Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 05 September 2026
Muhyiddin Yassin Dilantik Jadi PM Malaysia

Mahathir Merasa Dikhianati Muhyiddin

Redaksi - Senin, 02 Maret 2020 09:30 WIB
334 view
Mahathir Merasa Dikhianati Muhyiddin
Foto: Bernama
DISUMPAH: Muhyiddin Yassin (kiri) resmi disumpah menjadi Perdana Menteri Malaysia yang baru, Minggu (1/3) di Kuala Lumpur, Malaysia. 
Kuala Lumpur (SIB)
Mahathir Mohamad merasa dikhianati Muhyiddin Yassin. Pernyataan itu disampaikan Mahathir saat ditanya kekacauan politik di Malaysia saat ini. Yang di-Pertuan Agong telah mengumumkan Muhyiddin sebagai perdana menteri baru meski Mahathir mengklaim dia mendapat dukungan mayoritas dari parlemen Malaysia. Muhyiddin kemudian telah diambil sumpahnya pukul 10.30 waktu setempat.

Langkah membentuk pemerintahan lewat jalur belakang diyakini diprakarsai mantan wakil presiden PKR Azmin Ali dan Muhyiddin, bersama dengan UMNO dan PAS. Manuver tersebut mendorong Mahathir mengundurkan diri sebagai perdana menteri meskipun ia kemudian diangkat kembali sebagai perdana menteri sementara. Dia juga menanggapi pertanyaan wartawan apakah dia kesal dengan Azmin. "Dia (Azmin) punya agenda tersendiri," kata Mahathir.

Kemudian Mahathir Mohamad menyerukan agar diadakan sidang istimewa parlemen untuk membuktikan klaim bahwa Muhyiddin memegang mayoritas. "Dia (Muhyiddin) tentunya akan dilantik sebagai perdana menteri. Langkah selanjutnya adalah kami bisa mengajukan mosi tidak percaya kepadanya," jelasnya. Dia menuturkan jika pemerintah baru tidak segera dibentuk dalam waktu cepat, bisa dikatakan PM tidak mendapat dukungan penuh. Merujuk kepada Konstitusi Malaysia, seorang PM harus mendapat dukungan dari mayoritas parlemen, tanpa perlu memandang dari mana partai politiknya.

Jika parlemen tidak diizinkan untuk menggelar sidang luar biasa, maka PM berusia 72 tahun tersebut tidak bisa mendapat dukungan yang cukup. Mahathir Mohamad mengatakan, dia sangat terpukul dan kecewa karena Muhyiddin Yassin sampai mendongkelnya dari jabatan orang nomor satu ‘Negeri Jiran’. "Saya merasa dikhianati terutama oleh Muhyiddin. Dia ternyata sudah merencanakan ini untuk waktu yang lama, dan dia sukses," keluh Mahathir seperti dilansir dari AFP. Minggu (1/3).

Krisis di pemerintahan Malaysia berawal ketika Mahathir Mohamad mengundurkan diri sebagai PM Malaysia pada Senin (24/2). Membuatnya jadi PM dengan masa jabatan tercepat. Politisi berjuluk Dr M tersebut mundur setelah Partai Bersatu yang dipimpin Muhyiddin Yasmin menggelar pertemuan rahasia sehari sebelumnya. Pertemuan itu antara lain dihadiri oleh oposisi seperti Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) serta Partai Islam se-Malaysia (PAS). Politisi berusia 94 tahun itu menyatakan, dia memutuskan mengundurkan diri karena tidak ingin bekerja sama dengan UMNO, partai yang dikalahkannya dalam pemilu 2018.

Tagar "NotMyPM" Trending
Tanda pagar (tagar) " NotMyPM" menjadi trending di Twitter setelah Muhyiddin Yassin dilantik sebagai Perdaan Menteri Malaysia. Muhyiddin menjadi perdana menteri kedelapan ‘Negeri Jiran’ dalam upacara pelantikan di Istana Negara pada Minggu pagi waktu setempat (1/3). Dia ditunjuk sebagai PM Malaysia setelah Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah menunjuknya sehari sebelumnya (29/2).

Muhyiddin Yassin yang merupakan Presiden Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) dianggap mampu memimpin mayoritas di parlemen. Penunjukan itu menimbulkan kecaman baik dari politisi yang tergabung dalam koalisi Pakatan Harapan, maupun netizen.

Dilansir AFP, tagar "NotMyPM" pun trending di Twitter, seperti yang diunggah oleh akun bernama Sharifah Hani Yasmin, yang melampirkan unggahan di Bernama. Dalam unggahan tersebut, mantan wakil perdana menteri periode 2009 sampai 2015 itu mengucapkan sumpah pelantikan di hadapan Raja Malaysia.

"Pemerintah yang tidak dipilih oleh rakyatnya sendiri. Suatu hari nanti, rakyat akan bangkit. NotMyPM," kata Sharifah dalam twit-nya. Kemudian sekelompok orang juga menggelar aksi unjuk rasa yang dilakukan di pusat kota Kuala Lumpur, seperti yang dilakukan Soon. "Ini bukanlah orang yang kami beri mandat dua tahun lalu. Orang-orang ini bukanlah yang kami pilih," ujarnya diiringi teriakan "panjang umur rakyat!"

Resmi Dilantik
Muhyiddin Yassin resmi dilantik Yang di-Pertuan Agong (YDPA) Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah sebagai Perdana Menteri Malaysia pada Minggu (1/3). Muhyiddin berterima kasih kepada Allah SWT dan YDPA. "Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Allah dan YDPA untuk pengangkatan ini. Saya akan mengeluarkan pernyataan khusus dalam beberapa jam," kata Muhyiddin seperti dilansir kantor berita Bernama.

Itu adalah kalimat pertama Muhyiddin kepada wartawan setelah tiba di kediaman di Bukit Damansara setelah upacara pengambilan sumpah di Istana Negara Malaysia. Dia tiba ditemani istrinya, Puan Sri Noorainee Abdul Rahman, dan disambut dengan sorak-sorai serta tepuk tangan dari para pendukungnya yang telah menunggu sejak jam 7 pagi. Setelah kedatangannya, Muhyiddin disambut dan dipeluk oleh anggota Dewan Tertinggi Bersatu Datuk Seri Redzuan Md Yusof, diikuti dengan doa syukur.

Pengangkatan sumpah jabatan serta sumpah simpan rahasia Muhyiddin Yassin sebagai perdana menteri Malaysia berlangsung di Balai Singgahsana Kecil, Istana Negara, Minggu (1/3). Dilansir Channel News Asia, prosesi pengangkatan sumpah Muhyiddin sebagai PM Malaysia berlangsung mulai pukul 10.31 dan berakhir pukul 10.43 waktu setempat yang disiarkan secara langsung media resmi pemerintah.

Profil Muhyiddin
Perdana Menteri Malaysia kini dijabat Muhyiddin Yassin. Dikutip dari Bernama, berikut profil PM Malaysia Muhyiddin:
Nama: Tan Sri Mahiaddin Md Yasin Muhyiddin Yassin
Istri: Puan Sri Noorainee Abdul Rahman
Tempat dan tanggal lahir: Muar, Johor Darul Ta'zim/15 Mei 1947 (72 tahun)

Anak:
1. Fakhri Yassin
2. Nabilah
3. Najwa
4. Farhan Yassin

Pendidikan:
Sekolah Kebangsaan Maharani di Muar, Johor
Sekolah Kebangsaan Ismail di Muar, Johor
SMA Muar, Johor
B.A. (Hons) (Ilmu Ekonomi dan Studi Melayu) University of Malaya

Politik:
Anggota Parlemen Pagoh, Johor sejak 1978
Pengalaman Kerja:
1970 - Asisten Sekretaris Pemerintah Johor
1974 - Asisten Pegawai Daerah Muar
1978 - Pertama kali dipilih menjadi wakil rakyat ketika memenangi kursi Parlemen Pagoh pada Pemilu Kelima
1981 - Sekretaris Parlemen, Kementerian Luar Negeri
1982 - Wakil Menteri Wilayah Federal
1983 - Wakil Menteri Perdagangan dan Industri
1986-1995 - Menteri Besar Johor ke-13
1995-1999 - Menteri Pemuda dan Olahraga
1999 - Menteri Perdagangan Dalam Negeri dan Perlindungan Konsumen
2004-2006 - Menteri Pertanian
2006-2008 - Menteri Pertanian dan Industri Asas Tani
2009-2013 - Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pendidikan
2015 - Dipecat dari jabatan Wakil Perdana Menteri (UMNO-BN)
2016 - Dipecat sebagai Wakil Presiden UMNO

Agustus 2016 - Mendirikan Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) dan dilantik sebagai Presiden Bersatu
2018 - Presiden, Pakatan Harapan Negeri Johor

- Menteri Dalam Negeri Pemerintah Pakatan Harapan
2020 - Dilantik sebagai Perdana Menteri Kedelapan Malaysia. (AFP/dtc/kps/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru