Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 19 Januari 2026

Warga Buang Jenazah Corona di Sungai Gangga Dipicu Kemiskinan dan Ketakutan

Redaksi - Senin, 17 Mei 2021 11:39 WIB
616 view
Warga Buang Jenazah Corona di Sungai Gangga Dipicu Kemiskinan dan Ketakutan
Tangkap Layar The Sun
India digegerkan dengan penemuan puluhan mayat pasien Covid-19 yang terapung di Sungai Gangga. Dalam video yang beredar, jasad itu terlihat menumpuk di tepi Sungai Gangga, Chausa, negara bagian Bihar Utara.   
Jakarta (SIB)
India masih dilanda kekhawatiran akan kasus virus Corona. Potret mayat Corona yang hanyut di sungai Gangga, sungai yang dianggap suci oleh umat Hindu, mengejutkan banyak orang.

Jenazah Corona yang dibuang di Sungai Gangga ini diperkirakan dipicu kemiskinan dan ketakutan akan Covid-19 oleh para warga di daerah terpencil. Hal ini disampaikan Manoj Kumar Singh, pejabat senior di India, kepada para bupati, seperti dilaporkan Reuters.

Singh dalam memo tersebut mengatakan kurangnya dana untuk membeli bahan-bahan seperti kayu bakar untuk kremasi, kepercayaan agama di beberapa komunitas, dan keluarga yang meninggalkan korban Covid-19 karena takut penyakit, adalah di antara kemungkinan alasan lonjakan pembuangan jenazah di Sungai Gangga.

"Pemerintah memiliki informasi bahwa jenazah mereka yang meninggal karena Covid-19 atau penyakit lainnya dibuang ke sungai alih-alih dibuang sesuai ritual yang tepat," kata Singh.

"Akibatnya, mayat ditemukan di sungai di banyak tempat," lanjutnya.

Dia meminta pejabat tingkat desa untuk memastikan tidak ada jenazah yang dibuang ke air dan mengatakan pemerintah negara bagian akan membayar masing-masing keluarga miskin dari jenazah 5.000 rupee (Rp975 ribu) untuk mengkremasi atau menguburkan jenazah. Negara juga meminta polisi untuk berpatroli di sungai untuk menghentikan praktik tersebut.

Banyak media mengaitkan peningkatan jumlah jenazah yang ditemukan mengambang di Sungai Gangga dan beberapa anak sungai lain dengan pandemi virus corona. Namun, negara bagian Uttar Pradesh di utara India, hingga kini belum secara terbuka mengungkapkan penyebab dari kematian jenazah-jenazah ini.

India telah secara resmi melaporkan sekitar 4.000 kematian setiap hari akibat penyakit itu selama hampir dua minggu, tetapi para ahli kesehatan mengatakan jumlah korban kemungkinan jauh lebih tinggi karena pengujian yang buruk di daerah pedesaan dan faktor lainnya.

Lonjakan kematian di banyak tempat menyebabkan penumpukan di krematorium dan melipatgandakan biaya upacara pemakaman.

Hanyut
Kementerian dalam negeri India mengungkapkan bahwa hampir 2.000 jenazah telah diambil dari Sungai Gangga oleh berbagai administrasi distrik di Uttar Pradesh dan Bihar dalam satu minggu terakhir ini.

Dikutip dari media lokal India Bhaskar, orang-orang yang tinggal di dekat Sungai Gangga di Uttar Pradesh telah menyaksikan pemandangan mengerikan dari mayat-mayat yang terbawa arus sungai.

Lebih dari 2.000 mayat ditemukan di 1.140 km di tepi Sungai Gangga yang tersebar di beberapa distrik di Uttar Pradesh, demikian dilaporkan media Hindi Daily.

Sesuai laporan, 350 mayat ditemukan terkubur di dekat Mahadevi Ganga Ghat di Kannauj. Sumber mengatakan bahwa pemerintah menutupi jenazah dengan meletakkan tanah di atasnya.

Para pejabat mengatakan bahwa mayat-mayat ini kemungkinan besar adalah pasien Corona yang meninggal di desa-desa terpencil di sepanjang Sungai Gangga karena sebagian besar penduduk desa sangat miskin dan tidak mampu membiayai upacara terakhir anggota keluarga mereka.

Sumber-sumber di kementerian mengatakan tren pembuangan jenazah terlihat sebagian besar di empat distrik yakni Kanpur, Ghazipur, Unnao dan Balia. Kedua negara bagian telah diminta untuk segera mengambil langkah korektif.

Warga Ghazipur, yang merasa malu atas insiden itu, telah menyatakan keprihatinan atas penyebaran penyakit dan bau busuk yang berasal dari tubuh jenazah yang telah membengkak.

"Pemandangan itu mengerikan, mayat-mayat datang dari segala arah dan terjebak. Orang-orang menjadi sangat ketakutan dan baunya semakin parah," kata Akhand, seorang warga setempat.

Insiden seperti ini telah memicu kekhawatiran tentang skala krisis Covid-19 di India, terutama di pedesaan. Pihak berwenang percaya kerabat dari mereka yang meninggal karena virus, mungkin tidak dapat menemukan tempat untuk upacara terakhir. (detikhealth/c)
Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru