, Minggu (16/2).
Dia menambahkan tanah yang mengandung zat radioaktif yang diangkut kelompok pertama ini masih dalam kategori aman, yakni 2-10 mikrosievert/jam.
"Batasannya 80 mikrosievert. Masih di bawah," lanjutnya.
Petugas Kembali Bersihkan Limbah Radioaktif di Batan Indah:
Heru mengatakan kelompok kedua telah mengambil 12 drum. Dari pengambilan tanah ini, diketahui dosis tanahnya lebih rendah ketimbang drum yang telah diangkut kelompok pertama.
"Hasil dari penerimaan paparan lebih kecil lagi. Karena mungkin di kelompok pertama tadi sudah terangkat banyak. Jadi penerimaan dosisnya antara 2-10 mikrosirvert. Bahkan ada yang nol koma," ungkapnya.
Dia pun mengatakan mapping terus dilakukan untuk proses pengambilan zat radioaktif ini. Tanah yang terpapar zat radioaktif, sambungnya, diambil dengan mengeruk tanah.
"Jadi yang sudah dilakukan (pengerukan) 10. Sekarang itu kan tidak dikeruk, kita mengambil dari yang sudah dikeruk. Ini kan ada gundukan tanah. Mungkin nanti kalau paparannya masih ada di atas, kita akan lanjutkan pengerukan. Kita lakukan per 10 sentimeter," pungkasnya.
Terpantau di lokasi, drum-drum masih ditaruh di daerah yang terkena zat radioaktif. Petugas masih melakukan clean up. Police line pun masih terpasang.
Terpantau juga, 1 truk ada di sekitar lokasi untuk membawa drum berisi tanah yang telah diambil ke PLTR.
Bukan Kebocoran
Limbah radioaktif muncul di perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel). Zat radioaktif ini dipastikan bukan karena kebocoran fasilitas nuklir.
"Saya sampaikan, sampai hari ini status seluruh fasilitas, kondisinya normal, tidak apa-apa," kata Kepala Bagian Komunikasi Publik dan Protokol Bapeten, Abdul Qohhar, Minggu (16/2).
Abdul menjelaskan, banyak yang menghubungkan adanya kebocoran fasilitas nuklir di Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Serpong. Dia menjelaskan, bila terjadi kecelakaan atau kebocoran nuklir, akan memunculkan banyak jenis unsur.
Sementara di kasus perumahan Batam Indah, katanya, hanya ada 1 jenis unsur, yakni Cs 137.
"Yang ada disini (perumahan Batan Indah) adalah single entitas, hanya Cs 137. Artinya ini hanya sebenarnya terkait pemanfaatan Cs 137 untuk keperluan yang lain," ujarnya.
Dia pun menjelaskan, Cs 137 banyak dipakai industri baja dan kertas. Pada industri kertas, zat radioaktif ini dipakai untuk mengukur ketebalan kertas yang akan diproduksi.
Sementara pada industri baja, Cs 137 digunakan untuk mengukur densitas baja tersebut.
Abdul mengatakan, investigasi masih dilakukan. Investigasi dilakukan untuk mengetahui apakah zat radioaktif di perumahan Batan Indah ini karena unsur kesengajaan atau tidak. Selain itu juga, dilakukan investigasi untuk mengetahui sudah sejak kapan limbah radioaktif ini ada.
"Nanti menunggu proses investigasi," ucap Abdul Qohhar.
Bakal Dicek Tubuh
Sementara itu, warga sekitar pun akan menjalani pengecekan. Abdul Qohhar menjelaskan warga Perumahan Batan Indah akan menjalani whole body check (WBC). Pengecekan ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada warga yang terpapar radioaktif atau tidak.
"Untuk itu, rencananya besok (Senin, 17/2), yang sudah disampaikan oleh pimpinan juga, dari warga ini akan di-sampling untuk melakukan tes yang namanya WBC. Untuk melihat apakah ada kontaminan (pengontaminasi) radioaktif yang masuk ke tubuh," kata Abdul.
Abdul mengatakan WBC akan dilakukan petugas Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan). Dia pun menerangkan WBC dilakukan untuk melihat zat radioaktif yang masuk ke tubuh seseorang masih dalam batas aman atau tidak.
"Kalau di bawah batas, it's OK berarti ya. Kalau melebihi batas, ini harus ada treatment lagi. Treatment teknis itu nanti mungkin bisa ditanyakan ke yang lebih paham itu," ujarnya.
Ketika disinggung apakah zat radioaktif ini sudah lama berada di permukiman warga, Abdul mengatakan hal itu harus dilakukan uji laboratorium terlebih dahulu. Abdul menjelaskan warga sekitar akan terkena radiasi radioaktif bila zat tersebut sudah lama di permukiman.
"Tapi kembali kita melihat nanti, sejauh mana efeknya. Yang penting kan kita bicara paparan ini efeknya gimana," ucap dia. (detikcom/d)