Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Politisi Nasdem Prihatin, Jalan Belubang dan Parit Tumpat Tidak Tuntas

Redaksi - Senin, 24 Februari 2020 10:40 WIB
153 view
Politisi Nasdem Prihatin, Jalan Belubang dan Parit Tumpat Tidak Tuntas
Antonius Devolis Tumanggor
Medan (SIB)
Fraksi Partai Nasionalis Demokrat (Nasdem) DPRD Medan mengultimatum Pemko agar menuntaskan persoalan jalan berlubang dan parit tumpat dalam dua tahun. Partai besutan Surya Paloh ini memberi batas waktu sampai tahun 2021, Medan harus bebas jalan berlubang dan parit tumpat, kalau tidak mampu Nasdem minta siapapun wali kotanya supaya mundur.

“Siapapun itu nanti yang jadi Wali Kota Medan terpilih, apakah itu Akhyar Nasution atau Bobby Nasution, kami minta agar mundur kalau jalan berlubang dan parit saja tidak mampu dituntaskan, soalnya anggarannya selama ini besar. Ini sudah keterlaluan, persoalan jalan berubang dan parit tumpat masih mengemuka di Medan,” kata Wakil Ketua Fraksi Nasdem DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor kepada wartawan, Minggu (23/2).

Dia mengungkapkan keprihatinannya itu karena disetiap pertemuan dengan masyarakat, baik itu pada reses, sosialisasi Perda maupun di perkumpulan masyarakat, pertanyaan warga masih yang itu-itu saja, jalan berlubang dan parit tumpat. Dia heran kenapa kedua persoalan itu tidak selesai, padahal anggarannya cukup besar.

“Persoalan ini sudah mengemuka jauh sebelum dewan periode kami. Ketika kami baru duduk menjadi anggota dewan, keluhan warga masih yang itu itu juga. Malu kami sebagai anggota dewan seolah-olah tidak berbuat. Ini adalah persoalan lama yang mestinya sudah tuntas di kepemimpinan wali kota sekarang ini,” ungkapnya.

Menurut anggota dewan dari Dapil Medan I ini, anggaran infrastruktur di Dinas PU itu cukup besar, ratusan miliar. Bahkan tahun 2016 sebelum saya dewan pernah mencapai Rp 1,1 triliun. Skala prioritas sudah dilakukan sejak zaman pemerintahan terdahulu, termasuk era Bakctiar Djafar dan Abdillah, sehingga pondasinya sudah ada. Penuntasannya mesti dilakukan di kepemimpinan sekarang ini.

“Masyarakat kita ini masih banyak yang awam, dikirain dewan itu sama dengan eksekutif (pemerintah). Kalau ada persoalan jalan dan parit pasti menyampaikannya kepada kami bahkan tidak jarang rakyat ngomel bilang dewan tidak becus, parti dan jalan aja gak bisa dibangun. Nah lagi-lagi yang jadi sasaran anggota dewan,” terangnya.

BONGKAR PRODUK ASAL JADI
Antonius melihat, persoalan infrastruktur tidak lepas dengan kualitas pengerjaan, tidak jarang jalan dan parit yang belum setahun selesai dikerjakan proyek perawatannya malah sudah rusak. Padahal di dinas terkait banyak pegawainya berlatar belakang pendidikan teknik sipil, yang seharusnya bisa melihat secara kasat mata maupun lewat pengujian tentang kualitas pengerjaan oleh rekanan, seperti campuran material dan ketebalan aspal hotmix.

Lanjut dia, Pemko tidak pernah tegas kepada rekanan langganannya. Seharusnya jika pengerjaan proyek pengaspalan jalan tidak berkualitas, harus disuruh bongkar dan dikerjakan ulang. Jangan dibayarkan uang proyek jika hasil pekerjaan masih di bawah standar. Pemko jangan ragu-ragu memblacklist kontraktor yang asal jadi mengerjakan proyek.

“Satu tahun inilah pembuktian kepada Plt Wali Kota Ir H Akhyar Nasution bagaimana memimpin Kota Medan, apakah bisa sedikit lebih baik dibanding Dzulmi Eldin. Pengerjaan pembangunan triwulan pertama sudah dimulai, Akhyar harus tegas kepada rekanan karena proyek menggunakan uang rakyat. Mudah-mudahan periode berikutnya terpilih kembali memimpin Medan, tapi kalaupun tidak terpilih beliau sudah meninggalkan tonggak pembangunan Medan yang lebih baik,” tuturnya.

Pada kepemimpinan Medan berikutnya, siapapun itu nanti hasil Pilkada Medan 2020, kata Antonius, Fraksi Nasdem ikut mengawal program pembangunan wali kota terpilih. Dewan bersama tim anggaran Pemko Medan di tahun 2020 ini akan menyusun APBD 2021. Anggaran tersebut akan digunakan pada masa kepemimpinan wali kota dan wakil wali kota yang baru.

“Pondasi pembangunan Kota Medan sudah tertanam kokoh, tinggal pemimpin sekarang meneruskannya. Tinggal membuat program pembangunan yang baik dan benar, karena anggarannya sudah kami susun dan disediakan. Siapapun itu nanti wali kotanya, apakah itu Bobby Nasution, atau siapapun yang terpilih, jalan berlubang dan parit tumpat harus sudah tuntas di 2021. Kalau tidak mampu, tahun 2022, kami minta wali kota mundur saja, kami tegas demi rakyat,” tegasnya.(M10/c)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru