Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 13 Februari 2026

Tunggangan PNS Makassar Rp 3,8 M, Wali Kota Heran

Redaksi - Senin, 26 April 2021 08:39 WIB
756 view
Tunggangan PNS Makassar Rp 3,8 M, Wali Kota Heran
Ibnu Munsir/detikcom
Foto: Wali Kota Makassar Danny Pomanto
Makassar (SIB)
Wali Kota Makassar Moh Ramadhan 'Danny' Pomanto heran terhadap salah satu anak buahnya yang memiliki tunggangan mewah. Pegawai negeri sipil (PNS) di Makassar itu juga diketahui memiliki puluhan bidang tanah serta rumah dengan nilai yang fantastis.

"Kalau ada pegawai biasa (kaya) saya kira perlu diselidiki apakah dia ahli warisnya atau seperti apa. Kalau tidak ada, saya kira masyarakat yang menilailah, tapi indikasi-indikasi itu memberikan kita warning tentang perilaku-perilaku yang perlu diberantas di Pemerintah Kota Makassar," kata Danny Pomanto di SMP 5 Makassar, seperti dikutip, Sabtu (24/4).

PNS yang dimaksud Danny itu bernama Irwan Rusfiady Adnan, yang bertugas sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Makassar. Memangnya apa saja harta kekayaan milik Irwan itu?

Dicek dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari situs KPK, Irwan melaporkannya pada 26 Maret 2020 sebagai LHKPN periodik 2019. Dia memiliki belasan bidang tanah dan bangunan serta sederet bidang tanah di Makassar dan Jakarta yang nilainya lebih dari Rp 39 miliar.

Selain itu, Irwan melaporkan koleksi mobil dan sepedamotornya. Ada 3 sepedamotor dan 5 mobil yang nilainya lebih dari Rp 3,8 miliar.

Apa saja koleksi tunggangannya?

Sepedamotor : Harley-Davidson XR 1200 tahun 2012 senilai Rp 150 juta, Harley-Davidson tahun 2013 senilai Rp 350 juta dan Royal Enfield tahun 2016 senilai Rp 70 juta.

Mobil : Ford Mustang tahun 2013 senilai Rp 1 miliar, Toyota FJ Cruiser tahun 2014 senilai Rp 1 miliar, Toyota Vellfire tahun 2015 senilai Rp 700 juta, Jeep tahun 2010 senilai Rp 200 juta dan Toyota Innova tahun 2017 senilai Rp 350 juta

Selain itu dia melaporkan kepemilikan kas dan setara kas senilai lebih dari Rp10 miliar dan harta bergerak lain senilai Rp 2,6 miliar lebih. Total LHKPN milik Irwan adalah Rp 56.449.323.791.

Kekayaan Irwan itu disorot Danny Pomanto. Dia kaget seorang PNS memiliki tunggangan mewah seperti itu.

"Saya sebagai Wali Kota (Makassar) lima tahun rasakan bagaimana fasilitas Wali Kota yang begitu paling tinggi tidak akan mampu membuat orang kaya, apalagi mampu membeli seperti Harley-Davidson," ucap Danny.

"Teman-teman bisa lihatlah walaupun saya sendiri sebelumnya punya cukup biaya untuk menghidupi diri sendiri, tapi saya sendiri tak cukup membeli Harley," tambahnya.

Hasil Usaha
Sementara itu, Irwan Rusfiady Adnan mengatakan kekayaannya itu didapat dari hasil usahanya. Sejumlah barang mewah yang dimilikinya, jelas Irwan, sudah melalui tiga kali proses verifikasi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Ini sudah melalui proses verifikasi dan klarifikasi, kemudian persoalan kenaikannya disesuaikan dengan nilai sekarang, harga pasar, karena itu kan aset dan perolehannya itu kan jauh sebelumnya saya jadi kepala dinas, memang itu hasil usaha saya iya," kata Irwan Adnan melalui sambungan telepon.

"Hasil usaha itu tidak ada kaitannya itu, saya sebelum jadi kepala dinas aja udah punya dari dulu, saya usaha properti jual-beli, bangun-jual khusus ruko, tapi itu kita sudah diverifikasi sudah 3 kali, kita diverifikasi bahkan KPK kan sudah bicara, Ibu Niken juga sudah bicara," ujarnya.

Irwan Adnan heran terhadap pihak-pihak yang mempertanyakan harta kekayaannya. Menurutnya, Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya ke KPK perlu diapresiasi.

"Itu kan sudah terverifikasi dan klarifikasilah, harusnya begini, justru sebenarnya, saya ini harus diapresiasi, harus diikuti ya semua ASN, bahkan wali kota harusnya lebih, pertama kalau kita mau jujur ya, maksud saya LHKPN itu produk KPK dan bisa diakses semua orang dan itu untuk transparansi, pencegahan dan kepatuhan. Saya ini kan pernah jadi pilot project KPK, sehingga saya harus punya integritas tinggi harus begitu (melaporkan) harus berani jujur, berani jujur itu hebat," tegas Irwan.

Ia juga meminta pejabat di Pemkot Makassar berani jujur dan melaporkan seluruh harta kekayaannya di KPK. Pejabat lain, lanjut Irwan, harus transparan dengan memperlihatkan hartanya ke publik.

"Kenapa ini tidak dijadikan motivasi buat teman-teman, memang iya, kenapa kita jadi pejabat harus transparan, untuk melaporkan berapa harta sebelum menjabat, berapa setelah menjabat, harus seperti itu dan itu saya perlihatkan," tutupnya. (detikcom/f)

Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru