Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Maret 2026

Polisi Usut Oknum Paksa dan Foto Telanjang Finalis Miss Universe Indonesia

* Finalis Miss Universe Indonesia Akui Trauma
Redaksi - Sabtu, 12 Agustus 2023 09:16 WIB
406 view
Polisi Usut Oknum Paksa dan Foto Telanjang Finalis Miss Universe Indonesia
Foto: Pradita Utama
Miss Universe Indonesia 2023. 
Jakarta (SIB)
Polisi masih menyelidiki kasus dugaan pelecehan terhadap finalis Miss Universe Indonesia 2023 yang difoto tanpa busana saat body checking. Polisi tengah mencari oknum yang meminta korban melakukan hal tersebut.
Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan, dalam pemeriksaan nantinya, pihak kepolisian akan mendalami semua hal. Termasuk mendalami siapa yang patut jadi tersangka di kasus tersebut.
"Ini kan sifat pemeriksaan berkesinambungan. Nanti kita lihat siapa yang patut menjadi tersangka. Apakah ada pemaksaan, siapa yang memaksa, siapa yang memfoto, di mana fotonya, Apakah ada mens rea-nya, niat jahatnya. Itu secara komprehensif nanti kita akan periksa secara berkesinambungan," kata Hengki Haryadi, Jumat (11/8).


Trauma
Polisi menyebut, para korban mengalami trauma akibat kejadian tersebut.
"Menurut keterangan dari pelapor sebagai lawyer-nya, korban masih dalam keadaan trauma," kata Hengki Haryadi.
Hengki mengatakan, pihak kepolisian berkoordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) untuk memberikan pendampingan psikologis terhadap para korban. Selain itu, pihak kepolisian akan melibatkan ahli lain dalam mengusut dugaan pelecehan tersebut.
"Tentunya kita akan dampingi psikologinya. Kita akan berkoordinasi dengan Kementerian PPPA, dan sesegera mungkin kita akan ungkap kasus ini," kata dia.
"Kemudian juga kita akan melibatkan beberapa ahli terkait dengan delik yang terjadi ini termasuk digital forensik," imbuh mantan Kapolres Metro Jakarta Barat itu.
Hengki menambahkan, setelah kondisi mereka stabil, pihaknya akan segera melakukan pemeriksaan untuk mengetahui duduk perkara kasus yang ada.
"Oleh karenanya, dalam waktu dekat, kita akan periksa korban dulu, kemudian pelapor kita akan periksa. Apabila ini memenuhi delik ataupun perbuatan pidana, akan kita tindak lanjuti sampai menemukan siapa tersangkanya. Itu yang pertama terkait dengan Miss Universe," tuturnya.


Disaksikan 3 Pria
Kombes Hengki mengungkapkan, body checking dan foto tanpa busana dilakukan bukan oleh ahli, melainkan orang yang tidak berkapasitas.
"Tempatnya juga sedikit terbuka, kemudian juga para korban ini merasa dipaksa untuk melepas bajunya kemudian difoto dan sebagainya. Bukan oleh ahli medis melainkan orang-orang yang berkapasitas," katanya.
Selain itu, lanjut Hengki, proses tersebut disaksikan oleh 3 orang pria dan saksi lain yang ada di lokasi.
"Menurut keterangan pelapor, di sana ada 3 orang laki-laki, kemudian juga ada satu orang wanita sekitar beberapa saksi yang lain," ujarnya.
Hengki juga menyebutkan pihak penyelenggara mengaku CCTV ballroom hotel tersebut mati saat finalis body checking dan difoto tanpa busana.
"Dan pengecekan TKP juga ternyata di sana ada CCTV. Walaupun CCTV menurut keterangan panitia atau pelapor CCTV dalam keadaan mati," katanya.
Namun Hengki menyebutkan pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait hal tersebut. Pihak kepolisian juga akan melibatkan ahli untuk mengusut perkara yang ada.
"Kemudian juga kita akan melibatkan beberapa ahli terkait dengan delik yang terjadi ini termasuk digital forensik," ujarnya
Hengki menjelaskan, sesi body checking tersebut dilakukan bukan oleh ahli, melainkan orang yang tidak berkapasitas. Selain itu, ada 3 pria dalam proses pelaksanaannya.
"Tempatnya juga sedikit terbuka, kemudian juga para korban ini merasa dipaksa untuk melepas bajunya kemudian difoto dan sebagainya. Bukan oleh ahli medis, melainkan orang-orang yang berkapasitas," kata dia.
"Menurut keterangan pelapor, di sana ada 3 orang laki-laki, kemudian juga ada satu orang wanita sekitar beberapa saksi yang lain," imbuhnya.
Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno bakal mengevaluasi gelaran Miss Universe Indonesia. Sandiaga memastikan akan memantau terus kasus yang saat ini sudah dilaporkan ke kepolisian tersebut.
"Kita akan pantau terus karena sudah masuk ke ranah hukum. Kita hormati proses hukum, pelecehan seksual tidak bisa ditolerir, kita pastikan semua sesuai koridor hukum. Kelanjutan acara sudah selesai dan nanti akan kita evaluasi," kata Sandiaga di Solo Technopark, Jumat (11/8). (detikcom/a)



Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru