Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Pemkot Pekalongan Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir Selama Sepekan

Redaksi - Sabtu, 22 Februari 2020 17:15 WIB
53 view
Pemkot Pekalongan Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir Selama Sepekan
news.detik.com
Suasana dapur umum korban banjir di Kota Pekalongan. 
Kota Pekalongan (SIB)
Pemerintah Kota Pekalongan menetapkan status tanggap darurat banjir untuk sepekan ke depan. Langkah ini diambil terkait empat kecamatan di kota setempat terendam banjir cukup parah.

Empat kecamatan yang terendam banjir yakni di Kecamatan Pekalongan Utara, Pekalongan Barat, Pekalongan Timur dan Pekalongan Selatan. Kondisi terparah yang membuat warga mengungsi banyak di di Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat.
Akibat banjir tersebut warga yang terdampak banjir sebanyak 3.300 jiwa. Namun yang mengungsi tercatat ada 1.100 jiwa.

Hal tersebut dikatakan Wakil Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, saat mengunjungi dapur umum di Stadion Hoegeng, Jumat (21/2) dinihari.

"Status darurat bencana dimulai sejak Kamis (20/2) hingga Kamis (27/2) ," ucapnya.

Penetapan status darurat bencana tersebut telah ditetapkan melalui melalui SK Wali Kota guna mencairkan dana cadangan untuk kebutuhan penanganan banjir di Kota Pekalongan.

Namun demikian Achmad Afzan Arslan Djunaid memastikan bahwa sejauh ini kebutuhan logistik, obat-obatan, makanan, kesehatan, kebutuhan bayi, selimut ribuan pengungsi tercukupi.

"Semua dinas terkait kita libatkan dibantu dengan anggota TNI-Polri memberikan kebutuhan logistik warga yang terdampak," jelasnya.

Menurutnya Pemkot akan melakukan distribusi bantuan baik yang mengungsi maupun yang terdampak banjir. Dapur umum dikatakannya dalam sehari mendistribusikan sebanyak 9.000 nasi bungkus.

"Warga yang pengungsi sekitar 1.100 orang dan jumlah warga terdampak namun tidak mengungsi sekitar 2.200 jiwa," katanya.
Mulai Surut

Sementara itu, banjir yang menggenangi Kota Pekalongan sudah mulai surut kemarin pagi. Banyak warga sudah kembali ke rumah dari lokasi pengungsian. Mereka mulai membersihkan rumah masing-masing dan menjemur perabotan rumah tangga.

Dari pantauan, warga Kelurahan Tirto di Pekalongan Barat sudah banyak yang mulai kembali ke rumah karena air tak lagi menggenangi rumah-rumah mereka. Namun demikian, genangan air masih terlihat halaman rumah warga atau di gang-gang kampung.

"Sudah surut. Hanya jalan saja yang masih tergenang. Surut sudah sejak semalam," kata Dewi, warga Tirto, saat ditemui, Jumat (22/2) pagi. (detikcom/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru