Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 12 Februari 2026

Tepis Isu 15 Menteri Siap Mundur, Presiden: Namanya Tahun Politik

Redaksi - Minggu, 21 Januari 2024 08:28 WIB
358 view
Tepis Isu 15 Menteri Siap Mundur, Presiden: Namanya Tahun Politik
(Kris/Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi 
Jakarta (SIB)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menepis isu 15 menterinya siap mundur dari Kabinet Indonesia Maju. Jokowi menegaskan pihaknya selalu menggelar rapat dengan menteri-menteri setiap hari.
"Menteri tiap hari kita ratas, tiap hari kita rapat terbatas, tiap hari kita rapat internal, tiap hari, dengan semua menteri, dengan semua atau sebagian menteri," kata Jokowi setelah menghadiri harlah Muslimat NU di Gelora Bung Karno, Sabtu (20/1).
Jokowi tidak menjawab gamblang soal benar atau tidaknya isu tersebut. Dia memastikan dirinya selalu menggelar rapat menteri setiap harinya.
"Ya kabarnya dari siapa, ha-ha-ha...," kata Jokowi saat ditanya apakah kabar tersebut hoax.
Jokowi menekankan tidak ada masalah di dalam kabinet.
"Ya kabarnya dari siapa, kita tiap hari dari pagi sampai sore, pagi siang malam, rapat paripurna, rapat internal, rapat terbatas, selalu nggak pernah ada jedanya, setiap jam, setiap dua jam, gonta-ganti rapat, gonta-ganti menteri juga, nggak ada masalah," ucapnya.



Tahun Politik
Jokowi memaklumi kalau saat ini adalah tahun politik.
"Ya namanya bulan politik, tahun politik," kata Jokowi.
Jokowi mengatakan semua yang muncul pada tahun politik akan bersifat politik. Jokowi menilai itu hal yang biasa. Jokowi pun menegaskan kabinetnya tetap bekerja.
"Ya semua hal pasti akan berkaitan dengan hal-hal yang bersifat politik, tapi biasa kok, kita kerja biasa, kerja rutin biasa," ucapnya.
Kabar sejumlah menteri siap mundur itu diungkap ekonom senior Indef, Faisal Basri. Awalnya Faisal mengatakan mengajak sejumlah menteri untuk mundur dari Kabinet Indonesia Maju karena Presiden Jokowi dianggap terkesan berpihak pada pasangan calon Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Faisal Basri mengklaim yang paling siap mundur adalah Menkeu Sri Mulyani serta Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Total disebut ada 15 menteri yang mungkin mundur, yang merupakan teknokrat (bukan dari partai) atau yang berasal dari partai oposisi.
"Saya ngobrol-ngobrol kan dengan petinggi-petinggi partai dan macam-macam. Nah, muncul katanya yang paling siap itu Ibu Sri Mulyani, Pak Basuki juga, dalam kaitannya dengan Gibran ini ya karena ini sudah beyond akal sehat begitu," kata Faisal Basri dalam program Closing Bell CNBC Indonesia, dikutip Kamis (18/1). (**)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru