Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 19 Januari 2026

Fraksi NasDem DPRD SU Sesalkan Proyek Multiyears Rp2,7 Triliun Belum Ada Aksi di Lapangan

* Kadis BMBK Sumut Berulangkali Ditelepon Tidak Diangkat, di WhatsApp Juga Tidak Dibalas
Redaksi - Kamis, 08 September 2022 08:59 WIB
547 view
Fraksi NasDem DPRD SU Sesalkan Proyek Multiyears Rp2,7 Triliun Belum Ada Aksi di Lapangan
Foto : net
Ilustrasi.
Medan (SIB)
Fraksi NasDem DPRD Sumut menyesalkan proyek multiyears pembangunan jalan dan jembatan di Sumut senilai Rp2,7 triliun terlihat belum ada aksi di lapangan, sehingga fraksi yang mengusung restorasi perubahan ini mempertanyakan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sumut sejauh mana progres proyek raksasa tersebut.

Hal itu ditegaskan anggota Fraksi NasDem DPRD Sumut Pdt Berkat Laoly kepada wartawan, Rabu (7/9) di DPRD Sumut menanggapi proyek jalan dan jembatan yang diprogramkan Dinas BMBK Sumut belum berjalan maksimal.

"Dalam pandangan akhir Fraksi NasDem terhadap Ranperda P-APBD Sumut Tahun Anggaran 2022 yang dibacakan Ketua Fraksi Tuahman Purba dalam rapat paripurna DPRD Sumut yang dihadiri Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Rabu (7/9) kita juga mempertanyakan perihal progres proyek multiyears itu," tambah Berkat.

Seperti proyek pembangunan Jembatan Oyo di Kabupaten Nias Barat senilai Rp30 miliar yang masuk dalam bagian proyek multiyears, tambah Berkat, hingga saat ini belum ada tanda-tanda perbaikannya di lapangan.

Padahal, tambah Tuahman Purba, jembatan tersebut sangat urgen dan sangat mendesak dilakukan perbaikan, sebab merupakan jembatan atau jalan satu-satunya yang menghubungkan antar kabupaten ke Kabupaten Nias Barat.

"Dari pengamatan di lapangan, jembatan yang kondisinya dalam keadaan rusak parah dan sudah banyak menelan korban dari masyarakat, ada yang kendaraannya terperosok dan ada yang terjatuh ke sungai, masih dibiarkan hancur," tandas Berkat yang juga anggota dewan Dapil Kepulauan Nias itu.

Sementara itu, anggota DPRD Sumut Ebenejer Sitorus menemukan di Kabupaten Asahan, pembangunan jalan dan jembatan yang sudah digraundbreaking Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, ternyata hanya dilakukan pembersihan jalan dan setelah itu tidak ada lagi aktivitas di lapangan.[br]

"Contohnya jalan provinsi Simpang Butong Kecamatan Air Joman menuju Silau Laut Kabupaten Asahan yang kondisinya hancur lebur, setelah dilakukan pembersihan jalan atau pemerataan dengan alat berat, ternyata sekarang terhenti," ujarnya.

Ebenejer pernah juga mempertanyakan perihal terhentinya kelanjutan pembangunan proyek multiyears ini kepada UPT Dinas BMBK Sumut di Asahan - Tanjungbalai, tapi jawaban pihak UPT saat itu akan melanjutkan pada Agustus. Tapi hingga kini belum ada tanda-tanda akan dimulai pembangunannya.


Tidak Dijawab

Ketika perihal mandeknya atau tidak ada actionnya proyek "raksasa" ini dikonfirmasi kepada Kadis BMBK Sumut Bambang Pardede melalui telepon secara berulang kali tidak diangkat. Begitu juga pesan singkat yang dikirim wartawan SIB melalui WhatsApp tidak dibalas.

Saat wartawan SIB Danres Saragih menelepon Bambang Pardede, ternyata diangkat sebentar, tapi tiba-tiba diputus dengan alasan ada telepon masuk. "Sebentar ya, ada telepon masuk dari Pak Gubernur," katanya tiba-tiba mematikan teleponnya dan hingga sorenya tidak bisa lagi dihubungi.


Bantah

Sementara itu, pihak kontraktor proyek multiyears Sumber Mitra Jaya (SMJ) Engineering Bertua Sirait membantah, jika proyek multiyears senilai Rp2,7 triliun itu belum ada aksi di lapangan. Bahkan pengaspalan sudah mulai dilaksanakan di Jalan Pertempuran, Marelan Kota Medan.

"Memang di bulan September 2022 akan dilakukan di Zona 1 yaitu Kabupaten Langkat lima ruas," katanya sembari menambahkan, pengaspalan sudah mulai di Jalan Pertempuran, Marelan, Kota Medan dan selanjutnya ke Zona 1 yaitu di Kabupaten Langkat. (A4/A13/a)

Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru