London (SIB)
Upacara kenegaraan pemakaman Ratu Elizabeth pada hari ini Senin (19/9) akan ditayangkan di sekitar 125 bioskop di seluruh Inggris, kata pemerintah, Sabtu (17/9).
Sementara itu, menurut pemerintah, layar besar akan disediakan di banyak taman, lapangan, dan katedral agar masyarakat bisa menyaksikan upacara akbar tersebut.
Upacara pemakaman di Westminster Abbey dan prosesi terkait di seluruh London juga akan ditayangkan secara langsung melalui televisi oleh BBC, ITV, dan Sky, kata departemen kebudayaan melalui pernyataan.
Para presiden, perdana menteri, dan anggota kerajaan dari seluruh dunia diperkirakan hadir pada upacara pemakaman Ratu Elizabeth, sosok paling lama yang memimpin Kerajaan Inggris.
Elizabeth wafat pada 8 September pada usia 96 tahun.
Pemerintah telah menyatakan hari libur nasional dalam rangka upacara pemakaman sang ratu.
Jumlah orang yang akan menonton upacara tersebut kemungkinan lebih besar dibandingkan saat peristiwa-peristiwa besar selama sejarah Inggris baru-baru ini, termasuk upacara pemakaman Putri Diana pada 1997, Olimpiade London 2012, dan pernikahan para anggota keluarga kerajaan.
Asosiasi bioskop Inggris pada Kamis (15/9) mengatakan, masyarakat bisa menonton tayangan upacara itu secara gratis di bioskop.
Ratusan ribu orang sudah mengantre selama berjam-jam pekan ini agar dapat mendekati peti jenazah Elizabeth untuk memberikan penghormatan terakhir.
Jenazah sang ratu disemayamkan di Westminster Hall hingga Senin dini hari.
Jaga Peti Mati
Delapan cucu Ratu Elizabeth II, termasuk Pangeran Wales dan Duke of Sussex, telah berjaga-jaga di sekitar peti matinya saat dia berbaring di negara bagian di Westminster Hall.
Atas permintaan Raja Charles, Pangeran Harry mengenakan seragam militer, untuk pertama kalinya sejak 2020.
Pangeran Harry telah mengenakan pakaian sipil di acara-acara publik sejak Ratu meninggal, demikian seperti dikutip dari BBC, Minggu (18/9).
Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah cucu-cucu seorang raja mengambil bagian dalam upacara tersebut.
Putra Raja, William dan Harry bergabung dengan Peter Phillips dan Zara Tindall, anak-anak Putri Anne, serta putri Pangeran Andrew, Putri Beatrice dan Eugenie, dan Lady Louise Windsor dan James, Viscount Severn, yang merupakan anak-anak Pangeran Edward.
Pada usia 44, Peter Philips adalah yang tertua dari cucu Ratu, sedangkan yang termuda, James, Viscount Severn, berusia 14 tahun.
Dalam diam dan dengan kepala tertunduk, delapan sepupu berdiri di titik yang berbeda di sekitar peti mati ketika kerumunan orang terus melewatinya.[br]
Pangeran William berdiri di kepala peti mati Ratu bersama saudaranya di ujung yang berlawanan.
Earl dan Countess of Wessex, orang tua Louise dan James, memandang dari platform yang menghadap peti mati.
Antrean
Ratu Elizabeth II disemayamkan di Westminster Hall, mulai Rabu 14 September 2022 pukul 17.00 hingga pukul 06.30.
Fenomena antrean membentang di pusat kota London telah menarik perhatian, memicu kebingungan dan kekaguman di seluruh Inggris dan di seluruh dunia.
Setelah menunggu berjam-jam dalam antrean untuk melihat persemayaman kenegaraan Ratu Elizabeth II, para pelayat menyambut Raja Charles dan Pangeran Wales yang baru dengan gembira selama kunjungan mendadaknya ke antrean yang hanya dalam beberapa hari telah menjadi landmark London.
Dikutip dari The Guardian, Minggu (18/9/2022), Pangeran William mengatakan kepada seorang anak "Anda sudah lebih dari setengah jalan" dan Raja Charles III mengatakan kepada seorang wanita "Saya harap Anda tidak terlalu beku", para bangsawan disambut dengan sorak-sorai dan mengangkat ponsel saat mereka menyapa mereka yang menunggu di Lambeth dengan senyuman dan jabat tangan.
Antrean untuk mengunjungi Westminster Hall, mengular beberapa mil di sepanjang tepi selatan Sungai Thames dari Southwark Park, melewati Tower Bridge, Tate Modern, dan Waterloo ke Lambeth Bridge.
Kemudian kembali ke sisi utara sungai, melalui Victoria Tower Gardens, taman di samping Istana Westminster, sebelum mencapai aula di mana para pengunjung terus berjalan melewati peti mati Ratu yang dijaga dengan cahaya lilin dalam keheningan. Sebuah pengalaman yang berakhir dalam hitungan detik.
BANJIRI JALAN
Ribuan warga Inggris membanjiri jalanan di London untuk memberikan penghormatan terakhir ke ratu. Mereka rela antre hingga belasan jam.
Haus, lapar, dan kebelet ke toilet, pun tak terhindarkan.
Lalu, bagaimana cara mereka mengatasi hal tersebut saat antre berjam-jam?
Warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Inggris Harisul Amal membeberkan cara pelayat bertahan belasan jam demi bisa jenguk ratu.
Haris menjadi salah satu warga yang melayat untuk Ratu Elizabeth II. Ia rela antre hingga 15 jam, dan hanya sekitar tiga menit berada di area peti ratu untuk memberi penghormatan terakhir.
Haris menceritakan banyak pelayat yang membawa bekal dan keperluan lain.
"Orang lain yang sudah tahu, stok makanannya banyak. Jadi, (mereka) sambil ngemil, sambil makan," tutur dia.[br]
Ia juga menceritakan pihak berwenang Inggris menyediakan banyak toilet di dekat antrean.
Peziarah, lanjutnya, bisa kapan saja keluar masuk barisan untuk sekedar membeli makan atau pergi ke toilet, selama memakai yellow tag atau gelang kuning.
"Ada toilet. Mereka bagi bagi-bagi teh, banyak spot teh gratis," ujar Haris.
Gelang kuning ini merupakan tanda bahwa mereka adalah orang yang akan memberi penghormatan terakhir untuk ratu.
Di dekat trotoar tempat warga antre, banyak pertokoan dan semacam food truck. Jadi, para peziarah bisa menghindari kelaparan.
"Banyak food truck, jual crepes, es krim, burger, itu banyak. Itu di sepanjang jalan juga. Jadi, sepanjang jalan ada juga seperti KFC, McD," ungkap Haris.
Selama menunggu, warga juga bisa memantau seberapa panjang antrean dan lama waktu demi bisa melihat sang ratu dari situs resmi. (Antaranews/Liputan 6/CNNI/d)