Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 24 Februari 2026

34 Siswa SD di Cilegon Keracunan Kue Gratis dari Orang Tak Dikenal

* 19 Siswa SD di Lebak Keracunan Usai Sarapan Nasi Uduk
Redaksi - Jumat, 13 Oktober 2023 11:19 WIB
278 view
34 Siswa SD di Cilegon Keracunan Kue Gratis dari Orang Tak Dikenal
(M Iqbal/detikcom)
Petugas Dinkes Cilegon 
Cilegon (SIB)
Puluhan siswa SDN Kependilan, Cilegon diduga keracunan makanan gratis. Siswa SD mengalami muntah-muntah usai menyantap kue gratis dari orang tak dikenal.
"Jadi kejadiannya waktu jam istirahat sekitar pukul 10.00 WIB. Anak-anak dibagikan kue, setelah itu anak-anak ada reaksi muntah tapi alhamdulillah ditangani secara cepat oleh Puskesmas," kata Kepala SDN Kependilan, Tuti Hendrawati kepada wartawan, Kamis (12/10).
Kue yang dimakan anak-anak SD itu jenis kue pie dan talam. Ada sekitar 10 orang yang muntah usai memakan kue tersebut.
"Jumlahnya lagi direkap oleh Puskesmas. Yang muntah sekitar 10 orang. Isinya kue pie. Mungkin niatnya baik, tapi mungkin sudah kedaluwarsa, dilihat dari teksturnya juga sudah lembek. Anak-anak alhamdulillah sudah mendapatkan perawatan dari Puskesmas dan dipulangkan," katanya.
Sementara, Surveilans Epidemiologi Dinkes Cilegon, Suyanti mengatakan, hasil pemeriksaan, menemukan ada 36 siswa yang memakan kue tersebut. Namun 2 orang tak mengalami gejala.
"Anak-anak sudah pulang. Fiksasinya saat ini yang memakan itu ada 36 orang, 2 tidak bergejala, 34 bergejala. Tapi ini masih terus berkembang dan jumlahnya belum fiksasi," katanya.
Anak-anak yang memakan kue pie mayoritas mengalami muntah, namun beberapa orang yang memakan kue talam tidak mengalami gejala apapun.
"Yang memakan makanan yang dibagikan oleh orang tidak dikenal yang isinya ada pie dan kue talam. Namun ternyata hasil dugaan sementara orang-orang yang memakan talam tidak apa-apa, tapi yang memakan pie rata-rata semua bergejala," katanya.
Pihak Dinkes akan berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Serang untuk memeriksa zat yang terkandung dalam kue tersebut. Dugaan sementara kasus keracunan itu akibat bakteri dari makanan tersebut. Namun dugaan itu masih harus diteliti lebih lanjut.
"Ini kasus juga masih kita kembangkan, masih koordinasi dengan BPOM Serang yang wilayah Banten untuk bisa dilakukan pemeriksaan terhadap zat apa sih yang membuat keracunan anak-anak ini. Karena kita sebetulnya punya standar bahwa kalau keracunan makanan karena kimia biasanya langsung sekitar hitungan menit, kemudian kalau karena bakteri ekoli itu bisa sampai 48 jam, tapi kalau kasus ini 15-20 menit. Kemungkinan bakteri ya, tapi kita masih belum tahu, masih terus melakukan pemeriksaan, masih terus melakukan pengumpulan data berapa korbannya, untuk melihat apa ini yang menjadi penyebab," katanya.


Keracunan Nasi Uduk
Terpisah 19 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tambak Baya 2 di Kecamatan Cibadak, Lebak, Banten, diduga keracunan setelah menyantap nasi uduk. Para siswa dilarikan ke puskesmas guna mendapatkan penanganan medis.
Kepala SDN Tambak Baya 2, Supriah, mengatakan insiden bermula dari para siswa menyantap nasi uduk yang dijual di dekat sekolah. Para siswa pun mual hingga muntah sebelum pembelajaran dimulai.
"Belum masuk pembelajaran kejadiannya. Mereka (siswa) awalnya makan nasi uduk dan mi," kata Supriah kepada wartawan, Kamis (12/10).
Supriah menjelaskan pihak sekolah memberikan penanganan pertama dengan memberi minyak angin dan air hangat kepada para siswa. Lantaran dirasa tidak membuat kondisi siswa pulih, pihak sekolah membawa siswa ke puskesmas terdekat.
"Ada guru lapor katanya ada siswa yang muntah. Kata saya ada minyak angin kasih dulu sama air hangat, nggak lama guru dari kelas lain juga lapor banyak siswa yang muntah. Saya lari ngecek langsung ke kelas," tuturnya.
"Alhamdulillah sudah ditangani dan siswa sudah dibolehkan pulang oleh dokter. Iya mereka dibolehkan tidak ikut pembelajaran hari ini," sambungnya.
Supriah mengaku sudah mengimbau siswa dan para orang tua untuk lebih berhati-hati membeli makanan.
"Takut jajan sembarangan padahal udah wanti-wanti ke orang tua anak kalo nggak keburu sarapan bisa dibekalin biar makan bareng-bareng aja di sekolah," pungkasnya. (**)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru