Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026
Baru Saja Mundur, Mahathir Ajukan Diri Jadi Kandidat PM Baru Malaysia

Raja Malaysia Angkat Muhyiddin Yassin Jadi PM

Redaksi - Minggu, 01 Maret 2020 09:51 WIB
233 view
Raja Malaysia Angkat Muhyiddin Yassin Jadi PM
Foto: AFP
BERI KETERANGAN: Muhyiddin Yassin (tengah) memberikan keterangan kepada sejumlah awak media, Sabtu (29/2) di rumahnya di Kuala Lumpur, menanggapi penunjukannya sebagai Perdana Menteri (PM) baru Malaysia menggantikan Mahathir Muhammad yang mengund
Kuala Lumpur (SIB)
Pergolakan politik di Malaysia terus bergulir tanpa henti. Mahathir Mohamad, yang baru saja mengundurkan diri, tiba-tiba menawarkan diri untuk menjadi kandidat Perdana Menteri (PM) baru. Koalisi Pakatan Harapan (PH) juga telah menyatakan dukungan untuk Mahathir.

Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Sabtu (29/2), Mahathir yang kini menjabat PM interim Malaysia, menyatakan dirinya siap untuk menjadi kandidat PM baru Malaysia. Diketahui bahwa awal pekan ini, Mahathir mengajukan pengunduran diri dari jabatan PM yang dipegangnya sejak pemilu 2018.

"Saya meyakini bahwa saya memiliki dukungan mayoritas di parlemen untuk menjadi Perdana Menteri selanjutnya dan saya tidak akan bekerja dengan kleptokrat UMNO (Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu)," tegas Mahathir dalam pernyataannya.
Pernyataan ini disampaikan Mahathir setelah Muhyiddin Yassin selaku Ketua Partai Pribumi Bersatu Malaysia atau Partai Bersatu yang didirikan dirinya, menyatakan dirinya mendapat dukungan penuh dari 36 anggota parlemen dari Partai Bersatu untuk menjadi kandidat PM yang baru.

Muhyiddin juga mendapat dukungan penuh dari partai-partai oposisi seperti Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) -- yang menaungi eks PM Malaysia Najib Razak yang terjerat skandal korupsi, kemudian Partai Islam Se-Malaysia (PAS), Asosiasi China Malaysia (MCA), dan Kongres India Malaysia (MIC). Dengan dukungan oposisi di parlemen, Muhyiddin sedikit lebih unggul dari Anwar Ibrahim, yang sebelumnya dicalonkan koalisi PH untuk menjadi kandidat PM baru.

Dalam pernyataan terbaru pada Sabtu (29/2) waktu setempat, Mahathir menegaskan dirinya tidak menandatangani deklarasi apapun untuk mendukung individu mana pun. Mahathir bermaksud menyangkal pernyataan yang menyebut dirinya mendukung Muhyiddin sebagai kandidat PM baru.

Penegasan yang disampaikan Mahathir ini menjadi bukti kuat bahwa Mahathir berupaya menjauhkan diri dari pernyataan Partai Bersatu soal dukungan penuh untuk Muhyiddin. Terlebih setelah diketahui bahwa Muhyiddin juga mendapat dukungan dari UMNO, yang merupakan bekas partai Mahathir.

UMNO disinyalir menjadi alasan Mahathir untuk mengubah pikirannya dan bersedia untuk kembali menjadi PM Malaysia. Selama ini, Mahathir terang-terangan menyatakan keengganan untuk berada satu kubu dengan UMNO.

Ditunjuk
Sementara itu, Ketua Partai Bersatu Muhyiddin Yassin resmi ditunjuk oleh Raja Malaysia menjadi PM yang baru menggantikan Mahathir Mohamad. Rencananya, Muhyiddin akan dilantik pada Minggu (1/3) di Istana Negara, Kuala Lumpur. Seperti dilansir media lokal Malaysiakini, Sabtu (29/2), penunjukan Muhyiddin sebagai PM baru diputuskan oleh Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, setelah menemui seluruh perwakilan partai politik dan anggota parlemen Malaysia pada Sabtu (29/2) ini. Keputusan Sultan Abdullah itu diumumkan oleh Pengawas Rumah Tangga Kerajaan Malaysia, Ahmad Fadil Shamsuddin.

Disebutkan juga oleh Ahmad Fadil bahwa Muhyiddin akan diambil sumpahnya dan dilantik menjadi PM Malaysia di Istana Negara pada Minggu (1/3), sekira pukul 10.30 waktu setempat.

"Yang Mulia memutuskan bahwa proses pengangkatan Perdana Menteri tidak bisa ditunda karena negara ini membutuhkan pemerintahan demi kesejahteraan rakyatnya dan negara yang kita cintai," sebut Ahmad Fadil dalam pengumumannya. "Yang Mulia memutuskanbahwa ini merupakan keputusan terbaik bagi semua, dan Yang Mulia berharap agar krisis politik akan segera berakhir," imbuhnya.

Keputusan Raja Malaysia untuk menunjuk Muhyiddin menjadi PM baru ini mengakhiri pergolakan politik yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir. Dukungan seluruh anggota Partai Bersatu mengejutkan, mengingat sebelumnya Partai Bersatu selalu menegaskan dukungan untuk Mahathir. Bahkan sebelumnya Partai Bersatu berhasil membujuk Mahathir untuk mencabut keputusannya mengundurkan diri sebagai Chairman partai ini.

Penunjukan Muhyiddin oleh Raja Malaysia ini disampaikan setelah Mahathir Mohamad kembali menawarkan diri untuk menjabat PM Malaysia. Mahathir -- sebagai pendiri Partai Bersatu -- menegaskan dirinya tidak mendukung Muhyiddin dan tidak ingin bekerja sama dengan UMNO, yang disebutnya korup.

Mahathir mendapatkan dukungan penuh koalisi Pakatan Harapan, termasuk politikus terkemuka Anwar Ibrahim, yang menjabat Ketua Partai Keadilan Rakyat (PKR). Namun keputusan Raja Malaysia mengakhiri langkah Mahathir untuk kembali menjabat PM Malaysia. (detikcom/Malaysiakini/c)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru