Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Geger, 4 Bocah Tewas Berjejer Diduga Dibunuh Ayahnya

* Siksa Istri Sampai Pendarahan dan Jidat Benjol
Redaksi - Jumat, 08 Desember 2023 09:12 WIB
332 view
Geger, 4 Bocah Tewas Berjejer Diduga Dibunuh Ayahnya
(Wildan Noviansah/detikcom)
Jasad empat bocah korban pembunuhan di Jagakarsa, Jaksel, dievakuasi ke rumah sakit. 
Jakarta (SIB)
Empat anak ditemukan tewas berjejer di dalam kamar diduga dibunuh ayahnya sendiri Panca Darmasyah alias Panca (41) di sebuah rumah kontrakan di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Belum diketahui apa penyebab kematian keempat anak yang ditemukan, Rabu (6/12).
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan apa penyebab kematian keempat korban tersebut. Polisi berkolaborasi interprofesi untuk menyelidiki teka-teki kematian keempat bocah ini.
"Masih diselidiki. Kami akan melaksanakan kolaborasi interprofesi antara kedokteran forensik, kemudian laboratorium forensik, kami juga akan melakukan pemeriksaan psikolog forensik," kata Ade Ary, Kamis (7/12).
Senada, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Bintoro mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam. Polisi juga melakukan uji laboratorium terhadap sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.
"Ini masih proses penyelidikan, saya mohon mengerti dipahami. Kami masih bekerja dengan tim, dalam hal ini laboratorium forensik ini ya, untuk mengungkap ini, kasus ini," kata Bintoro.
Empat orang anak itu terdiri atas dua perempuan dan dua laki-laki. Keempatnya berinisial VA (6), SP (4), AR (3), dan AS (1). Keempat korban ditemukan berjejer di atas kasur.
"Betul ada kejadian tersebut. Korban anak-anak 4 orang ditemukan berjejer di atas tempat tidur," kata Kombes Ade saat dihubungi, Rabu (6/12).



Geger
Penemuan mayat 4 bocah itu bikin geger warga.
Adanya mayat empat bocah itu terungkap setelah warga mencium bau menyengat.
Jasad keempat bocah itu ditemukan berada di dalam kamar yang terkunci. Sementara ayahnya, PD yang diduga pelaku pembunuhan keempat bocah ditemukan tergeletak di dalam kamar mandi.
Dugaan sementara polisi, keempat korban dibunuh oleh ayahnya sendiri yang berinisial PD alias P.
"Sementara untuk (pelaku) orang tuanya sendiri. Sementara masih dugaan (korban) anaknya (pelaku)," kata AKBP Bintoro.



Coba Bunuh Diri
Ayah terduga pembunuh 4 anak itu diduga mencoba bunuh diri.
"Ditemukan seorang laki-laki saudara P pemilik rumah dalam keadaan telentang ada pisau di tubuhnya, ada luka di tangan," kata Kapolres.
Sementara itu, Kasat Reskrim mengatakan terduga pelaku mencoba melakukan bunuh diri tetapi berhasil digagalkan oleh warga.
"Orang tuanya yang diduga sebagai pelaku mencoba untuk bunuh diri juga. Masih selamat dan sudah dibawa ke RS," kata Bintoro.



ADA PESAN
Polisi menemukan tulisan pada lantai di rumah tersebut. Tulisan yang diduga ditujukan untuk D, istri PD itu ditulis dengan warna merah, tapi tak jelas apakah tinta atau bukan.
"Betul, (tapi) harus kami cocokkan juga tulisan siapa," kata Ade Ary kepada wartawan di lokasi, Rabu (6/12).
Ade Ary menyampaikan tulisan tersebut ada di atas lantai. Tulisan itu ditulis dengan warna merah.
"Kami temukan ada tulisan berwarna merah di lantai masih didalami ditulis siapa, warna merah apa. Harus pasti tidak boleh berandai-andai," jelasnya.
"Puas bunda, tx for all," demikian pesan itu ditunjukkan Ade Ary.
"Ini yang menulis siapa warna merah ini apa harus kami pastikan, akan kami lakukan uji laboratoris," katanya.



KDRT Istri
Sebelumnya, PD alias P yang diduga menyebabkan kematian empat anaknya telah dilaporkan atas dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya, D, ke Polsek Jagakarsa.
P seharusnya sudah diperiksa oleh aparat Polsek Jagakarsa. Namun dia tidak datang dengan alasan sedang menjaga keempat anaknya.
"Saat akan melakukan pemeriksaan, Saudara P menyampaikan masih menunggu anak-anaknya karena ibunya masih di RS," kata Kapolres .
Kasus KDRT itu dilaporkan pihak keluarga D. Sementara saat ini D sedang dirawat di rumah sakit (RS) akibat KDRT yang dilakukan suaminya.
"Ibunya korban sedang dirawat di RSUD Pasar Minggu," ujar dia.
Ade mengatakan D telah divisum atas dugaan KDRT yang dilakukan P. Polisi juga sempat menginterogasi P.



Sempat ke Rumah RT
Sementara itu, Ketua RT Yakub mengungkap adik dari korban KDRT sempat ke rumah RT saat pelaku melakukan KDRT.
"Hari Sabtu (2/12) adiknya korban datang ke rumah saya. Katanya ada KDRT," kata Yakub kepada wartawan di lokasi, Kamis (7/12).
Melihat hal tersebut, Yakub langsung melaporkan tindakan KDRT itu kepada pihak kepolisian. Saat polisi datang, Yakub mengatakan, pelaku beserta 4 anaknya sempat ke rumahnya.
"Lalu saya lapor polisi, datang lah polisi. Datang adiknya dan suaminya dan anak-anak empat itu datang ke rumah saya," imbuhnya.
Setelah polisi melakukan pemeriksaan, Yakub menuturkan, korban KDRT mengalami perdarahan langsung dilarikan ke rumah sakit. Yakub menyebutkan, di hari yang sama, hampir seluruh keluarga besar korban datang ke rumah pasangan suami istri itu.
"Lama diperiksa oleh polisi, polisi langsung ke TKP ingin lihat ibunya ternyata ibunya sudah ada pendarahan dari mulut dan dari hidung, akhirnya ibunya dibawa ke Rumah Sakit Aulia," tuturnya.
"Setelah dibawa ke Rumah Sakit Aulia, di sini ada kakeknya, ada neneknya ada keponakan segala ada di sini," sambungnya.
Yakub menambahkan keesokan harinya ia sudah tidak pernah melihat 4 anak Panca main ke luar layaknya hari-hari biasa, begitu juga Panca. Yakub mengaku, sejak saat itu, ia tidak mengetahui aktivitas yang terjadi pada keluarga tersebut.
"Pada hari minggu anak-anak empat ini nggak keluar. Biasanya kan pada main anak-anak. Nggak keluar sama sekali. Bapaknya juga nggak keluar," pungkasnya.



Siksa Istri
Sementara itu, tetangga mengaku pernah melihat korban D menjadi sasaran kekerasan dari P. Tetangga bernama Titin (49) mengaku pernah melihat dahi D benjol-benjol akibat KDRT yang dilakukan P.
Titin mengatakan saat itu dirinya dimintai tolong oleh adik D. Titin mengatakan saat itu sedang terjadi dugaan KDRT yang dilakukan P terhadap D.
"Adeknya manggil Ibu, 'tolong... tolong' katanya. Ibu datenglah ke sana. Istrinya udah pada benjol jidatnya ada tiga atau empat," kata Titin saat ditemui di lokasi, Rabu (6/12) malam.
Kasus itu terjadi di Gang Roman, Jalan Kebagusan Raya, Jagakarsa, Jaksel. Saat itu adik D meminta tolong Titin karena tidak kuat menghentikan KDRT yang dilakukan P kepada D.
Kekerasan yang dilakukan P membuat korban muntah darah. Pengurus warga hingga TNI-Polri datang ke lokasi.
"Muntah darah pas ada Babinsa, polisi, sama pak RT datang," ujarnya.
Titin mengatakan aksi KDRT itu diketahui saat adik D datang untuk mengantar kakaknya bekerja. Adik D datang tapi kakaknya tak kunjung keluar.
Karena rasa curiga, dia lalu mendobrak pintu dan menemukan kakaknya sedang dianiaya pelaku.
"Jadi waktu KDRT, pertama datang adeknya mau nganter kerja (istri pelaku) ke kantor, dipanggil nggak keluar, pas ditendang pintu, istrinya lagi digebukin Pak Panca (terduga pelaku)," katanya.
Korban yang sudah terkulai lemah lalu dibawa ke rumah sakit (RS). Titin mengatakan pelaku P juga ikut membopong istrinya setelah menganiaya.
"Dibawa ke RS sama polisi, sama pelaku juga dibopong. Sebel juga saya, udah digebukin sama dia, terus dibopong juga. Kondisi waktu ditemukan itu di kursi megang perut udah nggak berdaya," jelasnya.



Dipindah ke RS Polri
Panca Darmansyah alias Panca terluka saat mencoba bunuh diri setelah diduga membunuh keempat anaknya di Jagakarsa. Pelaku kini dirawat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
"Orang tua laki-laki (ayah) dari keempat korban inisial P yang diduga sebagai pelaku juga dipindahkan ke RS Polri Kramat Jati untuk memudahkan dalam proses penanganan perkaranya," kata Kasat Reskrim Polres Metro Bintoro saat dihubungi, Kamis (7/12).
Selain itu, keempat jenazah korban anak berinisial VA (6), SP (4), AR (3), dan AS (1) tengah dilakukan autopsi di RS Polri. Saat ini pihak kepolisian masih mendalami kasus yang ada.
"Semalam empat mayat sudah dibawa ke RS Polri Kramat Jati. Sudah dilakukan pemeriksaan visum dan autopsi," ujarnya. (**)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru