Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

118 Tewas dalam Sehari, Korban Meninggal Akibat Corona Jadi 2.247 Orang

* Kaji Evakuasi WNI di Kapal Diamond Princess,KBRI Komunikasi ke Otoritas Jepang
Redaksi - Sabtu, 22 Februari 2020 10:18 WIB
161 view
118 Tewas dalam Sehari, Korban Meninggal Akibat Corona Jadi 2.247 Orang
Chinatopix via AP Photo
Tim medis yang menangani virus corona di Wuhan, China
Beijing (SIB)
Total sudah 2.247 orang meninggal dunia akibat virus corona secara global. Lebih dari 18 ribu pasien dilaporkan berhasil sembuh di wilayah China daratan.

Otoritas China melaporkan adanya 889 kasus baru virus corona di wilayahnya dan melaporkan 118 kematian baru akibat wabah ini.
Seperti dilansir Channel News Asia dan media nasional China Global Television Network (CGTN), Jumat (21/2), jumlah korban meninggal akibat virus corona di wilayah China daratan mencapai 2.236 orang. Sedikitnya 118 kematian baru, dengan 115 kematian di Provinsi Hubei, dilaporkan otoritas China pada Jumat (21/2) ini.

Ditambah dengan 11 korban meninggal lainnya di sedikitnya tujuh negara lainnya, total sudah 2.247 orang meninggal dunia akibat virus corona secara global.

Sebanyak 11 korban meninggal di luar China daratan itu terdiri dari tiga orang meninggal di Jepang, kemudian masing-masing dua orang di Hong Kong dan Iran, lalu masing-masing satu orang meninggal di Filipina, Prancis, Taiwan dan Korea Selatan (Korsel).
Sementara itu, dari 889 kasus baru yang dilaporkan di wilayah China daratan, sekitar 411 kasus di antaranya ada di Provinsi Hubei yang menjadi pusat wabah virus corona.

Jumlah total kasus virus corona di wilayah China daratan, menurut Komisi Kesehatan Nasional China (NHC), sejauh ini mencapai 75.465 kasus. Sebanyak 62.442 kasus di antaranya ada di Provinsi Hubei.

Sedangkan jumlah kasus virus corona yang terkonfirmasi di sedikitnya 26 negara lainnya, menurut Channel News Asia, saat ini mencapai 1.250 kasus. Kasus paling banyak ada di Jepang dengan 725 kasus, yang sebagian besar muncul dari kapal pesiar Diamond Princess yang selesai dikarantina pada Rabu (19/2) waktu setempat.

Secara total, saat ini ada 76.715 kasus virus corona terkonfirmasi di berbagai negara.

Jumlah pasien virus corona yang berhasil sembuh di wilayah China daratan dilaporkan kembali bertambah. NHC dalam laporannya, seperti dilansir kantor berita Xinhua News Agency, menyebut 2.109 pasien dipulangkan dari rumah sakit sepanjang Kamis (20/2) waktu setempat.

Dengan demikian, menurut NHC, total 18.264 pasien virus corona di wilayah China daratan telah dipulangkan dari rumah sakit setelah dinyatakan sembuh.

Komunikasi ke Otoritas Jepang
Sementara itu, Pemerintah Indonesia disebut berencana menjemput warga negara Indonesia (WNI) yang tidak terjangkit virus corona dari kapal pesiar Diamond Princess di Jepang. Kementerian Luar Negeri mengaku masih terus komunikasi dengan otoritas Jepang.

"Tentunya ada memberi masukan dan pertimbangan, khususnya mengacu pada pandangan dari KBRI kita di Tokyo. KBRI terus berkomunikasi dan berinteraksi dengan otoritas Jepang," kata Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah saat dihubungi, Kamis (20/2) malam.

Teuku menyebut sejauh ini sudah ada 4 WNI yang positif terkena corona. Dia pun menyebut rencana pemulangan WNI lainnya juga sudah dibahas lintas kementerian.

"Empat yang positif (korona), rencana pemulangannya sudah dibahas pagi tadi lintas kementerian di Kemenko PMK," ucapnya.

Teuku mengatakan pihak Kementerian Luar Negeri juga sudah menyampaikan hasil komunikasi dengan otoritas Jepang saat rapat lintas kementerian. Sejauh ini belum ada keputusan terkait cara pemulangan WNI tersebut.

"Hasil dari komunikasi itu yang disampaikan dalam rapat pembahasan pemulangan WNI kita, saya belum dengar keputusannya," ujar Teuku.

Jadi Opsi
Terkait pemerintah berencana mengevakuasi 74 WNI di kapal pesiar Diamond Princess, dengan salah satu opsinya menggunakan KRI dr Soeharso. TNI Angkatan Laut (AL) akan menyiapkan upaya yang terbaik.

"Kita siapkan yang terbaik," kata Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AL Laksamana Pertama TNI Mohamad Zaenal kepada wartawan, Kamis.

Zaenal mengaku belum mengetahui kapan KRI dr Soeharso akan diberangkatkan. TNI AL masih menunggu perkembangan informasi lebih lanjut.

"Belum tahu kapan akan diberangkat atau berangkat atau tidak, yang jelas TNI AL menyiapkan seoptimal mungkin," ujar dia. (detikcom/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru