Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

May Day Fiesta Selesai, Massa Buruh Tinggalkan Istora Senayan

Redaksi - Selasa, 02 Mei 2023 11:36 WIB
195 view
May Day Fiesta Selesai, Massa Buruh Tinggalkan Istora Senayan
(ANTARA/Redemptus Elyonai Risky Syukur)
Massa buruh bergerak ke arah Balai Kota untuk melanjutkan aksi di Istora Senayan pada Senin (1/5/2023). 
Jakarta (SIB)
May Day Fiesta diakhiri dengan menyanyikan lagu 'Ojo Dibandingke'. Massa aksi dari berbagai aliansi buruh kemudian meninggalkan Istora Senayan, Jakarta Pusat (Jakpus).
Pantauan di lokasi, pukul 15.50 WIB, Senin (1/5), massa buruh mulai keluar dari Stadion Istora Senayan. Massa bubar setelah melakukan doa bersama.
"Sebelum bubar, mari kita berdoa," seru panitia melalui pengeras suara.
Kemudian, massa aksi keluar dari Istora Senayan dengan tertib. Terdapat sekitar empat mobil komando di luar gedung Istora yang memutar lagu dangdutan.
Panitia terlihat membereskan sejumlah atribut di area dalam gedung. Petugas kepolisian juga masih terlihat berjaga di area Istora.
Massa buruh yang hadir di Istora Senayan sebelumnya memperingati Hari Buruh atau May Day di area Patung Kuda.


Dalam aksinya, terdapat 7 poin yang akan disampaikan para buruh. Berikut tuntutan buruh saat May Day:
1. Cabut Omnibus Law UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Ciptaker.
2. Cabut parliamentary threshold 4 persen dan presidential threshold 20 persen karena membahayakan demokrasi yang kita kenal.
3. Sahkan RUU DPR dan perlindungan pekerja rumah tangga.
4. Tolak RUU kesehatan
5. Reforma agraria dan kedaulatan pangan. Tolak bank tanah, tolak impor beras, kedelai, dan lain-lain.
6. Pilih capres yang pro buruh dan kelas pekerja. Partai buruh haram hukumnya berkoalisi dengan parpol yang mengesahkan UU Cipta Kerja.
7. HOSTUM, hapus out scorsing tolak upah murah.
Massa dari sejumlah organisasi buruh yang berdemonstrasi di depan gedung DPR RI, Jakarta Pusat, juga membubarkan diri. Jalan Gatot Subroto arah Slipi, Jakarta Barat (Jakbar), yang sebelumnya ditutup, dibuka.
Pantauan di lokasi, pukul 17.22 WIB, kerucut (cone) pembatas lalu lintas telah disingkirkan. Jalan di depan DPR kini dapat dilalui oleh kendaraan dan lalu lintas terpantau normal.
Mobil komando massa aksi telah meninggalkan lokasi pada pukul 17.15 WIB. Para petugas kebersihan pun mulai membereskan sampah-sampah yang tertinggal di lokasi.
Sejumlah petugas kepolisian pun tampak masih berjaga di depan gedung DPR. Mereka juga tampak mengatur arus lalu lintas di sekitaran lokasi.
Sebelumnya, massa buruh dari sejumlah organisasi buruh melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat (Jakpus) untuk memperingati Hari Buruh Internasional. Mereka membawa sejumlah spanduk besar, salah satunya bergambar Ketua KPK Firli Bahuri.
"Berani jujur hebat! Firli Bahuri Ketua KPK, penghancur KPK. Wanted," demikian tertulis dalam poster itu.
Presiden Pekerja Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Daeng Wahidin meminta Firli Bahuri dicopot dari jabatannya. Sebab, mereka menilai KPK telah gagal memberantas korupsi.
"Kami minta keseriusan KPK untuk benar-benar, jangan seperti pisau, tajam ke bawah tumpul ke atas. Maka maling-maling kecil dihakimi, maling-maling besar dilindungi. Ini Firli nggak benar juga. Makanya korupsi semakin marak, bukti KPK sudah gagal memberantas korupsi," kata Daeng kepada wartawan. (detikcom/a)



Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru