Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Dituduh Curi HP Tanpa Ada Bukti, Deni Dibakar Hidup-hidup di Perumnas Mandala

Redaksi - Jumat, 27 Oktober 2023 09:07 WIB
453 view
Dituduh Curi HP Tanpa Ada Bukti, Deni Dibakar Hidup-hidup di Perumnas Mandala
(Foto : Dok/Keluarga Korban)
DIBAKAR : Deni saat pertama kali mendapat perawatan medis di RS Muhammadiyah akibat tubuhnya dibakar 2 pria, Rabu (25/10). 
Deliserdang (SIB)
Dituduh mencuri HP tanpa ada alat bukti, Deni Rangkuti (23) warga Jalan Perkutut Raya Perumnas Mandala Kelurahan Kenangan Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang dibakar hidup-hidup oleh dua pria di Jalan Pipit 7 Perumnas Mandala, Rabu (25/10) siang.
Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, Kamis (26/10), sebelum aksi main hakim itu terjadi, Deni dan 2 temannya sedang tertidur di satu rumah Jalan Pipit 7. Namun salah seorang temannya terbangun lantaran HP miliknya yang diletakkan di lantai tidak ada lagi.
Pemilik HP membangunkan dua temannya itu lalu menginterogasinya. Lantaran tidak ada yang mengaku, ketiganya keluar dari rumah. Kedua pria itu lantas menuduh Deni yang mencuri HP tersebut. Namun korban bersikeras jika bukan dia yang mencuri HP itu.
Salah seorang pelaku langsung membeli bensin eceran tak jauh dari lokasi, lalu menyiramkannya ke tubuh korban. Seorang pelaku lalu menyalakan mancis dan langsung membakar korban. Seketika itu juga Deni menjerit kesakitan hingga korban tidak sadarkan diri. Orangtua korban dan abangnya yang mengetahui kejadian langsung bergerak ke lokasi. Dengan kondisi tubuh luka bakar, korban dibawa keluarganya dibantu warga ke RS Muhammadiyah untuk mendapat pertolongan medis. Namun lantaran parahnya kondisi luka bakar di tubuh korban, pihak rumah sakit merujuk korban ke RS Mitra Sejati.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Iptu Japri Simamora bersama anggotanya yang mendapat informasi tersebut langsung bergerak ke TKP guna memintai keterangan warga. Setelah itu petugas bergerak ke rumah sakit untuk mengecek kondisi korban.
Abang kandung korban, Ikhsan Rangkuti (27) yang diwawancarai mengungkapkan setelah mendapat kabar jika adiknya dibakar orang karena dituduh mencuri HP, dia bersama ayahnya datang ke lokasi dan mendapati tubuh Deni telah gosong. Sedangkan baju dan celananya habis terbakar di tubuhnya.
"Aku dan ayah dibantu warga langsung membawa Deni ke RS Muhammadiyah untuk mendapat perawatan medis. Setelah itu aku kembali ke Jalan Pipit 7 untuk mencari tahu kejadian sebenarnya, sedangkan ayah tetap di rumah sakit," ujarnya.
Setibanya di lokasi kejadian, Ikhsan bertemu dengan beberapa temannya dan menanyakan kejadian yang sebenarnya. Diungkapkan temannya bahwa saat kejadian banyak yang melihat dan juga banyak yang mengenal korban.
"Saat adikku dibakar hidup-hidup, dia terus mengatakan jika bukan dia yang mencuri HP tersebut. Secara berulang-ulang, Deni tetap mengatakan bukan dia pelakunya. Hingga korban tak sadarkan diri dia sempat kembali mengatakan tidak ada mencuri HP," ungkapnya.
Beberapa saat kemudian, sambungnya, korban yang tubuhnya terbakar hingga 8-90% berdiri dan perlahan-lahan berjalan menuju klinik. Namun di perjalanan korban kembali pingsan. Tak lama ayah korban dan abangnya tiba di lokasi dan langsung membawa Deni ke rumah sakit
"Sudah aku tanya ke teman-temanku bahwa tidak ada bukti jika adik saya yang mencuri HP. Tega kali mereka perlakukan adik saya seperti ini. Seperti hukum rimba dibuat pelaku itu. Korban tadi baru selesai dioperasi di RS Mitra Medika, namun kondisinya belum sadar," bebernya sembari menambahkan jika dia sudah membuat laporan ke Polsek Percut Sei Tuan.
Sementara itu ayah korban, Ribut Hartono Rangkuti (53) tak menyangka jika kejadian naas menimpa anak kedua di antara tiga bersaudara itu. Diungkapkan Ribut jika anaknya Deni sosok pendiam dan tidak pernah membuat masalah.
"Jikapun anak saya bersalah, kan bisa di proses di kepolisian. Namun tidak terbukti anak saya mencuri, justru malah dibakar hidup-hidup. Apa masih ada hukum rimba di Indonesia ini. Saya tidak yakin Deni mencuri, karena setahuku dia tidak pernah membuat masalah baik itu di rumah ataupun di sekitar tempatnya tinggal," katanya sembari bercucuran air mata.
Dengan kondisi seperti ini sebut Ribut, dia tidak tahu lagi harus berbuat apa. Apalagi untuk biaya operasi anaknya itu, dia tidak tahu harus mencarinya ke mana.
"Istri dan anak ketiga saya bekerja di Malaysia, sedangkan anak pertama saya sudah berkeluarga dan tidak tinggal dengan kami. Hanya saya dan korban tinggal berdua. Kadang kami makan tak makan. Ada saja tetangga kami yang baik beri kami makan. Saat ini saya bingung harus mencari ke mana biaya operasi anak saya," pungkasnya sembari menambahkan jika di rumahnya listrik sudah lama diputus PLN karena tidak sanggup bayar.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Iptu Japri Simamora yang dikonfirmasi menegaskan jika pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap dua pelaku yang identitasnya sudah diketahui.
"Kamis dini hari kita sudah melakukan pencarian terhadap dua pelaku, namun belum berhasil menemukan keduanya. Saat ini kita sudah membentuk tim untuk memburu para pelaku," katanya.
Sementara itu, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda SH SIK yang dikonfirmasi lewat WhatsApp mengatakan akan meminta Polsek Percut Sei Tuan untuk atensi kasus ini.
"Saya arahkan Polsek Percut Sei Tuan untuk atensi kasusnya," terang Kapolrestabes. (**)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru