Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Menteri Pariwisata Tertarik Terhadap 40 Objek Wisata Destinasi Desa di Karo

* Raja dan Ratu Belanda Berencana Kunjungi Kawasan Danau Toba Pada 12 - 15 Maret
Redaksi - Sabtu, 22 Februari 2020 09:50 WIB
164 view
Menteri Pariwisata Tertarik Terhadap 40 Objek Wisata Destinasi Desa di Karo
SIB/Dok
FOTO BERSAMA : Bupati Karo Terkelin Brahmana,foto bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wisnutama Kusubandio seusai mengikuti Rapat Kerja Bidang Sektor Pariwisata yang digagas Kementerian Koodinator Bidang Kemaritiman dan Investasi bersa
Medan (SIB)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengaku tertarik terhadap 40 objek wisata destinasi desa di Kabupaten Karo, sehingga perlu dikembangkan secara profesional untuk menarik wisatawan sebagai sumber PAD (Pendapatan Asli Daerah).

Hal itu diungkapkan Bupati Karo Terkelin Brahmana SH didampingi Ketua DPRD Karo Iriani Br Tarigan kepada wartawan, Jumat (21/2) di DPRD Sumut seusai bertemu dengan Ketua DPRD Sumut Drs Baskami Ginting menyampaikan hasil pertemuan Rapat Kerja Bidang Sektor Pariwisata yang digagas oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Jakarta.

"Untuk wilayah KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) Danau Toba termasuk Kabupaten Karo telah memiliki destinasi desa wisata 40 objek. Pak Menteri Pariwisata mengaku sangat tertarik dan dia berpesan agar fokus mengelola desa wisata tersebut dengan mengutamakan pelayanan dan kebersihan," ujar Bupati Karo menjawab wartawan.

Menurut Terkelin Brahmana, Menteri Pariwisata juga banyak mendengar informasi, bahwa Karo memiliki banyak objek unggulan yang dapat dijadikan daya pikat pariwisata, sehingga dia sangat tertarik mengunjungi daerah "bumi turang" tersebut, apalagi kawasan itu jaraknya hanya 76 Km dari Kota Medan dan tidak terlalu jauh bagi wisatawan.

Mendengar ucapan Menteri Pariwisata tersebut, Bupati Karo menyambutnya dengan senang hati dan siap menerima kunjungan Menteri, karena kedatangan menteri merupakan penghargaan bagi masyarakat Karo khususnya.

Dalam rapat kerja tersebut, tambah Bupati Karo, kolaborasi kedua kementerian ini juga membahas isu trending topik bagi KSPN menyangkut dampak virus Corona dan langkah mitigasinya dengan manajemen tanggap darurat di destinasi super prioritas dan peningkatan inbound capacity.

"Hal ini sangat penting guna persiapan kunjungan Raja dan Ratu Belanda serta paparan hasil kunjungan tim lintas sektoral ke 39 spot di Kawasan Danau Toba pada 12 - 15 Maret 2020," ujar Terkelin.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam rapat tersebut menegaskan khusus kawasan Danau Toba, agar semua pihak selalu memperhatikan kebersihan dan kenyamanan tempat pariwisata. Apalagi bakal ada kunjungan Raja dan Ratu Belanda ke Danau Toba, tentunya harus diutamakan kebersihan.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata Wishnutama Kusubandio juga menjelaskan, akibat virus corona, sungguh berpotensi mengancam bidang sektor pariwisata.

"Dampaknya, Indonesia terimbas adanya isu penyebaran virus corona padahal daerah kita masuk zona kuning, tanda petik masih ada keselamatan, kenyamanan dan kesehatan. Ketiga posisi ini membuat para turis dan wisatawan ragu ke Indonesia dengan mengabaikan point ketiga tersebut," katanya.

Bupati Karo juga mengakui, dampak virus corona, banyak sekali pengaruhnya ke sektor pariwisata khususnya ke Tanah Karo dan wilayah Danau Toba sekitarnya.

"Wisatawan dan turis enggan datang ke Tanah Karo dan berkunjung ke objek wisata yang ada di Indonesia, sebab isu virus corona seolah-olah sudah tersebar di setiap negara, termasuk Indonesia, sehingga objek wisata di sekitar KSPN Danau Toba, banyak penurunan kunjungan wisatawan," ujarnya. (M03/f)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru