Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 11 April 2026

Buktikan Aman, Gubernur Edy Kembali Tegaskan Dirinya Orang Pertama Divaksin

* Jumlah Vaksin Saat ini Belum Mencukupi
Redaksi - Kamis, 07 Januari 2021 08:15 WIB
351 view
Buktikan Aman, Gubernur Edy Kembali Tegaskan Dirinya Orang Pertama Divaksin
Foto Dok/Humas Pemprov Sumut
KETERANGAN: Gubernur Edy Rahmayadi didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan memberikan keterangan terkait dirinya menjadi orang pertama di Sumut yang akan disuntik Vaksin Covid-19 buatan Sinovac, Rabu (6/1) di Rumah Dinas Gu
Medan (SIB)
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi kembali menegaskan bahwa dirinya menjadi orang pertama di Sumut yang akan disuntik vaksin Covid-19 buatan Sinovac, sebelum nantinya diberikan kepada tenaga kesehatan (Nakes).

Menurutnya, tindakan itu dilakukannya untuk menunjukkan kepada Nakes maupun masyarakat Sumut, bahwa vaksin yang disediakan oleh pemerintah aman bagi tubuh. "Itu vaksin dipergunakan Nakes. Tetapi terkhusus nanti kalau nasional itu adalah presiden yang pertama. Kalau di daerah ini pasti gubernur. Kenapa? Gubernur Sumut kan dipilih oleh rakyat Sumut. Presiden dipilih oleh rakyat Indonesia," katanya di rumah dinas Gubernur Sumut Jalan Sudirman Medan, Rabu (6/1).

Hal itu juga, kata dia, berlaku di kabupaten maupun kota se-Sumut. Bupati dan wali kota harus menjadi yang pertama di daerahnya masing-masing, sebagai wujud sosialisasi bahwa vaksinasi Covid-19 merupakan sesuatu yang wajib dilakukan. "Kalau saya melakukan vaksin yang pertama di Sumut. Berarti bupati dan wali kota berikutnya yang pertama divaksinasi di daerah masing-masing. Baru dilanjutkan kepada seluruh Nakes di daerah," tegasnya.

Dia berharap rencana vaksinasi di Sumut yang dijadwalkan mulai 14 Januari 2021 bisa terealisasi. Namun masih menunggu izin dari BPOM. "Bila BPOM mengizinkan, maka kita akan running untuk melakukan vaksin kepada orang-orang yang sudah terdaftar oleh kepala dinas kesehatan," sebutnya.

Seperti diketahui pada Selasa (5/1) sebanyak 40 ribu vaksin Covid-19 buatan Sinovac tiba di Sumut. Saat ini seluruh vaksin tersebut tersimpan di gudang penyimpanan milik Dinas Kesehatan Sumut di Jalan Thamrin Medan.

Belum Mencukupi
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan, jumlah vaksin yang ada saat ini belum mencukupi, sebab jumlah tenaga kesehatan di Sumut 72.451 orang. Selain itu, masing-masing orang akan mendapatkan dua dosis vaksin Covid-19. "Satu orang dua dosis. Berarti ini bisa untuk 20 ribu orang. Tapi nanti kita pertimbangkan dulu. Lihat jadwal pengiriman selanjutnya apakah waktunya dekat, jadi vaksin bisa memungkinkan untuk 40 ribu orang. Tapi kalau jarak waktu pengiriman tahap kedua jauh, vaksin yang ada ini berarti untuk 20 ribu orang, karena ada ketentuannya," katanya, Selasa (5/1).

Kumpulkan Bupati/Wali Kota
Sementara itu, sebelum pelaksanaan vaksinasi, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi akan mengumpulkan seluruh bupati maupun wali kota se-Sumut, melalui rapat virtual pada Kamis (7/1) ini. Hal itu dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini pandemi Covid-19 yang terjadi di 33 kabupaten/kota di Sumut.

"Pertama saya, Kamis ini secara virtual akan melakukan rapat dengan bupati dan wali kota. Isinya adalah memberikan informasi kondisi terkini Covid-19 yang berkembang di Sumut dan kabupaten/kota, agar tau persis apa yang terjadi secara ril di daerahnya masing-masing," kata Edy kepada wartawan.

Terkait vaksinasi itu, Edy menyatakan bahwa Pemprov Sumut siap mendistribusikan vaksin yang ada ke kabupaten dan kota di Sumut sembari menunggu data pengalokasian ke daerah masing-masing. Sehingga target vaksinasi di Sumut yang rencananya dimulai pada tanggal 14 Januari 2021 bisa terealisasi.

Sambung Gubernur, vaksinasi Covid-19 ini dilakukan agar pandemi yang melanda Indonesia, khususnya Sumut bisa berakhir dan aktivitas masyarakat bisa kembali normal. "Kalau tenaga kesehatan, gubernur, kepala daerah harus divaksin. Maka semua harus divaksin. Sehingga menjadi harapan kita semua, Covid-19 bisa selesai. Bila di tengah masyarakat terjadi penolakkan maka dipastikan kelompok masyarakat itu ingin mengorbankan keselamatan orang lain,” kata Edy.

Namun, ia berharap hal itu tidak terjadi di Sumut. "Secara regulasi, tidak ada alasan untuk menolak. Dari undang-undang kesehatan pasti ada sanksi. Tapi nggak usah lah ada sanksi-sanksi itu. Semua harus menyadari bahwa vaksin ini untuk keselamatan bersama," harap Gubernur.

Laporkan
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi juga melaporkan kondisi penanganan Covid-19 hingga 5 Januari 2021 kepada Presiden Jokowi secara virtual. Di Sumut kasus aktif 2.064 kasus, kasus sembuh 15.836 atau 85,2%. Angka kesembuhan Sumut berada di atas rata-rata nasional yakni 83%. Sementara itu total kasus konfirmasi mencapai 18.586.

“Kami berharap ini segera membaik, sedapat mungkin kami akan berbuat yang terbaik,” ujar Gubernur saat mengikuti rapat penanganan Covid-19 dengan Presiden Joko Widodo secara virtual di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Medan.

Dia juga menyampaikan, Sumut telah siap melakukan vaksinasi Covid-19 kepada para tenaga kesehatan mulai 14 Januari 2021. Diharapkan tidak ada penolakan, selain untuk keselamatan semua pihak, pelaksanaan vaksinasi juga sudah dipastikan aman.

Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo menyampaikan jumlah total vaksin hingga Januari sebanyak 5.800.000 vaksin, Februari diharapkan masuk 10.450.000 dan Maret berjumlah 13.300.000 vaksin harus terdistribusi dan bisa dilaksanakan vaksinasi di daerah. “Makanya saya minta kesiapan kita dalam rangka vaksinasi agar dicek dan dikontrol para Gubernur,” ujar Presiden.

Sementara Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi mengatakan logistik vaksinasi aman. Diharapkan vaksinasi tidak dijalankan sekaligus. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak seperti demam pada seluruh tenaga kesehatan. Maka diharapkan dilakukan sebanyak 2 tahap. "Tahapan vaksinasi di setiap titik jangan sekaligus seluruh tenaga kesehatan, tolong kepala daerah dilakukan di setiap titik 2 tahap tidak sekaligus,” ujar Budi. (M11/d)
Sumber
: Hariansib edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru