Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Masyarakat Desa Penting Kuasai Bahasa Inggris di Era Revolusi Industri 4.0

Redaksi - Selasa, 18 Februari 2020 19:33 WIB
446 view
Masyarakat Desa Penting Kuasai Bahasa Inggris di Era Revolusi Industri 4.0
SIB/Dok
PENGABDIAN MASYARAKAT: Elisabeth Ruthana SPd MPd  dan Lasmaria Sinaga, SPd M MPd, akademisi dari Universitas Quality  Berastagi Karo, ketika melakukan pengabdian masyarakat di Desa
Berastagi (SIB)
Bahasa memainkan peran penting dalam kehidupan manusia karena menjadi alat komunikasi dan sekaligus sebagai simbol sosial kemanusiaan. Dengan menggunakan bahasa seseorang bisa membuat pernyataan, menyampaikan fakta dan pengetahuan, menjelaskan atau melaporkan sesuatu dan menjaga hubungan sosial antara para pengguna bahasa.

“Terlebih bahasa Inggris, karena selama ini potensi bahasa Inggris belum termanfaatkan dengan baik dan jelas di desa-desa. Padahal bisa memungkinkan masyarakat untuk berkomunikasi dan berinteraksi setiap orang di seluruh dunia,” kata Elisabeth Ruthana SPd MPd dan Lasmaria Sinaga SPd M MPd, akademisi dari Universitas Quality Berastagi Karo, kepada wartawan, Senin (17/2) di Medan.

Tentang pentingnya mengetahui Bahasa Inggris ini mereka sampaikan kepada masyarakat di Desa Kutambelin, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo belum lama ini. Sebagai bahasa global atau universal, menurut mereka, Bahasa Inggris tidak hanya memungkinkan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan setiap orang di seluruh dunia, tetapi juga bisa mengubah kehidupan kita menjadi lebih baik.

Selain itu, kami juga harus menyadari bahwa negara-negara barat memainkan peran luar biasa dalam mengembangkan dan menjaga ilmu pengetahuan dan teknologi. Jadi jika kita ingin menjadi ilmuwan terampil, ahli bahasa dan mampu bersaing dengan negara-negara lain di dunia, harus bisa memahami, menguasai Bahasa Inggris.

“Terlebih Berastagi adalah kawasan wisata, Desa Kutambelin bagian dari kecamatan itu dan pada umumnya mata pencaharian penduduknya bertani. Jika anda tidak dapat berbicara Bahasa Inggris bagaimana kita tahu perkembangan teknologi dunia. Petani bisa mengembangkan teknologi pertaniannya dengan baik dengan bisa berbahasa Inggris lewat internet. Daerah pariwisata, pertaniannya bisa jadi agrowisata kalau penduduknya banyak yang bisa berbahasa Inggris,” tutur Elisabeth dan Lasmaria.

Lanjut mereka, suka atau tidak, bahasa Inggris adalah bahasa yang sangat penting untuk belajar bagaimana berbicara. Maka dari itu, Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Quality Berastagi (LPPM UQB) melalui dosen prodi pendidikan bahasa Inggris, merespon akan kepedulian tersebut dengan menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa “Pentingnya Bahasa Inggris di Era Revolusi Industri 4.0 di Desa Kutambelin Kabupaten Karo”.

Manfaat dari yang dicapai dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah pentingnya bagi generasi muda untuk dapat meningkatkan dan mengetahui seberapa pentingnya bahasa Inggris di era revolusi industri 4.0. Mengingat kemampuan berbahasa Inggris menjadi sangat krusial di era persaingan global yang didukung kemajuan teknologi ini.

“Kemahiran berbahasa Inggris berkaitan erat dengan persaingan ekonomi peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah kunci sukses menghadapi pasar bebas di era ini. Bahasa Inggris menjadi alat komunikasi utama untuk dapat memenangkan persaingan global,” ungkap mereka. (M10/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru