Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 01 September 2025

Kebakaran di Museum Nasional, Polisi Sulit Bedakan Benda Sejarah

* 14 Saksi Diperiksa
Redaksi - Senin, 18 September 2023 09:05 WIB
270 view
Kebakaran di Museum Nasional, Polisi Sulit Bedakan Benda Sejarah
(Foto: Antara/M Risyal Hidayat)
BERJAGA: Petugas terlihat berjaga-jaga di area Museum Nasional pasca kebakaran di Jakarta, Minggu (17/9).
Jakarta (SIB)
Penyebab kebakaran yang melanda Gedung A Museum Nasional, Jakarta Pusat, masih diusut. Polisi sudah memeriksa 14 saksi.
"Saat ini interogasi masih terus dilakukan, berjalan sampai dengan siang hari ini ada 14 yang secara bergantian," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin kepada wartawan, Minggu (17/9).
Komarudin mengatakan, 14 saksi yang diperiksa mulai petugas keamanan hingga pekerja yang tengah merenovasi museum. Tak hanya itu, CCTV di dalam museum pun sudah diamankan.
"Ada sekuriti, ada juga dari pekerja, pekerja bangunan. Kita sudah ada posko terpadu di dalam untuk melakukan menggali informasi lebih dalam lagi terkait dengan apa yg terjadi serta siapa yang melihat dan aktivitas keseharian mereka," tuturnya.
Komarudin mengatakan saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran. Pihaknya juga melibatkan tim Puslabfor untuk mengamati awal mula titik api.
"Saat ini sedang mengevakuasi barang-barang bernilai sejarah yang masih bisa kita selamatkan. Termasuk juga dari tim Puslabfor yang sedang mengamati titik api mulanya dari mana," kata dia.
"Kita belum sampai pada dugaan. Tim masih bekerja untuk mencari, dugaan titik pertama penyebabnya nanti apakah korsleting, atau apa, ini masih sangat-sangat bias," imbuhnya.


KESULITAN
Polisi menemukan kesulitan dalam proses penyelidikan kasus kebakaran Museum Nasional. Kesulitan yang dimaksud adalah membedakan antara puing kebakaran dan benda bersejarah yang kemungkinan terbakar.
"Kita sangat sulit membedakan mana-mana barang puing-puing reruntuhan, atau pun benda bersejarah, kita nggak paham," kata Komarudin.
Komarudin mengatakan saat ini pihak kepolisian melibatkan laboratorium forensik masih mendalami kasus yang ada. Dalam proses penyelidikan, tim dari pihak Museum Nasional pun dilibatkan untuk melakukan pendataan barang bersejarah yang ada di ruangan yang terbakar.
"Hingga saat ini tim gabungan masih bekerja dari Puslabfor (Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri-red), penyidik Polda (Polda Metro Jaya-red) dan Polres, dan ahli artefak ataupun sejarah (dari museum-red)," jelasnya.
"Saat ini sedang mengevakuasi barang-barang bernilai sejarah yang masih bisa kita selamatkan. Termasuk juga dari tim Puslabfor yang sedang mengamati titik api mulanya dari mana," imbuh Komarudin.
Komarudin kemudian menjelaskan alasan tim penyelidik kasus kebakaran Museum Nasional bersifat gabungan. "Kami tentunya penyidik tidak paham ini benda bersejarah atau tidak. Yang bisa membedakan antara puing-puing dengan barang-barang pameran atau barang museum tentu dari pihak museum," terang Komarudin.


Segera Investigasi
Mendikbudristek Nadiem Makarim mendatangi Museum Nasional yang dilanda kebakaran. Dari kejadian ini, Nadiem mendorong pihak kepolisian untuk segera melakukan investigasi.
"Jadi ini merupakan hal yang sangat menyedihkan buat kami bahwa ini bisa terjadi. Tentunya tadi kami juga berbicara dengan aparat kepolisian untuk bisa segera melakukan investigasi mengenai apa alasan dan penyebab kebakaran tersebut," kata Nadiem di kawasan Museum Nasional, Jakarta Pusat, Minggu (17/9) dini hari.
Ia pun menyampaikan prioritas utama pihaknya untuk menanggulangi kebakaran tersebut. Pihaknya akan menyelamatkan artefak dan benda-benda bersejarah yang masih tersisa di dalam gedung.
"Jadi mungkin pertama prioritas utama kita sekarang adalah sebenarnya menyelamatkan sebanyak mungkin artefak-artefak atau benda-benda bersejarah yang ada di dalam ruangan yang terdampak oleh kebakaran ini itu adalah prioritas utama kami," ujarnya.
Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan stakeholder untuk memastikan benda-benda museum yang rusak bisa segera dicatat dan diamankan.
"Jadinya kami telah berkoordinasi, jadi kami membuat tim gabungan antara tim museum dan pakar-pakar museum yang akan bekerja sama dengan aparat kepolisian dan juga aparat pemadam kebakaran untuk memastikan bahwa benda-benda tersebut bisa kita catat apa kerusakannya dan juga bisa kita amankan bagi yang bisa diamankan," tuturnya.
Untuk saat ini, Nadiem mengatakan belum ada yang bisa masuk ke dalam museum untuk melakukan investigasi lanjutan. Sebab dari pihak pemadam sendiri belum memperbolehkan ada yang masuk ke dalam.
"Satu hal yang sangat penting saat ini adalah keamanan struktural dari gedung-gedung ruangan itu. Jadi saat ini belum bisa masuk, kita ke dalamnya untuk melakukan inventarisasi dari barang-barang tersebut karena dari aparat pemadam kebakaran belum disebut aman. Itu pertama, yang penting adalah keamanan nomor 1”, imbuhnya.


Baca Juga:
Museum Nasional
Dikutip dari laman resmi Museum Nasional, ada tiga gedung di museum ini. Yakni Gedung A, B dan C.
Adapun hingga saat ini Museum nasional telah menyimpan 190.000an benda-benda bernilai sejarah yang terdiri dari 7 jenis koleksi yakni Prasejarah, Arkeologi masa Klasik atau Hindu - Budha; Numismatik dan Heraldik; Keramik; Etnografi, Geografi dan Sejarah.
Gedung A digunakan untuk ruang pamer dan wahana Imersifa. Sedangkan Gedung B, dikenal pula dengan sebutan Gedung Arca, yang dibuka secara resmi pada tanggal 20 Juni 2007 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selain digunakan untuk pameran juga digunakan untuk kantor, ruang konferensi, laboratorium, ruang pameran temporer, area komersil dan perpustakaan.
Kemudian Gedung C adalah ruang indoor untuk pemutaran film, pertunjukan drama, konser musik, seminar, kuliah umum, sosialisasi dan kegiatan seni lainnya.
Museum Nasional telah dilengkapi pula dengan gedung penyimpanan atau storage untuk menyimpan benda-benda budaya.
Sebelumnya diberitakan kebakaran terjadi pukul 20.07 WIB. Proses pemadaman dimulai pukul 20.09 WIB.
Total ada 14 unit mobil damkar serta puluhan personel yang dikerahkan di lokasi.
Kebakaran terjadi tepatnya di Gedung A yang terletak di bagian belakang museum. Bagian atap gedung tersebut pun tampak ambruk.
"Gedung A, Museum Nasional, Jl Medan Merdeka Barat," kata petugas command center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta m, Sabtu (16/9).
Sementara itu, Kepala Dinas Gulkarmat DKI Satriadi Gunawan mengatakan kebakaran disebabkan oleh letupan pendingin udara (AC). Kebakaran berasal dari bangunan nonpermanen pekerja di belakang gedung.
"Penyebabnya dari bedeng yang sedang ada pengerjaan di bagian belakang. Bedeng tukang," kata Satriadi.
Dia menjelaskan api berasal dari nyala pendingin udara di bangunan bedeng itu. Api kemudian menjalar ke bangunan permanen yang merupakan bagian dari gedung di kompleks Museum Nasional.
Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, imbasnya Museum Nasional ditutup sementara untuk umum. Penutupan dilakukan sampai waktu yang belum ditentukan. (detikcom/c)


Baca Juga:
Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru