Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Kasus Covid-19 di RI Terus Ngegas, di AS Naik Signifikan

* AS Wajibkan Pakai Masker di Lingkungan Rumah Sakit
Redaksi - Senin, 08 Januari 2024 09:09 WIB
800 view
Kasus Covid-19 di RI Terus Ngegas, di AS Naik Signifikan
Foto: Ist/harianSIB.com
Ilustrasi masyarakat pakai masker di tempat umum.
Jakarta (SIB)
Tren kasus Covid-19 di Indonesia masih terus ngegas belakangan ini. Berdasarkan laman Kementerian Kesehatan RI melalui infeksi emerging, pada Sabtu (6/1), tercatat ada 361 kasus terkonfirmasi positif. Pada periode yang sama, tercatat ada 2.557 kasus aktif, diiringi kasus sembuh sebanyak 240 orang dan dua kasus meninggal.
Kemenkes RI beberapa waktu lalu mengonfirmasi temuan kasus Covid-19 varian JN.1, sublineage dari Omicron BA.2.86 ini diyakini sudah mulai dominan di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Laporan ini tidak jauh berbeda dengan banyak negara lain yang kembali mencatat lonjakan kasus Covid-19 imbas varian JN.1.
Varian Covid-19 ini diketahui memiliki karakteristik lebih menular dibanding Covid-19 varian maupun subvarian lainnya. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi mengklasifikasikan varian JN.1 sebagai 'variant of interest' (VoI) atau varian virus SARS-CoV-2 yang memiliki kemampuan genetik yang dapat memengaruhi karakteristik virus.
Meski begitu, varian tersebut diklaim tidak menimbulkan banyak ancaman terhadap kesehatan masyarakat. Juga, tingkat fatalitas dan kematian yang disebabkan varian tersebut tidak tinggi.



Gejala Baru
Pada dasarnya, varian JN.1 memiliki gejala yang mirip seperti induk aslinya, Omicron. Akan tetapi, baru-baru ini Kantor Statistik Nasional Inggris (UK ONS) menemukan dua gejala baru seiring peningkatan kasus Covid-19 varian JN.1. Seperti apa?
Dikutip dari Times of India, dua gejala baru tersebut berupa kesulitan tidur dan kecemasan.
"Dalam data terakhir Badan Pusat Statistik terungkap, selain gejala-gejala yang biasa dilaporkan oleh pengidap Covid sebelumnya, seperti pilek, batuk, sakit kepala, dan lemas, ada juga yang mengaku mengalami kesulitan tidur dan kecemasan juga," The Mirror melaporkan mengutip ONS Inggris.
Badan tersebut mengungkapkan, pandemi Covid-19 telah dikaitkan dengan peningkatan tingkat stres, kecemasan dan ketidakpastian, yang menyebabkan peningkatan gangguan tidur. Meningkatnya stres dan kecemasan bisa memicu insomnia, sehingga menyulitkan individu untuk tertidur atau tetap tertidur.
Rentetan informasi terkait pandemi, masalah kesehatan dan perubahan gaya hidup secara terus-menerus berkontribusi pada gangguan pola tidur. Selain itu, virus itu sendiri bisa menyebabkan masalah pernapasan, rasa tidak nyaman, atau demam, yang berdampak pada kualitas tidur.
Tidur yang cukup sangat penting untuk sistem kekebalan tubuh yang sehat, sehingga mengatasi kesulitan tidur akibat Covid-19 sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan selama masa-masa sulit ini.



Ngegas
Sementara itu, kasus Covid-19, flu, hingga penyakit pernapasan lainnya dilaporkan juga meningkat signifikan di Amerika Serikat (AS). Hal ini membuat pemerintah AS kembali menerapkan aturan wajib pakai masker di lingkungan rumah sakit.
Sebagian besar rumah sakit di negara bagian AS, yakni New York, California, Illinois, dan Massachusetts telah mewajibkan kembali penggunaan masker bagi pasien dan penyedia layanan kesehatan.
Dalam wawancara di televisi, Komisaris Kesehatan Kota New York Dr Ashwin Vasan mengatakan, aturan wajib masker telah diperluas di 11 rumah sakit umum kota, 30 pusat kesehatan, dan lima fasilitas perawatan jangka panjang.
"Yang tidak kita inginkan adalah kekurangan staf, bukan? Ketika kita melihat gelombang Omicron pada tahun 2022, masalah terbesar bukan hanya orang yang sakit, tapi kita punya banyak petugas kesehatan di garis depan, mereka terjangkit COVID," kata Vasan, Dikutip Reuters, Jumat (5/1).
Cook County Health, yang mencakup Chicago, dan Endeavour Health di pinggiran Chicago, bulan lalu sudah mewajibkan penggunaan masker lagi, setelah Departemen Kesehatan Masyarakat Illinois meminta mereka meningkatkan upaya mitigasi wabah.
Di Massachusetts, Sistem Kesehatan Berkshire juga telah mewajibkan penggunaan masker pada hari Rabu (3/1).
Sementara di California, Los Angeles County, sudah menerapkan kembali penggunaan masker di semua fasilitas perawatan kesehatan berlisensi sejak Sabtu (30/12).
Data mingguan terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menunjukkan ada lebih dari 29.000 pasien rawat inap akibat COVID di seluruh AS pada 17-23 Desember, naik lebih dari 16 persen dari minggu sebelumnya.
CDC juga melaporkan lebih dari 14.700 rawat inap akibat flu pada periode yang sama. (**)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru