Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026

KIB Apresiasi LBP Agar Orang Batak Jadi Dirut Badan Otorita Danau Toba

Redaksi - Rabu, 06 Januari 2021 09:32 WIB
1.114 view
KIB Apresiasi LBP Agar Orang Batak Jadi Dirut Badan Otorita Danau Toba
Foto Dok
Captain Tagor Aruan, Ketua Umum KIB
Medan (SIB)
Kalangan tokoh dan warga Batak di Sumut yang terhimpun dalam Komite Independen Batak (KIB) mengapresiasi sepenuhnya harapan dan dukungan kepada Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan (LBP) agar jabatan atau posisi pimpinan (direktur utama) Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) diisi orang Batak sendiri.

Ketua Umum KIB, Captain Tagor Aruan dan Ketua Umum Kesatuan Bangso Batak Indonesia (KBBI), Elbiner Silitonga MBA, secara terpisah menyatakan pihaknya bahkan segenap warga Sumut sejak awal terbentuknya BPODT sudah berharap agar Badan Otorita tersebut dipimpin langsung oleh orang-orang Batak profesional di bidangnya.

"Apa yang dicetuskan LBP di sela-sela acara Indonesia-China Tourism and Investment Forum (ICT IF) for 5 Key Super Priority Tourism Destination di Kaldera Danau Toba, Sibisa, pada 18 Desember lalu, merupakan rekomendasi sekaligus surprise, bahwa orang Batak harus bisa mengisi jabatan pimpinan (Dirut) BPODT. Hal ini tentu sangat kita apresiasi dan impian atau harapan kita agar orang Batak pimpin BPODT bakal terwujud," ujar Tagor Aruan kepada SIB, Senin malam (4/1).

Dia mengutarakan hal itu sehubungan proses rekrutmen calon pimpinan BPODT berupa pengumuman nomor 01/BPO/KPBEK/XII/2020 02/PASAMEMR/2019 tentang seleksi terbuka pengisian jabatan direktur utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba dan juga pimpinan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF). Pendaftaran untuk seleksi tersebut sudah dimulai sejak 8 Desember 2020.

Seleksi itu meliputi 7 persyaratan umum dan 10 persyaratan khusus bagi peminat atau calon dari kalangan PNS dan non PNS. Persyaratan umum itu antara lain fasih berbahasa Inggris dan minimal D-IV atau S-1, bagi PNS yang memiliki kompetensi teknis plus usia tidak lebih dari 56 tahun, serta siap ditempatkan di Sumatera Utara.

Sedangkan, persyaratan khususnya antara lain berpengalaman di bidang pemasaran pariwisata, perencanaan, dan manajemen. Bagi calon dari non PNS ada persyaratan khusus berupa profesi praktisi dan menguasai eksekusi di bidangnya (decission maker).

"Kita yakin banyak orang Batak yang profesional dan memenuhi semua kriteria yang dipersyaratkan tersebut. Terlebih putra-putri Batak bukan hanya memahami sejarah Batak dan Danau Toba tetapi juga memiliki ikatan batin yang sangat kuat dengan sejarah Tanah Batak dan seluruh Kawasan Danau Toba. Selain itu, orang Batak dikenal dengan etos kerja juga pribadi dengan karakter yang kuat, visioner, punya kapabelitas, kredibilitas dan integritas yang baik," tegas Tagor optimis dengan paparan WA-nya.

Dia juga menambahkan untuk jabatan bergengsi pada instansi atau lembaga lain dengan posisi Menteri, Dirjen atau CEO perusahaan-perusahaan besar sudah banyak diisi oleh orang-orang Batak dengan rekam jejak sukses. Sehingga, hal ini menambah keyakinan bahwa orang Batak akan mampu memimpin lembaga seperti BPODT.

Hal senada dicetuskan Elbiner Silitonga, yang pernah mengapresiasi terbitnya Perpres nomor 49 tahun 2016 tentang Badan Otorita Danau Toba tersebut, bahwa sejumlah nama dari kalangan orang Batak sudah sempat muncul dalam wacana atau bursa calon pimpinan (Dirut) BPODT tersebut.

"Setidaknya ada tiga nama yang sempat muncul dalam wacana calon pimpinan BPODT ketika itu, yaitu: Dr RE Nainggolan (terakhir Sekda Provsu), Ben Sukma Harahap (Ketua Umum BPP ASITA Pusat dan mantan Ketua ASITA Sumut) dan Laurensius Manurung (Mantan Direktur Keuangan Garuda Indonesia kini Ketua Umum YPP KDT). Tapi kenyataannya orang lain dari luar Sumut yang dihunjuk (Arie Prasetyo)," katanya.

Hanya saja, ujar Elbiner dan Tagor secara terpisah, publik hingga saat ini belum mengetahui siapa saja orang Batak yang sudah masuk dalam proses rekrutmen tersebut, karena tidak terlacak dalam beberapa jaringan informasi formal baik pada website maupun laman-laman Kemenparekraf atau Badan Parekraf.

Soalnya, pengumuman seleksi resmi tersebut menyebutkan bahwa proses penjaringan calon pimpinan Badan Otorita Pariwisata tersebut sudah berakhir pada 22 Desember lalu.

Lagipula, LBP dalam kunjungan ke Danau Toba untuk acara ICT IF tersebut sama sekali belum mencetuskan adanya nama-nama orang Batak yang sudah mengikuti proses seleksi atau rekrutmen tersebut. Di hadapan peserta launching dan awak media, Luhut hanya menegaskan jabatan pimpinan badan otoritanya (BPODT) sekarang ini memang kosong.

"Saya berharap orang Batak yang bisa mengisi jabatan itu (Dirut BPODT). Kita atau pemerintah saat ini mencari orang kompeten, handal dan akuntabel, untuk mengelola dua tujuan pariwisata unggulan seperti Danau Toba ini. Orang Batak harus bisa memimpin orang Batak untuk kemajuan Danau Toba. Apalagi, calon pemimpin BPODT itu masih muda, sekolahnya bagus sehingga bisa mengelola kawasan Danau Toba dengan lebih baik. Jadi semua tergantung kalian," ujar Luhut kepada pers, di lokasi acara ICT IF di Sibisa tersebut. (M04/c)

Sumber
: Hariansib edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru