Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Total 7 Tersangka Ditangkap Terkait Pengeroyokan Ade Armando

* Ade Armando Alami Masalah Pendarahan Otak dan Kandung Kemih
Redaksi - Sabtu, 16 April 2022 09:12 WIB
394 view
Total 7 Tersangka Ditangkap Terkait Pengeroyokan Ade Armando
Foto: Andri Nurdriansyah/Biro Pemberitaan Parlemen
Kasus pengeroyokan yang menimpa dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando terus diusut. Sejauh ini total ada tujuh pelaku pengeroyokan yang telah ditangkap polisi.
Jakarta (SIB)
Kasus pengeroyokan yang menimpa dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando terus diusut. Sejauh ini total ada tujuh pelaku pengeroyokan yang telah ditangkap polisi.

"Totalnya ya, jadi total sudah ada tujuh ya (pelaku ditangkap)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (14/4).

Awalnya polisi berhasil mengidentifikasi enam pelaku pengeroyokan Ade Armando. Mereka adalah Dhia Ul Haq, Komarudin, Muhammad Bagja, Abdul Latip, Ade Permana, dan Abdul Manaf. Empat orang pertama telah ditangkap polisi pada Selasa (12/4) hingga Rabu (13/4).

Zulpan mengatakan, selain enam orang tersebut, pihaknya telah mengidentifikasi dua pelaku lain yang diduga terlibat dalam pengeroyokan Ade Armando.

"Dalam perkembangan penanganannya, ada orang-orang lain yang diduga ikut terlibat dalam melakukan kekerasan, di mana ada dua orang yang kita sudah berhasil melakukan penangkapan, di antaranya atas nama Markos Iswan. Dia berperan dalam melakukan pemukulan kepada korban," jelas Zulpan.

Pelaku berikutnya yang ditangkap oleh polisi bernama Alfikri Hidayatullah. Pelaku tersebut turut berperan memukul Ade Armando.

"Yang bersangkutan kita tangkap di Jagakarsa, Jakarta Selatan, dini hari tadi, sekitar pukul 02.55 WIB," jelas Zulpan.

Dengan penangkapan para pelaku ini, total ada tujuh pelaku pengeroyokan Ade Armando yang telah ditangkap. Tujuh pelaku itu terdiri atas enam pelaku pengeroyokan dan satu orang provokator.

Pelaku Pengeroyokan, Abdul Latip, Dhia Ul Haq, Muhammad Bagja, Komarudin, Alfikri Hidayatullah, Markos Iswan.

Pelaku Provokator

Arif Ferdini.

Jangan Takut
Sementara itu, Ade Armando, melalui sahabatnya, Nong Darol Mahmada, menyampaikan pesan untuk tidak takut karena Allah bersama orang yang menegakkan kebenaran.

"Saya menyampaikan juga kepada Bang Ade ucapan salam dan dukungan banyak pihak, tanggapan Bang Ade sangat terharu dan mengucapkan banyak terima kasih dan berpesan katanya 'semuanya agar terus berjuang, jangan takut karena Allah akan selalu bersama orang-orang yang menegakkan kebenaran'," kata Nong kepada wartawan, Jumat (15/4).

Keluarga Ade, kata Nong, sangat mengapresiasi kerja pihak kepolisian yang telah menangkap 7 pelaku pengeroyokan terhadap Ade Armando. Keluarga Ade meminta para pelaku dihukum seberat-beratnya.

"Pihak keluarga mengapresiasi kerja aparat kepolisian yang telah menangkap 7 pelaku penyerangan dan pemukulan terhadap Bang Ade dan meminta agar para pelaku tersebut diproses hukumnya sampai tuntas dan dihukum seberat-beratnya, dan diharapkan pelaku lain belum ditangkap agar secepatnya ditangkap juga," kata Nong.

Ade Armando, dikabarkan telah keluar dari ruang High Care Unit (HCU) RS MRCCC Siloam Semanggi. Ade Armando kini dirawat di ruang rawat inap biasa.

"Bang Ade udah nggak di ruang HCU lagi, tapi Bang Ade terus intensif dimonitor oleh tim dokter," ucap Nong Darol Mahmada kepada wartawan, Kamis (14/4).

Dia mengatakan, Ade Armando dipindah dari ruangan HCU ke ruang rawat inap RS MRCCC sejak Rabu (13/4) sore. Namun, Nong belum dapat memastikan kapan Ade Armando dapat dijenguk.

"Kemarin sore dipindahkannya. Iya (ruang rawat inap) tapi belum bisa dijenguk karena masih full intensive penanganan dokter," ucapnya.

Dia mengatakan Ade Armando belum bisa dijenguk. Menurutnya, Ade Armando masih perlu istirahat.

"Karena itu belum bisa menerima kunjungan selain pihak yang diizinkan pihak keluarga supaya Bang Ade bisa istirahat," ucap Nong.

Nong Darol Mahmada, menyampaikan Ade masih dirawat intensif oleh tim dokter karena adanya pendarahan di otak dan mengalami gangguan kandung kemih.

"Saya baru menengok bang Ade yang sekarang berada di ruang inap RS Siloam Semanggi," kata Nong.

Nong menjelaskan, Ade masih terus dimonitor secara intensif oleh tim dokter. Ada sejumlah masalah medis akibat penganiayaan 11 April lalu.

"Terkait pendarahan di otak, masalah kandung kemih, hidung, dan luka lebam, lecet bekas diseret dan dipukul bertubi-tubi membabi buta. Belum ada perkembangan yang berarti, tapi diharapkan akan makin stabil kondisinya," kata Nong.

Ade Armando belum bisa berinteraksi dan membutuhkan istirahat yang cukup. Keluarga Ade Armando, kata Nong, menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pihak yang membantu dan mendoakan kesembuhan Ade.

"Pihak keluarga juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, berdoa dan mendukung Bang Ade dan mohon maaf karena belum bisa mengizinkan Bang Ade ditengok meski sekarang berada di ruang inap, karena bang ade masih membutuhkan istirahat dan tidak bisa berinteraksi dulu agar Bang Ade fokus untuk penyembuhan sakitnya," ujarnya.

DITANGKAP
Sementara itu, Perwira Ditlantas Polda Metro Jaya AKP Rudi Wira dikeroyok massa demo 11 April di tol dalam kota, tepatnya di seberang gedung DPR/MPR. Dua pelaku pengeroyokan kini telah ditangkap polisi.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo saat dikonfirmasi soal penangkapan dua orang itu enggan berkomentar dan mempersilakan bertanya ke Humas Polda Metro Jaya.

"Ke Kabid Humas ya," ujar Sambodo saat dihubungi, Kamis (14/4).

Dihubungi terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Zulpan baru sebatas membenarkan penangkapan dua orang tersebut.

"Iya, benar," kata Zulpan saat ditanya apakah benar pelaku pengeroyok polisi sudah ditangkap.

Kedua pelaku ialah berinisial JS dan MNNA. Saat ini keduanya diperiksa polisi.

Untuk diketahui, enam polisi terluka dalam insiden kericuhan demo 11 April di depan gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat. Salah satunya perwira Ditlantas Polda Metro Jaya bernama AKP Rudi Wira.

Rudi Wira dirawat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, akibat luka yang dideritanya. Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo sempat menjenguk AKP Rudi Wira.

"Malam ini saya beserta staf baru saja melihat keadaan dari AKP Rudi Wira, anggota Polantas Polda Metro Jaya yang tadi pada saat kejadian di depan DPR/MPR menjadi korban dari penganiayaan yang dilakukan oleh massa," ujar Kombes Sambodo di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/4). (Detikcom/c)

Sumber
: KORAN SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru