Kamis, 18 Juli 2024

Bersaksi di Persidangan, Apin BK Mengaku Hanya Terima 2 Persen Fee dari Omzet Perjudian

Redaksi - Rabu, 08 Februari 2023 10:03 WIB
261 view
Bersaksi di Persidangan, Apin BK Mengaku Hanya Terima 2 Persen Fee dari Omzet Perjudian
Ist/harianSIB.com
Apin BK alias Jonni menjadi saksi dalam kasus perjudian online dengan 15 terdakwa. Dalam keterangannya, Apin BK mengaku hanya menerima 2 persen fee perjudian dalam sidang virtual di Ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (7/2/2023).&a
Medan (SIB)
Bandar judi online Apin BK alias Jonni menjadi saksi dalam kasus perkara perjudian 14 terdakwa anak buahnya.
Dalam keterangannya, Apin BK mengaku hanya menerima 2 persen fee perjudian, yang disebut-sebut dikelolanya, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (7/2).
Apin BK bersaksi untuk 14 anak terdakwa yakni, Vahriansyah, Hamzah Zarkaysi, Sahat Pardomuan Sinurat, Farhan Fahrezi Dailimunthe, Reval Aditya, M Ronaldo Millen, Rudi Kurniawan, Muhammad Alamsyah, Niko Prasetya, Erik William, Fitria Dewi Adiningsih, Balqis Adiansyah Yulia Astuti, Hendra alias Akiet, Michael Lesnama.
Apin BK mengaku memang memiliki Kafe Warna Warni yang dijadikan sebagai tempat operator perjudian online. Hanya saja, ia membantah atas judi online tersebut. "Ada 3 lantai dan 20 ruangan di tempat tersebut. Sewa ruangan Rp250 juta per tahun. Saya cuma menyewa, server-server judi tidak tahu yang mulia," katanya membantah JPU.
Selain menyewakan, ia mendapatkan keuntungan 2 persen dari permainan. Uang itu diterimanya melalui Didi (DPO). "Saya mengenal Didi dan menerima 2 persen dari pengelolaan judi online terdakwa," ujarnya.
Sementara itu, saksi M Afrizal yang turut dihadirkan JPU, selaku operator judi online mengaku omset perhari perputaran mencapai Rp60 juta. Kemudian, dia pun mengaku member (anggota) yang dipegangnya sekitar 3.600 pemain.
"Saya juga pernah dibawa ke Pekanbaru lalu membuka judi yang sama," bebernya.
Hal yang sama juga dikatakan saksi Adera, selaku tele marketing. Kata dia, dari hasil omzet Rp200 juta perbulan. "Kalau uangnya dipegang oleh leader yang mulia (Erik William/terdakwa)," ucapnya.
Adera mengaku bekerja di sana selama 2021 dan bertugas sebagai mengendalikan member untuk bermain judi tersebut. "Awalnya saya tidak tahu yang mulia, tapi saat kerja tahu itu judi," ucapnya.
Operator lainnya Aulia mengaku dengan terdakwa (15 anak buah Apin BK). Ia katakan peran Erik sebagai leader, sedangkan pemilik website judi online tersebut tidak diketahuinya.
"Saya bertugas sebagai operatur judi dan dibagi tugas masing-masing. Kalau yang memegang uang itu Erik," ucapnya.
Dalam persidangan itu dihadiri JPU sebanyak lima saksi. Dari keterangan saksi mengenal yang namanya Erik yang merupakan sebagai leader.
Perbuatan para terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 303 ayat (1) ke-1, 2 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.
Atau Pasal 27 ayat (2) Jo Pasal 45 ayat (2) UU RI No 19 tahun 2016 perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. (A17/d)



Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Hasil Muskab, Muhammad Rusli Pimpin PMI Labuhanbatu
PN Medan Kembali Menggelar Sidang Korupsi Kadis Kesehatan Sumut
Sidang Lanjutan Mantan Kades Terkait Dana Desa Digelar di PN Medan
Kasus Pencemaran Nama Baik, Boasa Dituntut JPU 3 Tahun Penjara
Persidangan Boasa, Terdakwa Kasus ITE Kembali Digelar di PN Medan
Persidangan Panjang Kasus TPPO di Langkat Masih Menarik Perhatian Warga
komentar
beritaTerbaru