Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026

WHO Naikkan Tingkat Ancaman Virus Corona ke Level Maksimum

AS Tunda Pertemuan Pemimpin Negara-negara ASEAN
Redaksi - Minggu, 01 Maret 2020 10:03 WIB
234 view
WHO Naikkan Tingkat Ancaman Virus Corona ke Level Maksimum
terasjabar.id
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menaikkan tingkat ancaman virus corona (SARS CoV-2) hingga maksimum, setelah penyebarannya terdeteksi hingga Afrika dan berdampak luas terhadap kondisi perekonomian dunia.
Swiss (SIB)
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menaikkan tingkat ancaman virus corona (SARS CoV-2) hingga maksimum, setelah penyebarannya terdeteksi hingga Afrika dan berdampak luas terhadap kondisi perekonomian dunia. Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan tingkat ancaman virus corona saat ini "sangat tinggi" karena kasus penularan dan tingkat kematian dan jumlah negara yang terdampak terus bertambah. "(Perkembangan ini) sangat menjadi perhatian," kata Tedros dalam jumpa pers di Jenewa, Swiss, seperti dilansir AFP, Sabtu (29/2).

Virus corona sampai saat ini terus menyebar ke sejumlah negara. Hal itu membuat banyak pemerintah menerapkan kebijakan untuk melindungi warga mereka dengan menutup perbatasan dan mengimbau warga mereka untuk tidak perlu bepergian untuk sementara waktu jika tidak mendesak.

"Kita masih punya kesempatan untuk mencegah penyebaran virus itu jika menerapkan kebijakan yang cermat dan tegas terkait deteksi kasus, isolasi serta penanganan pasien dan melacak siapa saja yang pernah bertemu dengan orang yang tertular," ujar Tedros.

Selain China, kini virus corona juga mewabah di Korea Selatan, Iran, dan Italia. "Kami melihat sejumlah negara terus berusaha untuk mencegah penyebaran (virus corona)," kata Kepala Program Darurat Kesehatan WHO, Michael Ryan.

WHO menyatakan cemas jika virus corona sampai menyebar di Afrika. Sebab, infrastruktur kesehatan di benua tersebut dianggap belum mampu menangani penyebaran wabah. Beberapa negara Afrika yang sudah mengonfirmasi virus corona adalah Nigeria, Mesir dan Aljazair dengan masing-masing satu kasus.

Total korban meninggal akibat wabah virus corona sampai pada Sabtu (29/2) telah mencapai 2.924 orang. Berdasarkan catatan dari peta persebaran virus Corona dari Johns Hopkins CSSE, korban meninggal terbanyak masih berasal dari China Daratan yang mencapai 2.727 korban. Dari negara lain, tercatat jumlah sebanyak 34 korban, Italia 21, Korea Selatan 17, Jepang 5 orang, Prancis 2 orang, Hong Kong dua orang, satu orang dari Filipina, dan satu orang dari Taiwan.

Sementara itu, setidaknya telah terkonfirmasi 85.182 orang yang terjangkit virus tersebut. Jumlah itu meningkat dari laporan terakhir sebanyak 64.084 pada Sabtu (22/2) pekan lalu. Dari jumlah positif terinfeksi, terdapat 39.524 kasus yang dinyatakan sembuh, beberapa di antaranya pun berasal dari China yang mencapai 28.924 orang.

Seperti dilansir dari AFP, setidaknya terdapat 47 laporan kematian baru akibat terjangkit virus Corona di negara China sejak kemarin. Komisi Kesehatan Negara Tirai Bambu itu pun mencatat kenaikan jumlah pasien yang terjangkit hingga 427 kasus. Dari jumlah tersebut, 45 orang dilaporkan meninggal di Provinsi Hubei. Sementara satu orang lain meninggal di Beijing dan satu yang lainnya meninggal di Henan.

China pun meyakini bahwa kini peningkatan jumlah kasus corona di negara tersebut menurun jika dibandingkan dari 10 hari yang lalu. Ini juga dibenarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mengatakan bahwa saat ini banyak kasus infeksi corona yang terjadi di luar China.

Setidaknya 56 juta orang di Provinsi Hubei masih terkunci di wilayah tersebut sebagai bentuk pengendalian atas penyebaran virus corona (Covid-19). Mereka telah menjalani masa karantina selama lebih dari satu bulan sejak pertama kali Provinsi tersebut ditutup.

AS Tunda Pertemuan
Sementara itu, Amerika Serikat (AS) menunda pertemuan dengan pemimpin-pemimpin negara ASEAN yang dijadwalkan berlangsung di Las Vegas bulan depan. Penundaan itu dilakukan karena kekhawatiran pada virus corona yang merajalela. "Ketika komunitas internasional bekerja sama untuk mengalahkan virus corona baru, Amerika Serikat, dalam konsultasi dengan mitra ASEAN, telah membuat keputusan sulit untuk menunda pertemuan para pemimpin ASEAN," kata pejabat senior administrasi yang enggan disebutkan namanya, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (29/2).

Pejabat tersebut pun mengatakan AS menghargai hubungan kerja sama dengan negara-negara di ASEAN dan berharap pertemuan dilakukan di masa depan. "Amerika Serikat menghargai hubungan kita dengan negara-negara di wilayah kritis ini, dan berharap untuk pertemuan di masa depan," ujarnya.

Seperti diketahui, pertemuan para pemimpin negara ASEAN dijadwalkan akan dituanrumahi oleh Presiden Donald Trump pada 14 Maret 2020 mendatang. Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan salah satu kepala negara yang akan ikut menghadiri ASEAN-US Special Summit tersebut.

Iran Marah
Kementerian Kesehatan Iran marah dan membantah laporan yang menyebutkan bahwa korban tewas akibat virus corona di negara tersebut sudah tembus 210 jiwa. Satu sumber anonim di dalam sistem kesehatan Iran menyatakan kepada BBC Persia bahwa korban tewas akibat virus corona di Iran sudah ratusan jiwa.

Sumber itu menyebut bahwa sebagian besar korban jiwa berada di Teheran dan kota suci Qom, lokasi pertama kasus positif virus corona di negara tersebut. Juru bicara Kemenkes Iran Kianush Jahanpur dengan murka membantah laporan tersebut dan menyebut media tersebut bergabung dengan musuh regional Iran.

Bukan hanya menuding bergabung dengan musuh Iran, Jahanpur menyebut media tersebut "berlomba menyebarkan kebohongan" tentang Iran. "Transparansi yang ditunjukkan Iran dalam melaporkan informasi tentang virus corona telah membuat kagum banyak orang," kata Jahanpur dalam kicauannya. (AFP/CNNI/dtc/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru