Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 08 Maret 2026

Ma'ruf Amin Ungkap 3 Opsi Harga BBM, Salah Satunya Naik

* Data Bansos akan Jadi Acuan Penerima Subsidi BBM
Redaksi - Jumat, 26 Agustus 2022 10:02 WIB
408 view
Ma'ruf Amin Ungkap 3 Opsi Harga BBM, Salah Satunya Naik
(Foto: Setwapres)
Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin. 
Jakarta (SIB)
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut, ada tiga solusi yang tengah dipertimbangkan pemerintah terkait harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah kenaikan harga minyak dunia.

Pilihannya antara lain, menambah subsidi, menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), hingga membatasi penggunaannya.

Hal ini disampaikannya saat melakukan kunjungan ke Pekanbaru, Riau pada Kamis (25/8).

Ma'ruf menyebut, besaran subsidi BBM yang disediakan pemerintah telah banyak mengalami perubahan lantaran harga minyak dunia yang terus meningkat.

"BBM itu kan memang akibat daripada ini membawa dampak pada menambah besarnya subsidi yang sudah disiapkan. Waktu disiapkan dengan harga ini, tapi dengan harga yang akan datang ini akan terus naik ya. Dan sekarang sudah naik, yang akan datang juga akan naik," ujar Ma'ruf pada media di sela-sela kunjungan di Pekanbaru, Riau, Kamis (25/8).

"Bagaimana agar subsidi ini berkelanjutan. Kalau ini ditambah lagi, ini kan akan mengganggu APBN," tambahnya.

Lebih lanjut Ma'ruf menyampaikan, ada beberapa opsi yang kini tengah dibicarakan oleh pemerintah.

"Ini memang ada beberapa opsi, apakah menaikkan harga, apakah membatasi, atau menambah subsidinya," ujarnya.

"Ini opsinya begini, subsidinya ditambah, yang ini akan membahayakan APBN. Apakah dinaikkan, atau tidak dinaikkan tapi dibatasi penggunaannya. Sejumlah ini saja. Ini opsi-opsi yang sekarang sedang dibicarakan pemerintah," tambah Ma'ruf.

Dengan demikian, solusi yang dimaksud Ma'ruf antara lain menambah besaran subsidi BBM, menaikkan harga BBM, dan membatasi penggunaannya.

Oleh karena itu, Ma'ruf menghimbau kepada masyarakat untuk menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah menyangkut solusi terbaik yang saat ini sedang dipersiapkan.[br]





Pertimbangkan
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyatakan, pemerintah sedang menyusun program subsidi BBM tepat sasaran.

Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) bakal digunakan sebagai acuan penerima BBM subsidi.

Selama ini, DTKS digunakan untuk data masyarakat miskin penerima bansos dan disusun oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

Arifin mengatakan rencana ini memang belum diputuskan namun sudah dibahas dengan berbagai instansi.

"Kami dukung program tepat sasaran yang sudah kita gulirkan dengan gunakan data-data yang ada di DTKS untuk dimanfaatkan. Ini dibutuhkan koordinasi lagi dengan instansi lain yang terkait," kata Arifin dalam rapat dengan Komisi VII DPR, ditulis Kamis (25/8).

"Jadi data ini untuk tepat sasaran bisa dilaksanakan, bantuan langsung ini bisa dialokasikan dengan tepat," paparnya.

Selain itu, pihaknya juga sedang bekerja dengan Korlantas Polri untuk mendapatkan data kendaraan.

Hal ini dilakukan untuk menyusun dan menggolongkan kendaraan penerima subsidi BBM.

"Kita kerja sama dengan Korlantas untuk dapat data kendaraan, biasanya ya dalam BPKB kendaraan dan di STNK ada CC-nya sekian liter dan kapasitas volumenya berapa," ungkap Arifin.

Pihaknya juga tak berhenti melakukan penindakan penyelewengan BBM Subsidi di lapangan.

Razia-razia terus dilakukan pihaknya bekerja sama dengan berbagai instansi terkait.

"Beberapa waktu lalu ada razia, aparat menemui kasus penimbunan dan sebagainya, kita harap bisa diinsetifkan lagi memasuki semester dua dan akhir tahun," sebut Arifin. (detikFinance/f)




Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru