Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 11 April 2026

20 Terduga Teroris Ditangkap di Makasar, 2 Tewas Ditembak

Redaksi - Kamis, 07 Januari 2021 08:21 WIB
494 view
20 Terduga Teroris Ditangkap di Makasar, 2 Tewas Ditembak
Foto Ant/Arnas Padda
PENGGEREBEKAN: Anggota polisi memasang garis polisi saat menutup akses menuju rumah terduga teroris usai penggerebekan di Perumahan Villa Mutiara, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (6/1).
Makassar (SIB)
Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Merdisyam mengungkap total ada 20 terduga teroris yang ditangkap di Kota Makassar, Rabu (6/1). Jumlah tersebut sudah termasuk dua terduga teroris yang tewas, M Rizaldi (44) dan Sanjai Ajis (22).

"Ini yang diamankan seluruhnya 20," ujar Irjen Merdisyam kepada wartawan di Makassar.

Merdisyam mengatakan, selain dua terduga teroris tewas, ada seorang terduga teroris yang mengalami luka tembakan. Terduga teroris yang luka itu kini dalam perawatan.

"Dua yang meninggal dunia dan satu luka tembak dalam perawatan, (sisanya) 17 sudah diamankan," katanya.

Total 20 terduga teroris tersebut ditangkap di berbagai lokasi di Kota Makassar. Penangkapan dilakukan secara serentak oleh gabungan Densus 88 Mabes Polri yang dibantu Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar.

"Iya (lokasi penangkapan di) Makassar semua," kata Merdisyam.

Sebelumnya, dua dari total 20 terduga teroris, Rizaldi dan Sanjai, ditembak mati usai disebut melawan aparat saat akan dilakukan penangkapan di Perumahan Vila Mutiara Biru, Kelurahan Bulurokeng, wilayah Kecamatan Biringkanaya, Makassar, sekitar pukul 05.00 Wita, subuh. Sedangkan identitas 18 terduga teroris lainnya belum diungkap polisi.

Untuk dua terduga teroris tewas tersebut diketahui berstatus mertua dan menantu.

"Mereka mertua sama menantu. Sanjai Ajis ini menikahi putri kedua dari Bapak Rizaldi tahun 2018," kata seorang tetangga kedua terduga teroris tewas, Surahman (50), saat ditemui terpisah.

Kini kedua jenazah terduga teroris telah dievakuasi dan saat ini menjalani otopsi di RS Bhayangkara Polda Sulsel.

BANTU PELARIAN
Sementara itu, Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan, mengatakan kedua terduga teroris yang tewas berperan membantu pelarian buron pelaku teror bom Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

"(Peran mereka) Fasilitator pelarian Andi Baso, DPO bom Gereja Oikumene Samarinda tahun 2017," kata Ramadhan kepada wartawan.

Polri menyebut Rizaldy dan Sanjai Ajis juga berperan dalam kasus bom bunuh diri di gereja di Filipina.

"Terlibat dalam pengiriman dana kepada pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral, Jolo, Filipina," kata Ramdhan.

Keduanya bersama pengikut JAD lain pernah menyatakan baiat kepada khilafah atau ISIS pada 2015 di Ponpes Aridho, pimpinan Ustaz Basri. Basri telah meninggal dunia di Nusakambangan.

Keduanya juga sempat hendak bergabung dengan ISIS di Suriah pada 2016. Namun upaya tersebut digagalkan di Bandara Soekarno-Hatta.

Rizaldy dan Sanjai Ajis bersama pengikut JAD lainnya rutin melakukan pengkajian negara Islam di Villa Mutiara dan Yayasan Aridho. Mereka juga melakukan latihan fisik sejak akhir tahun lalu.

"Mulai bulan Oktober 2020 secara rutin lakukan latihan menembak dan naik gunung (idad)," katanya. (detikcom/a)

Sumber
: Hariansib edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru