Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

Geger Pembantaian di Thailand, 34 Orang Tewas Termasuk 23 Anak-anak

* Pelaku Juga Bunuh Istri dan Anaknya
Redaksi - Jumat, 07 Oktober 2022 09:50 WIB
384 view
Geger Pembantaian di Thailand, 34 Orang Tewas Termasuk 23 Anak-anak
(Foto: Dok/Reuters)
BERKUMPUL: Orang-orang berkumpul di luar tempat penitipan anak di mana terjadi penembakan massal di kota Uthai Sawan, 500 Km timur laut Bangkok, Thailand, Kamis (6/10). 
Jakarta (SIB)
Thailand digemparkan dengan penembakan massal.

Pelakunya, seorang mantan perwira polisi yang menyerbu tempat penitipan anak dan menewaskan 32 orang, termasuk 23 anak-anak.

Dilansir kantor berita AFP, Kamis (6/10), Kepolisian Thailand mengatakan, penyerang bersenjatakan senapan, pistol dan pisau melepaskan tembakan ke pusat penitipan anak di distrik Uthaisawan Na Klang, provinsi Nong Bua Lam Phu pada Kamis (6/10) sekitar pukul 12:30 waktu setempat, kemudian melarikan diri dari tempat kejadian dengan sebuah kendaraan.

Kolonel polisi Jakkapat Vijitraithaya, dari provinsi tempat serangan itu terjadi, mengidentifikasi pria bersenjata itu sebagai Panya Khamrab, seorang letnan kolonel polisi yang dipecat dari kepolisian tahun lalu karena penggunaan narkoba.

Dia mengatakan, pelaku penembakan massal itu pergi ke rumahnya dan membunuh istri dan anaknya usai membantai para korban di tempat penitipan anak. Setelah itu dia bunuh diri.

"Jumlah korban tewas dari insiden penembakan ... sedikitnya 30 orang," kata Anucha Burapachaisri, juru bicara kantor perdana menteri Thailand.

Polisi mengatakan penyerang menembak dan menikam anak-anak dan orang dewasa. Belum diketahui motif penyerangan tersebut.

Total korban tewas dalam peristiwa mengerikan ini adalah 34 orang jika ditambah dengan istri dan anak pelaku pembantaian.

Pembunuhan massal itu terjadi kurang dari sebulan setelah seorang perwira militer yang bertugas menembak mati dua rekannya di sebuah pangkalan pelatihan militer di ibu kota Thailand, Bangkok.

Sementara Thailand memiliki tingkat kepemilikan senjata yang tinggi, penembakan massal sangat jarang terjadi.

Namun dalam satu tahun terakhir, setidaknya ada dua kasus penembakan pembunuhan oleh tentara, menurut media lokal, Bangkok Post.

Dan pada tahun 2020, dalam salah satu insiden paling mematikan di negara itu dalam beberapa tahun terakhir, seorang tentara menembak mati 29 orang dalam amukan selama 17 jam dan melukai banyak orang lainnya sebelum dia ditembak mati oleh pasukan komando.

Tak Ada WNI
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban.

"KBRI Bangkok sudah berkoordinasi dengan Kemlu Thailand serta berkomunikasi dengan simpul masyarakat WNI, hingga saat ini tidak terdapat informasi adanya WNI yg menjadi korban peristiwa penembakan di Distrik Nong Bua, Provinsi Lamphu, Thailand," kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu Judha Nugraha melalui pesan singkat, Kamis (6/10). (detikcom/f)





Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru