Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

DPRDSU: Dairi Sepertinya Tidak Ada Pemerintahan, Warga Gotong-royong Bangun Jembatan

* Desak Bupati Dairi Segera "Ambil-alih" Bangun Jembatan Secara Permanen Untuk Rakyat
Redaksi - Senin, 24 Februari 2020 09:29 WIB
836 view
DPRDSU: Dairi Sepertinya Tidak Ada Pemerintahan, Warga Gotong-royong Bangun Jembatan
Parlaungan Simangunsong 
Medan (SIB)
Sekretaris Komisi D DPRD Sumut yang membidangi pembangunan, Parlaungan Simangunsong mengaku sangat kaget membaca berita, bahwa warga Desa Paropo 1 Kecamatan Silahisabungan Dairi bergotong-royong membangun jembatan darurat, karena pemerintah tak kunjung memperbaiki pasca putus akibat diterjang banjir bandang Nopember 2019 lalu.

"Sepertinya Dairi tidak ada lagi pemerintah, sehingga warga terpaksa bergotong-royong membangun jembatan darurat. Peristiwa ini pukulan berat bagi Pemkab Dairi yang seolah-olah tidak peduli nasib rakyatnya," ujar Parlaungan Simangunsong kepada wartawan, Minggu (23/2) melalui telepon di Medan.

Dengan cara mengumpulkan uang untuk membeli semen guna membangun jembatan darurat, tegas Parlaungan, sebagai bukti masyarakat tidak lagi percaya kepada pemimpin di Kabupaten Dairi saat ini, sehingga rela merogoh kocek masing-masing untuk membangun sarana penghubung darurat.

"Dari informasi kita peroleh, ada 80 kepala keluarga yang melintasi jembatan tersebut menuju areal pertaniannya. Berarti sangat urgen untuk dibangun jembatan permanen, agar masyarakat tidak merasa terganggu dalam mencari nafkah," tandas Parlaungan.

Politisi Partai Demokrat Sumut ini mengaku kecewa atas ketidakpedulian Pemkab Dairi terhadap keluhan masyarakat Desa Paropo 1, sehingga dengan terpaksa masyarakat berinisiatif secara sukarela membangun jembatan darurat.

"Jembatan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat, karena sejak putus diterjang banjir bandang, masyarakat tidak bisa lagi mengangkut hasil pertaniannya, seperti bawang maupun pupuk kompos untuk tanaman. Kejadian ini sangat merugikan bagi petani," ujarnya.

Berkaitan dengan itu, Parlaungan mendesak Bupati Dairi segera memerintahkan Kadis PUPR Dairi 'mengambil-alih' pembangunan jembatan itu secara permanen, agar masyarakat tidak merasa terganggu dalam menjalankan aktifitasnya.

"Jika masyarakat sudah bermohon kepada Pemkab Dairi dan DPRD Dairi melalui aparat desa, alangkah baiknya Bupati Dairi, segera membangunnya melalui dana bencana alam atau dengan dana pendahuluan, agar aktifitas masyarakat tidak terganggu," ujar mantan anggota DPRD Medan dua priode ini.

Sebelumnya diberitakan SIB, Sabtu (22/2), warga Desa Paropo 1 Dairi bergotong-royong membangun jembatan darurat, karena Pemkab Dairi tak kunjung memperbaikinya setelah putus diterjang banjir bandang Nopember 2019.

Menurut Kepala Desa Paropo 1 Hehe Raya Sihaloho, warga dan perantau mengumpulkan sejumlah uang untuk membeli semen dan bahan material lainnya untuk keperluan pembangunan jembatan. Gotong royong tersebut sudah dua kali dilakukan, agar jembatan cepat selesai.

Menurut Hehe, perbaikan jembatan sudah pernah dibahas dalam Musrenbang desa, tapi karena anggarannya cukup besar, dana desa Paropo 1 tidak cukup, sebab banyak proyek akan dibangun pada tahun anggaran 2020.

"Kita mendesak Bupati Dairi untuk mengambil-alih pembangunannya, agar jembatan bisa secepatnya selesai," ujar Parlaungan sembari mengingatkan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Dairi juga tanggap menyikapi masalah ini. Kenapa untuk membangun jembatan saja di Dairi begitu susah.(M03/c).
SHARE:
komentar
beritaTerbaru