Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

WHO : Dunia Harus Bertindak Cepat Hadapi Virus Corona

Redaksi - Minggu, 23 Februari 2020 10:10 WIB
135 view
WHO : Dunia Harus Bertindak Cepat Hadapi Virus Corona
liputan6.com
Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus
Bern (SIB)
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut, kemungkinan penyebaran virus corona (COVID-19) lebih luas sudah mulai tertutup. Meski demikian, setiap negara diminta bertindak cepat untuk memastikan virus jenis baru ini benar-benar tak menyebar ke negeri masing-masing.

Ditanya apakah wabah virus ini tengah berada di 'titik kritis' usai munculnya kasus positif dan kematian di Iran dan Lebanon, Tedros menyebut penyebaran virus ini masih bisa diatasi. Namun, ia mengaku peluang penyebaran lebih jauh masih mungkin terjadi.

"Jendela peluang (penyebaran corona) semakin menyempit, jadi kita harus bertindak cepat sebelum menutup sepenuhnya," katanya dilansir Reuters, Sabtu (22/2).

Ia menambahkan, virus ini bisa saja menyebar ke segala arah. Oleh karena itu tindakan serius dari setiap negara harus dilakukan. "Jika kita melakukannya dengan baik, kita dapat menghindari krisis serius, tetapi jika kita menyia-nyiakan kesempatan maka kita akan memiliki masalah serius di tangan kita," ucapnya.


Tedros mengatakan tim yang beranggotakan ahli kesehatan dari berbagai negara akan mengunjungi Wuhan, daerah virus corona berasal. Tim akan datang guna mengoordinasikan penanganan kasus virus corona. Diketahui, kasus dan korban jiwa paling banyak terjadi di China. "Akan melakukan perjalanan ke Wuhan besok untuk melanjutkan pekerjaannya," ucap Tedros di Jenewa, Swiss.

Sebelumnya, tim tersebut sudah mengunjungi Beijing, Sichuan dan Guangdong. Wuhan menjadi kota selanjutnya guna mengetahui dan mengoordinasikan penanganan virus corona. Tedros juga mempertanyakan kasus virus corona di luar China. Terutama tentang orang yang terinfeksi virus namun belum diketahui pasti bagaimana mereka tertular.

"Meskipun jumlah total kasus Covid-19 di luar tetap relatif kecil, kami khawatir karena tidak ada hubungan epidemiologis yang jelas, seperti riwayat perjalanan atau kontak dengan yang sudah terinfeksi," tuturnya.

Peringatan itu dikeluarkan WHO setelah ada kasus yang dilaporkan di Iran dan Lebanon. Lebanon mengkonfirmasi kasus Virus Corona pertamanya dan mengatakan sedang memantau dua kasus potensial lainnya setelah seorang wanita berusia 45 tahun yang tiba dari kota suci Qom di Iran pada Kamis lalu dinyatakan positif, kata Menteri Kesehatan Hamad Hassan.

“Kami melihat pola penularan yang berbeda di tempat yang berbeda,” Dr. Sylvie Briand, direktur kesiapsiagaan bahaya infeksi global WHO, mengatakan. “Kami memiliki banyak keanekaragaman, wabah yang berbeda menunjukkan fase yang berbeda,” tambahnya.

Sementara otoritas Iran melaporkan satu lagi kematian di antara 10 kasus baru coronavirus yang terkonfirmasi. Dengan demikian total korban jiwa akibat virus corona di negeri itu adalah tiga orang dan total pasien corona sebanyak 28 orang.

Sejauh ini korban tewas menurut data yang dirilis Komisi Kesehatan Nasional China menyebut sudah mencapai 2.345 orang, dengan jumlah meninggal dunia dalam satu hari terakhir bertambah 109 jiwa.

Tak kunjungi Daegu
Kedutaan Besar RI untuk Korea Selatan mengimbau seluruh warga Indonesia untuk tidak mengunjungi Kota Daegu jika berwisata ke Negeri Ginseng di tengah wabah virus corona. Kota Daegu berjarak sekitar 278 kilometer dari tenggara Ibu Kota Seoul.

Imbauan itu dikeluarkan di tengah infeksi virus corona yang melonjak pesar di Korea Selatan. "Bagi Wisatawan Indonesia, disarankan menunda dulu kunjungan ke Daegu dan sekitarnya hingga penyebaran virus telah selesai dan tertangani dengan baik," bunyi kicauan KBRI Seoul di Twitter. Sejumlah warga Korea Selatan khawatir Daegu akan menjadi Kota Wuhan kedua. Wuhan merupakan sebuah kota di Provinsi Hubei, China, yang disebut sebagai sumber penyebaran virus corona pertama kali. (CNNI/Detikcom/f)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru