Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 13 Februari 2026

Freddy Sembiring: SOKSI Sumut Solid, Tidak Benar ada Dualisme Kepemimpinan

Redaksi - Jumat, 11 Desember 2020 11:12 WIB
1.277 view
Freddy Sembiring: SOKSI Sumut Solid, Tidak Benar ada Dualisme Kepemimpinan
Foto Dok/SOKSI Sumut
BANSOS: Depider II SOKSI Sumut salurkan nasi bungkus dan paket sembako kepada korban banjir di Medan Sunggal, Minggu (6/12). 
Medan (SIB)
Ketua Depider II Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Sumatera Utara Drs Freddy Sembiring mengatakan, SOKSI Sumut solid dan tak benar ada dualisme kepemimpinan. Sementara Depinas SOKSI Sumut yang dipimpin Ir Ali Wongso H Sinaga sudah berdiri sendiri dan memiliki SK dari Kemenkumham.

“Jadi keduanya sudah berdiri sendiri, tetapi jangan sampai Depinas SOKSI Sumut pimpinan Ali Wongso membawa nama Depinas SOKSI. Karena bila membawa nama SOKSI saja tidak mengikut perkumpulan Depinas SOKSI akan menimbulkan keraguan anggota dan menilai ada dualisme kepemimpinan,” ujar Freddy Sembiring kepada SIB, Minggu (6/12) di sela-sela penyaluran bantuan paket sembako dan makanan siap saji kepada korban banjir di Sunggal Medan.

Freddy memberikan keterangan itu didampingi Wakil Ketua Organisasi Kaderisasi Keanggotaan (OKK) Ahmad ACH Firdaus Hutasuhut SH MSi, Sekretaris Gandi Situmeang, Wakil Bendahara Hotma Nainggolan, Wakil Ketua Ir Syahrial Pulugan MSi dan lainnya.

Dijelaskan, perkumpulan Depinas SOKSI Sumut harus konsisten memakai nama perkumpulan mereka sendiri, jangan memakai nama Depidar II SOKSI. Sebab kedua perkumpulan Depider II SOKSI dan Depinas SOKSI Sumut sudah memiliki SK dari Kemenkumham, maka diharapkan sama-sama berbuat yang terbaik untuk Sumut.

Perlu diketahui tambahnya, kepemimpinan SOKSI Sumut selalu memimpin dengan kekeluargaan, dan kepemimpinan sudah mengerti organisasi, sebab sudah lama masuk pengurus SOKSI sejak tahun 1985. “Dimana saat itu masih mahasiswa forum studi mahasiswa kekaryaan saya sudah masuk pengurus,” imbuhnya.

Freddy menjelaskan, dualisme kepemimpinan bermula dari tahun 2010 dimana digelar Munas SOKSI di Bogor. Saat itu Munas deklok, tetapi dari 27 provinsi melanjutkan Munas dan terpilih Rusdi Zainal sebagai ketua umum. Sementara di pihak lain pendiri SOKSI Suhardi mengangkat Ade Komaruddin menjadi ketua umum.

Keputusan itulah membuat dualisme kepemimpinan SOKSI, yang mana satu pimpinan Rusdi Zainal memiliki izin dari Menkumham, dan Ade Komaruddin SK dari Depdagri. Tetapi di tahun 2019 SKT dicabut Depdagri dan diberikan kepada Ali Wongso Sinaga.

Sementara mengenai pemberian bantuan kepada korban banjir di Kota Medan, itu atas instruksi Ketua Golkar Sumut, Musa Rajekshah agar Depidar II SOKSI Sumut memberikan bantuan untuk meringankan beban para korban banjir. (M12/c)

Sumber
: Hariansib Edisi Cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru