Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Desa Paropo 1 Gotong Royong Bangun Jembatan Putus

Redaksi - Sabtu, 22 Februari 2020 09:46 WIB
340 view
 Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Desa Paropo 1 Gotong Royong Bangun Jembatan Putus
SIB/Dok
JEMBATAN DARURAT : Warga Desa Paropo 1 Kecamatan Silahisabungan gotong royong membangun jembatan darurat.Jemabtan putus pasca banjir bandang Nopember 2019.
Sidikalang (SIB)
Warga Desa Paropo 1 Kecamatan Silahisabungan Dairi gotong royong bangun jembatan darurat, karena jembatan tak kunjung diperbaiki setelah putus diakibatkan banjir bandang Nopember 2019 lalu.

Hermanto Situngkir kepada wartawan, Jumat (21/2) mengatakan, warga terpaksa mengumpulkan sejumlah uang untuk membeli semen, agar jembatan darurat bisa dibangun. Jembatan Binanga Hutauruk di Dusun 3 Desa Paropo 1 merupakan akses menuju sentra pertanian di desa itu, putus diakibatkan banjir bandang Nopember lalu. "Ada sekitar 80 kepala keluarga (KK) berladang di daerah tersebut," ucapnya.

Jembatan dibangun agar kendaraan roda dua bisa melintas. Artinya, jembatan itu tidak akan bertahan lama. Ketika hujan deras dan air sungai besar, jembatan tersebut juga akan dibawa air. "Saat ini, yang penting bisa dilalui kendaraan roda dua," sebutnya.

Hermanto lebih lanjut mengatakan, pasca banjir bandang, jembatan itu tidak bisa dilalui kendaraan. Tetapi hingga kini tidak ada perbaikan dari pemerintah. Putusnya jembatan itu mengakibatkan petani tidak bisa mengeluarkan hasil pertanian seperti bawang.

Dan demikian juga sebaliknya, warga tidak bisa mengantar kompos (pupuk kandang) dan pupuk ke daerah perladangan.

Terkait jembatan putus sudah beberapa kali disampaikan kepada pemerintah melalui kepala desa, juga kepada anggota DPRD Dairi yang berasal dari daerah pemilihan 4 (Kecamatan Sumbul, Pegagan Hilir dan Silahisabungan) tidak juga ada perbaikan. Tetap tidak tanda- tanda perbaikan, sehingga dilakukan gotong royong.

Ia mengatakan, beberapa anggota DPRD Dairi yang duduk dari Dapil 4 terkesan diam, padahal kondisi jembatan itu sudah beberapa kali dilaporkan. "Mungkin mereka lupa, bahwa mereka duduk di dewan karena dipilih masyarakat Paropo 1," ucapnya.

Kita berharap jembatan itu dapat segera diperbaiki, sehingga petani tidak kesulitan mengeluarkan hasil pertanian. Mata pencarian warga di desa itu mayoritas dari pertanian bawang.

Kepala Desa Paropo 1, Hehe Raya Sihaloho membenarkan, masyarakat gotong royong untuk membangun jembatan darurat. Warga dan juga perantau mengumpulkan sejumlah uang untuk membeli semen dan material lainnya. Gotongroyong ini merupakan yang kedua kalinya. Karena dilakukan setiap Jumat.

Permohonan perbaikan sudah pernah disampaikan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dairi, tetapi hingga kini belum juga diperbaiki. Terakhir, lanjut Hehe, juga disurati kepada Camat Silahisabungan.

Hehe mengaku, perbaikan jembatan sudah pernah dibahas pada Musrenbang desa, namun karena anggaran untuk perbaikan jembatan itu cukup besar, sehingga dana desa Desa Paropo 1 tidak cukup, karena banyak yang akan dibangun pada tahun anggaran 2020. (K05/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru