Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 24 Februari 2026

Ketua TP PKK Deliserdang Terima Satyalencana Wira Karya dari Presiden Jokowi

* Hj Yunita Ashari Tambunan: Anak Berkebutuhan Khusus Harus Diperlakukan Sama dengan Anak Normal
Redaksi - Jumat, 08 Juli 2022 08:57 WIB
847 view
Ketua TP PKK Deliserdang Terima Satyalencana Wira Karya dari Presiden Jokowi
(Foto Dok/Diskominfo Stan)
SATYALENCANA: Ketua TP PKK Deliserdang Ny Hj Yunita Ashari Tambunan (2 kanan) menerima penghargaan Satyalencana Wira Karya bidang Program Bangga Kencana dari Presiden Joko Widodo pada acara Harganas di Medan, Kamis (7/7). 
Lubukpakam (SIB)
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Deliserdang, Ny Hj Yunita Ashari Tambunan, menerima penghargaan Satyalencana Wira Karya bidang program bangga kencana dari Presiden Republik Indonesia (RI), Ir H Joko Widodo di acara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29 tahun 2022 di Lapangan Merdeka, Medan, Kamis (7/7).

Penyerahan penghargaan kepada Hj Yunita itu disaksikan Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan, Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar, Wakil Ketua TP PKK Deliserdang Ny Hj Sri Pepeni Yusuf Siregar, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs Citra Effendi Capah MSP, para Kepala OPD dan perwakilan penggiat dan penyuluh stunting.

Nyonya Hj Yunita Ashari Tambunan mendapatkan Satyalancana Wira Karya karena berperan aktif menyukseskan program bangga kencana melalui Program IBU Religius (Relawan Keluarga, Pelindung Anak dan Keluarga).[br]


Kemudian menyusun dan menyosialisasikan buku petunjuk penggunaan media simulasi bina kelompok remaja, serta menginisiasi kelas inklusi anak berkebutuhan khusus di PAUD (pendidikan anak usia dini) sehingga terwujud keluarga dan generasi yang berkualitas.

Sementara Yunita Ashari dalam sambutannya saat acara syukuran di salah satu tempat di Kecamatan Tanjungmorawa, mengaku tidak menyangka mendapat penghargaan tersebut.

Sebab dalam masa Covid-19 selama dua tahun diakuinya semua dalam keadaan tidak mendukung, sehingga program PKK banyak tidak berjalan baik.

"Tapi sebelum dua tahun ini, saya punya program dengan Kadisdik Deliserdang, saat itu dijabat Bapak Timur Tumanggor bahwa rencana satu kecamatan satu wadah anak berkebutuhan khusus.[br]


Karena yang saya wacanakan itu, jangan lagi anak-anak itu ditutup-tutupi, kalau ada anak kita yang kurang harus disamakan dengan anak kita yang normal," terangnya.

Dengan anugerah itu, ia mengucapkan terimakasih semua kepada ibu PKK desa dan ibu PKK Kecamatan serta ibu-ibu yang mendukung program tersebut. Sebab penghargaan itu diterimanya merupakan hasil kerja bersama.

"Maaf saya bila ada yang kurang lebih selama ini. Mudah-mudahan pekerjaan kita tidak berhenti di sini. Saya sudah bilang tadi sama ibu Kadis P3A dan P2KB, Era Permata Sari supaya tetap dilanjutkan.

Jangan nanti saya merasa menang dapat penghargaan tetapi program hilang. Namun kegiatan baik terhadap anak-anak tetap dilanjutkan, komunikasi harus dan diperhatikan," ajak Yunita Ashari.

Sebelumnya dalam pidatonya, Joko Widodo meminta Gubernur Sumatera Utara H Edy Rahmayadi dan Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution bersama seluruh kepala daerah tingkat Kabupaten/Kota di Sumatera Utara untuk fokus dalam menekan angka stunting.[br]


Pasalnya, di tahun 2021, angka stunting di Sumatera Utara mencapai 25,8 persen atau masih di atas angka rata-rata nasional yang berada di angka 24,4 persen.

Sedangkan di Kota Medan yang merupakan ibu kota provinsi Sumut, angka stunting masih berada di angka 19 persen lebih.

"Tingginya angka stunting ini mohon agar jadi perhatian. Stunting di Indonesia di tahun 2021 sebesar 24,4 persen. Target kita di 2024 harus bisa turun ke 14 persen," ucap Presiden Jokowi.

Untuk bisa mencapai penurunan stunting ke angka 14 persen pada tahun 2024 itu, kata Jokowi, dibutuhkan kerja keras dari semua pihak.[br]


"Pada Harganas ini, saya mengajak seluruh kekuatan bangsa agar bersama-sama menurunkan angka stunting untuk menyiapkan generasi bangsa yang berkualitas," ujarnya.

Menurut Presiden Jokowi, anak Indonesia harus dalam kondisi yang sehat dan tidak boleh kekurangan gizi.

Sebab bila banyak generasi bangsa yang menderita stunting, maka anak-anak Indonesia akan sulit untuk bersaing dengan negara-negara lain di dunia.

"Para pendamping keluarga harus ada di setiap desa/kelurahan dan bekerja keras untuk melayani masyarakat dalam menurunkan angka stunting," tandas Presiden RI tersebut. (C3/f)




Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru