Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026

Jokowi Minta Vaksinasi Covid Rampung Kurang dari Setahun

* 15 Juta Bahan Baku Vaksin Tiba di RI Pekan Depan
Redaksi - Rabu, 06 Januari 2021 08:12 WIB
436 view
Jokowi Minta Vaksinasi Covid Rampung Kurang dari Setahun
Foto Dok
Jokowi
Jakarta (SIB)
Menkes Budi Gunadi Sadikin menargetkan vaksinasi Covid-19 di Indonesia rampung dalam kurun waktu 15 bulan atau 1 tahun 3 bulan. Tetapi Presiden Jokowi meminta supaya vaksinasi Covid-19 rampung kurang dari setahun.

"Kalau di seluruh dunia perkiraan vaksinasi akan selesai 3,5 tahun. Tapi di negara kita, insyaallah kemarin saya mendapatkan informasi, hitung-hitungan Pak Menteri, 15 bulan. Tapi masih saya tawar kurang dari setahun harus selesai," ujar Jokowi saat menyerahkan sertifikat tanah, yang disiarkan saluran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (5/1).

Vaksinasi Covid-19 akan dimulai pada Rabu (13/1). Jokowi berpesan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

"Kita berharap dimulainya vaksinasi ini bisa menangani dan mengendalikan Covid-19, tapi saya juga titip, kita semuanya untuk menyampaikan ke saudara dan tetangga rekan-rekan kita kawan-kawan kita, meskipun vaksinasi minggu depan sudah dimulai, saya meminta untuk tetap kita waspada, tidak lengah, disiplin terhadap protokol kesehatan," kata Jokowi.

Saat ini, Indonesia sudah menerima 3 juta dosis vaksin Covid-19 dari Sinovac. Sebanyak 700 ribu di antaranya sudah dikirim ke daerah-daerah.

"Dua hari lalu telah kita kirim vaksin ke 34 provinsi. Tahapan pertama baru dikirim 700 ribu ke daerah-daerah. Tapi stok kita akan ada 3 juta, baru dikirim ke daerah 700 ribu. Nanti akan dikirim lagi berikutnya," ucap Jokowi.

Tiba Pekan Depan
Menurut Jokowi, minggu depan, rencananya ada lagi 15 juta bahan baku vaksin yang tiba di Indonesia.

Insyaallah minggu depan juga akan ada datang lagi 15 juta vaksin dalam bentuk baku, bahan baku, bulk, yang akan diproduksi oleh Bio Farma," ujar Jokowi.

Setelah tiba di Indonesia, 15 juta bahan baku vaksin Covid-19 akan dikembangkan dan diproduksi PT Bio Farma. Vaksin ini kemudian dikirim ke daerah-daerah setelah lolos uji klinis.

"Jadi kirim ke daerah lagi untuk vaksinasi yang pertama, memang prioritasnya di tenaga kesehatan, dokter, perawat yang ada di rumah sakit. Kedua, nanti TNI-Polri dan juga guru dan langsung juga berbarengan masyarakat," kata Jokowi.

Jokowi berpesan kepada masyarakat untuk tetap patuh akan protokol kesehatan, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

"Kita berharap dimulainya vaksinasi ini bisa menangani dan mengendalikan Covid-19. Tapi saya juga titip, kita semuanya untuk menyampaikan ke saudara dan tetangga, rekan-rekan kita, kawan-kawan kita, meskipun vaksinasi minggu depan sudah dimulai, saya meminta untuk tetap kita waspada, tidak lengah, disiplin terhadap protokol kesehatan," kata Jokowi.

Disiarkan Langsung
Sementara itu, Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono mengatakan, Presiden Jokowi akan divaksinasi Covid-19 pekan depan pada 13 Januari 2021. Jokowi akan divaksinasi Covid-19 dari Sinovac.

"Iya Sinovac," katanya.

Rencananya, saat Jokowi divaksinasi, akan disiarkan secara langsung. Setelah itu, vaksinasi dilangsungkan serentak di 34 provinsi di Indonesia.

"Iya. Biar masyarakat bisa lihat langsung, memberikan semangat bisa dilanjutkan ke daerah daerah juga. Minimal provinsi, kota-kota besar juga ikut melanjutkan," ujar Heru.

Pihak Istana Kepresidenan akan menyusun protokol pelaksanaan vaksinasi saat Jokowi disuntik. Termasuk soal siapa saja yang mendampingi Jokowi saat divaksinasi.

"Tata cara prosesnya akan dibahas pada Jumat ini. Jadi siapa saja mungkin ada perwakilan yang lain dan prosesnya kan nggak sembarang langkah-langkahnya," ujar Heru.

Pemerintah sebelumnya memastikan bahwa orang pertama yang divaksin adalah Presiden Jokowi.

Hal ini disampaikan langsung oleh Menkes Budi Gunadi Sadikin atau BGS. Jokowi juga sebelumnya menyatakan siap untuk pertama kali divaksinasi.

"Penyuntikan pertama akan dilakukan pada Rabu depan (13/1), di Jakarta, oleh Bapak Presiden," ujar BGS dalam rapat koordinasi di Kemendagri, Selasa (5/1).

Terpisah, Menkes BGS meminta kepala daerah untuk mempersiapkan orang-orang yang akan mendapatkan prioritas program vaksinasi, yang akan dibagi menjadi dua tahap.

"Bapak/Ibu Gubernur, kepala daerah, tolong persiapan, pilih orangnya, karena tanggal 14 - 15 kita akan mulai lakukan vaksinasi di daerah, terutama provinsi. Kemudian untuk proses vaksinasi, terutama tenaga kesehatan, tolong dibagi 2 tahap. Arahan dari Bapak Presiden, karena kemungkinan akan ada sedikit dampak, misalnya pegal sedikit, demam sedikit, jadi dalam satu Puskesmas, misalnya ada 4 perawat, jangan sampai di hari yang sama kita vaksin semua, kita antisipasi betul efek itu, maka vaksin dulu untuk 2 orang," kata BGS.

Kepala daerah juga diminta untuk memastikan fasilitas kesehatan terdaftar dalam aplikasi P-care BPJS yang menampilkan pendataan dan input data fasilitas kesehatan 'mampu vaksin' yang dilakukan oleh dinas kesehatan kabupaten/kota.

"Pastikan semua layanan kesehatan sudah terdaftar di BPJS, aplikasi P-care itu ya, karena kalau tidak terdaftar, maka Faskes tidak dapat memberikan pelayanan vaksinasi Covid-19," ucap BGS. (detikcom/f)
Sumber
: Hariansib edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru