Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 24 Februari 2026

Ditanya Proyek BTS Tak Tuntas, Johnny Plate Minta Maaf ke Jokowi dan Rakyat

* Jaksa Juga Tanya Soal Pembayaran Kaus NasDem Rp 100 Juta
Redaksi - Jumat, 20 Oktober 2023 08:57 WIB
342 view
Ditanya Proyek BTS Tak Tuntas, Johnny Plate Minta Maaf ke Jokowi dan Rakyat
(Foto: Antara/ Fakhri Hermansyah)
SIDANG PEMERIKSAAN: Terdakwa kasus dugaan korupsi penyediaan infrastruktur BTS 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4 dan 5 dari BAKTI Kemenkominfo tahun 2020 sampai 2022 Johnny G Plate (kanan) menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum di
Jakarta (SIB)
Mantan Menkominfo Johnny G Plate diperiksa sebagai terdakwa di kasus korupsi proyek BTS 4G Bakti Kominfo. Kuasa hukum Plate, Dion, sempat menanyakan perasaan Plate lantaran proyek BTS itu tak tuntas.
"Ini kan proyek tidak selesai, Pak. Tidak selesai tepat waktu karena terlambat. Dan sekarang berdasarkan fakta persidangan, dua menteri pengganti Bapak dilaporkan bahwa tidak selesai. Mereka minta tetap dilanjutkan proyeknya dan tidak ada masalah tuh buat mereka. Bagaimana tuh perasaan Bapak terhadap proyek ini, proyek BTS?" tanya Dion dalam persidangan di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (19/10).
Menjawab pertanyaan tersebut, Plate pun mengutarakan permintaan maafnya ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan rakyat Indonesia. Dia meminta maaf lantaran proyek BTS tidak tuntas sesuai waktunya.
"Yang pertama tentunya, saya mohon maaf kepada Bapak Presiden yang telah mempercayai saya sebagai Menkominfo. Bahwa proyek ini yang menjadi kebijakan pemerintah dalam rangka membawa masyarakat memasuki era transformasi digital tidak selesai pada waktunya. Saya juga mohon maaf kepada masyarakat yang seharusnya mendapat layanan tapi belum tercapai," kata Johnny G Plate.
"Namun demikian, dari persidangan, saya mendapatkan informasi bahwa dari 4.200 itu, selain dari yang force major atau keadaan kahar, sekitar 600 desa dan kelurahan telah on air lebih dari 3.400 BTS. Itu berarti 3.400 desa yang sudah terlayani dengan sinyal 4G. Saya sangat berharap kiranya layanan ini dapat digunakan dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, masyarakat setempat," lanjutnya.
Plate mengakui adanya keterlambatan pembangunan proyek BTS. Dia berharap tower BTS yang sudah terbangun dapat memberi manfaat bagi masyarakat setempat.
"Kiranya ini menjadi pelajaran agar jangan sampai pada saat di mana proyek terlambat terjadi cost overland atau naiknya harga di mana rakyat dan negara dirugikan dua kali. Kalau sampai dirugikan satu kali sudah lebih dari luar biasa. Saya mohon maaf kepada rakyat dan semoga apa yang sudah dibangun ini bisa bermanfaat untuk rakyat Indonesia sekarang dan masa yang akan datang dan menjadi pembelajaran untuk perbaikan-perbaikan pembangunan infrastruktur digital di waktu-waktu yang akan datang demi kedaulatan negeri dan kejayaan Indonesia di ruang digital," ujarnya.


Pembayaran Kaus NasDem
Pada persidangan itu, jaksa juga mengkonfirmasi penggunaan uang Rp 100 juta untuk pembuatan kaus Partai NasDem yang diberikan oleh Johnny G Plate.
"Apakah ada pembayaran untuk kaus Partai NasDem, Pak, Rp 100 juta?" tanya jaksa .
Johnny mengaku tak ingat dengan penggunaan dana tersebut. Dia mengatakan keperluan NasDem biasanya berasal dari dana pribadinya.
"Saya tidak ingat, kalau ada untuk urusan NasDem biasanya dari saya pribadi," jawab Johnny G Plate.


Sidang Tuntutan
Sementara itu sidang tuntutan kasus dengan terdakwa mantan Menkominfo Johnny G Plate, mantan Dirut Bakti Kominfo Anang Achmad Latif, dan Tenaga Ahli Human Development Universitas Indonesia (Hudev UI) Yohan Suryanto tersebut akan segera digelar pada Rabu (25/10) pekan depan.
"Jadi tuntutan tanggal 25 (Oktober 2023)," kata hakim ketua Fahzal Hendri .
Fahzal mengatakan sidang akan dilanjutkan dengan agenda pleidoi atau pembelaan dari terdakwa. Dia mengatakan sidang pleidoi direncanakan akan digelar pada Rabu (1/11).
"Seminggu kemudian tanggal 1 pembelaan ya," kata Fahzal.
"Oke, sidang kita tunda Minggu depan hari Rabu tanggal 25 acara tuntutan penuntut umum," pungkasnya. (**)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru