Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Militer Korsel Ungkap Korut Tembakkan Sejumlah Rudal Jelajah

Redaksi - Senin, 29 Januari 2024 09:57 WIB
206 view
Militer Korsel Ungkap Korut Tembakkan Sejumlah Rudal Jelajah
Foto: via REUTERS/KCNA
Ilustrasi
Jakarta (SIB)
Militer Korea Selatan mengatakan Korea Utara menembakkan sejumlah rudal jelajah pada Minggu. Penembakan rudal tersebut merupakan yang terbaru dari serangkaian tindakan yang meningkatkan ketegangan oleh negara bersenjata nuklir tersebut.

Dilansir AFP, Minggu (28/1), peluncuran rudal tersebut dilakukan hanya beberapa hari setelah Pyongyang menembakkan sejumlah rudal jelajah ke Laut Kuning, yang menurut mereka merupakan uji coba pertama rudal jelajah strategis generasi baru.

Pyongyang telah mempercepat pengujian senjata pada tahun baru ini, termasuk pengujian apa yang disebutnya 'sistem senjata nuklir bawah air' dan rudal balistik hipersonik berbahan bakar padat.

"Militer kami mendeteksi beberapa rudal jelajah tak dikenal yang ditembakkan di dekat perairan sekitar wilayah Sinpo Korea Utara pada pukul 8.00 pagi (23.00 GMT) hari ini," kata Kepala Staf Gabungan dalam sebuah pernyataan.

Kepala Staf Gabungan mengatakan peluncuran rudal tersebut sedang dianalisis oleh otoritas intelijen Korea Selatan dan AS. Ia menambahkan, pihaknya memantau aktivitas dan pergerakan terkait Korut.

"Memantau dengan cermat pergerakan dan aktivitas tambahan Korea Utara," kata Kepala Staf Gabungan.

Berbeda dengan uji coba rudal balistik, pengujian rudal jelajah tidak dilarang berdasarkan sanksi PBB terhadap Pyongyang saat ini.

Rudal jelajah cenderung berbahan bakar jet dan terbang pada ketinggian yang lebih rendah dibandingkan rudal balistik yang lebih canggih, sehingga lebih sulit dideteksi dan dicegat.

Pada hari Kamis, Korea Utara mengatakan pihaknya telah melakukan uji coba pertama rudal jelajah strategis generasi baru yang dikembangkannya, Pulhwasal-3-31 sehari sebelumnya.

Uji coba tersebut adalah "sebuah proses pembaruan sistem senjata secara terus-menerus dan merupakan kegiatan rutin dan wajib," kata kantor berita negara KCNA.

Namun tidak disebutkan berapa banyak rudal yang ditembakkan.

"Uji coba penembakan tersebut tidak berdampak pada keamanan negara-negara tetangga dan tidak ada hubungannya dengan situasi regional," ujar KCNA. (detikcom/d)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru