Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 13 Februari 2026

Hardiknas 2023, Ketum PKB Singgung Sistem Pendidikan yang Masih Timpang

Redaksi - Rabu, 03 Mei 2023 10:56 WIB
207 view
Hardiknas 2023, Ketum PKB Singgung Sistem Pendidikan yang Masih Timpang
Foto: Ist/harianSIB.com
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Imin.
Jakarta (SIB)
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Imin mengatakan setiap peserta didik memiliki hak mendapatkan layanan pendidikan tanpa terkecuali.
Menurutnya, ketimpangan pendidikan antar wilayah di Indonesia perlu diselaraskan agar mutu dan kualitas generasi muda merata.
"Sekarang kita masih merasakan sistem pendidikan yang terkotak-kotak, masih timpang dan di masing-masing wilayah berbeda. Ini harus diubah, karena setiap peserta didik punya hak yang sama, kesempatan yang sama," kata Gus Imin, sapaan akrabnya dalam keterangan tertulis, Selasa (2/5).
Menurut Gus Imin, Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2023 adalah momentum tepat bagi pemerintah untuk memperkuat kembali sistem pendidikan nasional.
"Hardiknas tahun ini saya kira merupakan momentum yang pas untuk mengubah sistem pendidikan kita, jangan lagi timpang antar wilayah, kualitas dan kesejahteraan guru juga harus ditingkatkan," tutur Gus Imin.
Wakil Ketua DPR RI bidang Korkesra itu juga mengingatkan Indonesia harus bersiap menyambut bonus demografi yang diprediksi terjadi pada 2030-2040. Artinya, pada kurun waktu tersebut kondisi masyarakat Indonesia akan didominasi oleh usia produktif atau usia 15-64 tahun dibandingkan usia non produktif.
"Tidak ada cara lain 14 tahun ini harus dibangun satu tekad bahwa anggaran itu harus dibuang kepada investasi SDM, investasi untuk pendidikan. Kalau ingin wujudkan SDM unggul, maka negara tidak boleh ragu menambah investasi di dunia pendidikan," ujar Gus Imin.
Gus Imin juga menilai anggaran negara yang ada harus dipastikan diberikan pula untuk sektor pendidikan, terutama kepada lembaga yang masih dalam proses berkembang, namun anggarannya belum memadai.
"Sarana dan prasarana pendidikan harus ditambah, karena kita punya bonus demografi angkatan muda yang harus kita siapkan kapasitasnya dan itu butuh infrastruktur yang memadai," tukasnya. (detikcom/a)



Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru