Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026

Kasus Covid-19 di Sumut 18.586, Pasien Sembuh 15.836 Orang

Redaksi - Rabu, 06 Januari 2021 08:48 WIB
290 view
Kasus Covid-19 di Sumut 18.586, Pasien Sembuh 15.836 Orang
Foto Dok
dr Aris Yudhariansyah MM
Medan (SIB)
Kasus baru konfirmasi Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kembali bertambah 86 orang. Total pasien positif terinfeksi hingga Selasa, (5/1) menjadi 18.586 orang, sehari sebelumnya 18.500 orang. Pasien sembuh juga bertambah 83 orang, sehingga total pasien sembuh 15.836 orang dari sehari sebelumnya 15.753 orang.

"Hari ini, angka pasien sembuh lebih rendah dibandingkan kasus baru konfirmasi yang dilaporkan kabupaten/kota ke kita," kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut dr Aris Yudhariansyah MM kepada wartawan, Selasa (5/1).

Lebih lanjut dia menjelaskan, jumlah pasien meninggal juga bertambah 2 orang sehingga total yang meninggal 686 orang, sebelumnya 684 orang. Kemudian kasus suspek bertambah 32 orang dari jumlah sebelumnya 700 menjadi 732 orang.

Pada kesempatan ini, ia juga mengatakan sebanyak 40 ribu dosis vaksin Covid-19 dari Jakarta telah sampai di Medan dan langsung dibawa ke Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Sumut dengan pengawalan super ketat anggota Polri dan TNI.

"40 ribu dosis vaksin tersebut aman disimpan sementara di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Sumut. Dimana gudang ini bersuhu 2 hingga 8 derajat celsius, sesuai dengan standar yang telah ditetapkan," ujarnya.

Ia mengatakan vaksin ini akan diberikan terlebih dahulu kepada tenaga kesehatan dan orang-orang yang berkecimpung di bidang kesehatan. "Vaksin ini akan diberikan secepatnya. Pastinya di bulan Januari ini. Mungkin juga minggu depan sudah disuntikkan kepada para tenaga kesehatan tersebut," ungkapnya.

Namun demikian, ia mengimbau agar masyarakat Sumut lebih taat lagi melaksanakan protokol kesehatan untuk pencegahan penularan Covid-19. Sebab kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan untuk memutus rantau penyebarann Covid-19 di Sumut.

"Tetaplah tinggal di rumah, sebab rumah adalah jawaban yang paling benar dan yang paling aman terhindar dari virus berbahaya ini, sembari menunggu para peneliti dan para ahli kita menemukan vaksin yang tepat. Karena kita tidak tahu siapa pembawa virus di luar," katanya. (M17/c)

Sumber
: Hariansib edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru